Mencoba Melawan Takdir

Mencoba Melawan Takdir
37. kompetisi


__ADS_3

Pertarungan pun terjadi di mana Arif tidak begitu ke kerepotan untuk melawan musuh karena Arif yang sekarang begitu tangguh di mana dalam kelompok Arif salah satu yang terkuat


Pertarungan selanjutnya pun di lakukan oleh Samuel. Samuel dapat menang dari pertarungan walaupun dengan usaha yang sangat keras di mana yang menjadi lawan Samuel juga memiliki kemampuan seni beladiri yang bagus.


" Pertandingan selanjutnya aku yang akan bertanding," ucap jali yang sangat bersemangat untuk bertanding


" Untuk kali ini aku aja yang akan bertanding sebaiknya kamu jadi penonton aja jali," jawab Robi yang meminta untuk bertanding


"Iya sebaiknya Robi aja yang bertanding karena untuk seni beladiri dia lebih unggul dari mu jali," Arif memberikan pendapatnya karena dia dapat menilai bahwa seni bela diri Robi dan juga tubuh nya lebih besar dari jali


Pertandingan pun di mulai di mana pertandingan terjadi sangat sengit walau pun Robi dapat menang dengan cara membanting lawan dengan cukup keras


" Pertandingan untuk seni beladiri di menangkan oleh kelompok serigala salju. Pertandingan selanjutnya kita ada kan besok," ucap kopral Jhon dengan tegas supaya mereka dapat. Mengatur strategi untuk memenangkan kompetisi


Arif dan yang lain pun kembali ke asrama dan mencoba untuk membuat strategi untuk memenangkan pertandingan agar mereka dapat menjadi pasukan khusus utama

__ADS_1


"Saya harap tidak ada yang keberatan jika saya yang akan bertanding," ucap Arif karena dia merasa dirinya memiliki tanggung jawab untuk membuat kelompok mereka menjadi juara


"Kalau aku gak masalah sih kamu yang maju karena di antara kami kan. Nilai menembak terbaik kan dirimu Rif,"ucap salah satu orang yang berada di dekat Arif karena dia yang selalu mencatat atau pun membuat data tentang perkembangan kelompok serigala salju


"Rif kamu jangan sampai merasa terbebani dengan menjadi ketua kelompok Rif karena kami udah menganggap dirimu sebagai keluarga," Ucap Samuel sambil menepuk pundak Arif


"Terima kasih Samuel aku menjalani ini karena aku suka Samuel," ucap Arif


"Kalau begitu untuk menjinakkan bom aku yang akan bertanding. Karena aku sangat yakin akan kemampuan ku," Jawab jali yang terlihat bangga dengan kemampuannya


Setelah membuat rencana mereka pun lanjut untuk latihan karena mereka udah terbiasa untuk latihan. Itu semuanya mereka lakukan agar mereka dapat di terjunkan dalam misi apapun


Keesokan harinya mereka berkumpul di lapangan tempat latihan menembak dan mereka yang akan bertanding berdiri di depan kelompok mereka


"Untuk lomba kali ini adalah tentang membunuh target kalian Tampa di ketahui oleh musuh kalian apakah kalian paham," Ucap kopral Jhon yang memberi tahu tentang peraturan pertandingan kali ini

__ADS_1


"Siap paham kopral," jawab mereka serentak dengan suara yang bersemangat


"Baik kalian yang ikut lomba silakan memilih tempat kalian untuk bersembunyi dan menunggu target datang," perintah kopral Jhon ke peserta lomba


Arif dan peserta yang lain pun mencari tempat yang strategis untuk melakukan serangan agar mereka dapat menang dalam pertandingan ini. Sedangkan peserta yang lain di suruh untuk masuk ke sebuah ruangan yang telah tersedia monitor yang mengawasi Arif dan peserta yang lain


"Kenapa target belum juga muncul. Udah lewat dari setengah hari," Tanya jali ke peserta yang lain


"Iya! Juga yang kau bilang jali.Apakah ada maksud tertentu dari lomba ini," tanya Samuel ke orang yang berada di dalam ruangan itu.walaupun mereka berbeda tim tetapi itu bulan jadi masalah bagi mereka karena mereka semua udah seperti keluarga


"Dari yang kutahu biasanya lomba menembak.kita akan di minta untuk menembak target siapa yang cepat," jawab salah seorang dari kerumunan


Yang lain pun setuju dengan ucapan yang di sampaikan oleh orang itu.tak berapa lama kopral Jhon pun masuk dalam ruangan


"Saya akan menjawab rasa penasaran kalian tentang lomba ini," Kopral Jhon berbicara sambil melihat sekeliling menyapu seluruh ruangan

__ADS_1


"Yang pertama lomba ini menentukan siapa yang tetap sabar menunggu target datang. Juga melihat seberapa lama peserta lomba dapat bertahan dari tekanan mental rasa lelah fokus mereka," Penjelasan dari kopral Jhon ke peserta yang berada di dalam ruangan


__ADS_2