Mencoba Melawan Takdir

Mencoba Melawan Takdir
8. danau


__ADS_3

tak berapa lama HARCEL pun memegangi tangan Arif


Rif terima kasih telah membuat hidup ku penuh warna Rif sebelum nya hidupku begitu hampa


nampak di wajah HARCEL memancarkan kesedihan gak terasa air mata HARCEL pun jatuh


bukan kamu yang harus bilang terima kasih tapi akulah yang harus bilang kerena di rimu udah membuat diriku menjadi ada tujuan


Arif sambil menghapus air mata HARCEL karena mereka berada dalam mobil dan jarak mereka terlalu dekat Arif pun merasa hal yang aneh dadanya terasa sesak begitu pula dengan HARCEL nafas mereka berdua semakin meningkat HARCEL pun langsung mengecup bibir Arif dan Arif pun langsung membalas kecupan dari HARCEL suasana malam yang sangat mendukung dan banyak suara hewan yang seperti menyemangati mereka yang berada di dalam mobil


saat Arif sedang berciuman Arif pun mulai melakukan pergerakan dengan meraba tubuh HARCEL yang sangat indah yang membangkitkan gairah saat mereka akan masuk ke tahap berikutnya Arif melihat wajah HARCEL yang udah memerah seperti ketakutan Arif pun berhenti sambil melihat ke luar menghadap danau


kenapa Rif hahahaha kenapa kamu berhenti Rif


nafas HARCEL yang terlihat memburu bukan Arif gak mau bercumbu sama HARCEL tapi saat melihat wajah HARCEL arif pun merasa kasihan

__ADS_1


aku gak mau menjalani hubungan ini dengan cara yang gak sehat karena bagiku dirimu adalah hidupku


HARCEL yang mendekati Arif pun marah sambil menggigit tangan Arif sampai meninggal kan bekas dan Arif hanya diam saja atas apa yang di lakukan HARCEL


kamu brengsek Rif


HARCEL pergi sambil membawa mobil dan meninggalkan Arif sendiri di dekat danau


keesokan harinya Arif yang biasa kerja paruh waktu merasa bingung karena sejak malam itu HARCEL seperti menjauh dari Arif yang membuat Arif gak fokus untuk melakukan rutinitasnya sepulangnya Arif kerja dia berusaha untuk dapat bertemu dengan HARCEL tapi gak juga mendapatkan kesempatan


kenapa kamu menghindar dari ku HARCEL apa aku punya salah terhadap mu


Arif yang berbicara sambil berusaha untuk menahan pintu agar HARCEL gak keluar


gak kamu gak salah Rif aku hanya malu untuk bertemu dengan mu Karena aku seperti wanita murahan kemaren Rif

__ADS_1


HARCEL berbicara sambil menundukkan kepalanya ke bawah


kamu gak salah cel aku aja yang terbawa suasana malam itu aku minta maaf juga ya


saat mereka masih ngobrol terdengar ketukan dari yaitu assisten dari HARCEL


buk CEO memanggil ibuk untuk datang ke kantor CEO buk


setelah itu pun assisten itu pun pergi


Rif kamu harus pergi sekarang Rif nanti terjadi masalah jika kamu ketahuan Rif


HARCEL sambil mendorong Arif untuk keluar agar Arif gak ketahuan oleh papa nya HARCEL yang menjabat sebagai CEO perusahaan yang cukup terkenal malahan perusahaan mereka udah merambah ke kancah Nasional Arif pun pergi dengan melambaikan tangan nya ke arah HARCEL


HARCEL pun membalas dengan senyuman

__ADS_1


__ADS_2