Mencoba Melawan Takdir

Mencoba Melawan Takdir
38. kompetisi #1


__ADS_3

Saat mereka berdiskusi di langit udah mulai gelap


Durr durr durr


Petir mulai menyebar menandakan hari mau hujan. tak berapa lama hujan pun turun dengan derasnya mengguyur areal pelatihan sehingga membuat Arif dan peserta yang lain menjadi basah. Mereka pun tetap diam menunggu di posisi yang sama Tampa melakukan gerakan sedikitpun


"Ini juga sebagai pelajaran untuk kalian. Saat kalian melakukan misi apapun yang terjadi menyelesaikan misi adalah yang utama," Ucap kopral Jhon dengan tegas Tampa ada keraguan sedikitpun dari ucapannya


Satu hari pun berlalu dan udah masuk waktu siang. Terlihat Arif dan peserta yang lain masih menunggu di tempat yang sama tampa berpindah sedikit pun. Terlihat dari wajah mereka yang udah mulai pucat dan bibir mereka yang udah mulai pecah-pecah yang membuat mereka tetap bertahan adalah tekat untuk menyelesaikan misi


Orang-orang yang berada di dalam ruangan pun mulai menyemangati peserta yang berlomba. Karena itu yang bisa mereka lakukan untuk membantu para peserta yang sedang berlomba. Peserta lain pun mulai mencapai batasnya di mana saat dia membidik ke arah tujuan target dia pun tertidur sehingga tidak ada sengaja untuk menembakkan senjatanya. Melalui pengeras suara peserta yang menembakkan senjatanya pun di nyatakan gagal


Suara teriakan pun terdengar dimana mereka tidak mencemooh yang gagal. Tetapi menyemangati agar dia tak patah semangat

__ADS_1


" Kopral apakah kami yang menang dalam perlombaan ini ," tanya jali ke kopral Jhon dengan wajah yang bersemangat


"Iya kalian menang dalam pertandingan ini. Tapi belum menyelesaikan misi," Ucap kopral Jhon dengan harapan Arif dapat terus bertahan sampai menyelesaikan misi untuk dapat menembak target


Yang berada di dalam ruangan pun menjadi tegang dimana kondisi Arif yang udah mulai gak ada tenaga. Membuat pertandingan itu bukan masalah melawan peserta lain melainkan Arif melawan waktu


"Apakah masih ada peserta yang masih bertahan," Tanya komandan Antonio ke kopral Jhon melalui walkie talkie


" Masih ada yang bertahan komandan dan saya rasa dia dapat bertahan sampai akhir komandan," jawab kopral Jhon dengan rasa bangga karena dia merasa telah berhasil mendidik seorang yang sangat berbakat


Malam pun tiba komandan Antonio pun mulai bergerak di mana dia di kelilingi oleh beberapa orang yang bertindak seperti penjaga


" Semangat Rif kamu pasti bisa Rif," teriak Samuel di dalam ruangan di ikuti dengan teriakan seluruh orang yang berada di dalam ruangan

__ADS_1


Arif yang udah melihat target berusaha untuk membidik target tetapi begitu sulit. Dimana pandangan Arif yang mulai kabur tetapi Arif tetap berusaha untuk fokus dan mulai menembak walaupun dengan jari tunjuk yang gemetaran karena kondisi Arif yang begitu lemah


Dorrrr


Dengan suara tembakan yang di lepaskan suasana pun menjadi sunyi karena perhatian mereka mengarah ke target tembak di mana peluru yang di gunakan itu tidak berbahaya. Komandan Antonio pun memberikan tanda bahwa di terkena tembakan ke arah dada


Horeeeee


Ucap seluruh orang yang berada di dalam ruangan dan mereka pun langsung lari menuju tempat Arif. Saat sampai di tempat Arif mereka pun langsung mengangkat Arif ke atas dan melemparnya ke atas tanda selamat untuk Arif yang berhasil menang dalam perlombaan


" Selamat telah berhasil memenangkan pertandingan ini," ucap komandan Antonio ke Arif sambil terus menepuk pundak Arif


" Untuk sekarang kalian boleh beristirahat dan lomba akan di lanjutkan beberapa hari lagi sampai kondisi kalian semuanya siap," perintah komandan Antonio yang juga di temani oleh kopral Jhon

__ADS_1


"Kalian semua udah boleh bubar," kopral Jhon memberi perintah ke peserta


"Siap," jawab mereka semua


__ADS_2