Mencoba Melawan Takdir

Mencoba Melawan Takdir
33.membuat rencana


__ADS_3

Mereka pun beristirahat untuk memulihkan kondisi mereka. Arif gak mau kalau dia dan Samuel melanjutkan perjalanan akan berdampak buruk bagi mereka berdua


" Rif kondisi saya udah mulai baikan Rif . jadi kita udah bisa melanjutkan perjalanan." Ucap Samuel ke Arif memberitahukan kodisi tubuhnya


" Baik kalau begitu kita akan melanjutkan perjalanan menuju tepi sungai. Tempat kita akan bertemu dengan yang lain." Arif pun mulai membantu Samuel untuk jalan


Mereka berdua terus jalan menuju tepian sungai tempat mereka membuat janji dengan jali. Cukup lama mereka jalan kerena Samuel yang terluka dan susah untuk bergerak. Di tepi sungai jali yang membantu para tahanan yang terluka terus memperhatikan sekeliling karena dia masih menunggu Arif dan Samuel untuk datang. Karena dia sangat cemas kalau mereka gak datang mungkin dia akan menyuruh para tahanan untuk pergi


Tak berapa lama Arif dan Samuel pun datang di pinggir sungai dan dia juga melihat jali yang mengobati para tahanan


" Jali gimana kondisi yang lain jali." Tanya Arif ke jali yang sedang mengobati orang yang terluka

__ADS_1


" Untuk sekarang keadaan Mereka udah mulai membaik Rif. gimana dengan kondisi Samuel." Tanya jali yang melihat kondisi Samuel yang begitu banyak luka


" Saya baik-baik saja jali cuman luka sayatan aja jali beristirahat sebentar udah sembuh itu." Samuel mencoba membuat jali agar tidak cemas dengan kondisinya


" Dari mana kamu dapat menyimpulkan kodisi mu baik-baik aja jalan aja udah gak sanggup sendirian." Terlihat dari wajah jali yang cemas akan kodisi samuel. tetapi dia juga bersyukur Arif dan jali dapat kembali dengan selamat menghadapi musuh yang udah berpengalaman


Mereka semua pun bersepakat untuk mengikuti Arif kemana pun sampai pelatihan ini selesai. karena mereka menganggap Arif udah seperti pimpinan bagi mereka


" Baik untuk sekarang kita akan menetap dulu di sini untuk memulihkan kondisi tubuh kita dan juga berlatih untuk menghadapi musuh nanti." Arif membuat keputusan ini kerena melihat kondisi yang lain gak memungkinkan untuk mereka bergerak sekarang


Hari-hari mereka lalui dengan memuliakan diri dan juga berlatih. Terlihat jelas perubahan terhadap mereka dimana mereka udah dapat beradaptasi sepenuhnya dengan hutan ini

__ADS_1


" Rif hahhhhhhh hahhhhhh."


Orang yang bertugas berpatroli datang dengan tergesa-gesa ke tempat Arif


" Ada apa kalian buru-buru. Tolong tenangkan diri kalian dulu baru bicara." ucap Arif menenangkan dua orang yang menemui dia untuk melaporkan sesuatu.


Mendengar keributan itu yang lain pun datang. Untuk melihat apa yang terjadi


" kami melihat seperti perkemahan di daerah barat Rif . Saat kami mengawasi kami melihat jumlah mereka lumayan banyak Rif sekitar empat puluh orang Rif." Ucap salah satu orang yang bertugas berpatroli memberikan informasi yang dia ketahui untuk yang lain


" Jadi kita haru gimana Rif. menghindar dari mereka atau kita yang duluan akan menyergap mereka." tanya Samuel ke Arif karena mereka udah menganggap Arif sebagai pemimpin mereka

__ADS_1


" Saya akan menyerang mereka saat malam hari. Say tidak akan memaksa kalian untuk ikut karena ini terlalu beresiko." Ucap Arif memperingati mereka semua


Cukup lama mereka berdiskusi akhirnya mereka sepakat untuk menyerang para ******* Pada malam hari mereka pun membuat rencana agar penyerangan itu berhasil dan juga membuat rencana pelarian jika mereka gagal menyerang nantinya.


__ADS_2