Mencoba Melawan Takdir

Mencoba Melawan Takdir
6.permulaan yang baik


__ADS_3

Sesampainya Arif di rumah dia pun bingung entah keberanian dari mana dia dapatkan sehingga dia berani untuk menyampaikan perasaan nya . Setidaknya aku udah berusaha kalau memang dia gak ada perasaan terhadap ku gak apa-apa mungkin dia emang gak jodohku setidaknya aku udah berusaha . Arif bergumam sambil duduk di teras rumahnya . Di lain tempat terlihat sebuah kamar yang sangat mewah dan berkelas duduklah seorang wanita sambil memandangi cermin yang di depan nya


Entah kenapa aku merasa sangat bahagia saat Arif menyampaikan perasaan nya kepadaku aku sangat ingin bersama Arif tetapi . ... .... HARCEL pun terdiam dari ucapan yang dia keluarkan karena terbayang siluet seorang pria paruh baya yang terlihat sangat tegas dan berkarisma tetapi juga terlihat di wajahnya yang seakan menyembunyikan kekecewaan yang gak di ketahui


. Tetapi aku gak mau mengecewakan papa karena papa cuman punya diriku cukup ibu aja yang mengecewakan papa aku gak mau papa kecewa terhadapku .


Jawab HARCEL Dia pun berdiri dan langsung mendekati tempat tidur agar dapat berbaring dan beristirahat


Keesokan harinya Arif datang ke taman kota dia udah memantapkan hati nya apapun jawaban yang akan di berikan oleh HARCEL walaupun nanti jawaban yang akan membuat Arif kecewa tak berapa lama HARCEL pun datang dengan pakaian yang terlihat sederhana dan makin menambah kecantikannya


cukup lama mereka duduk di taman hanya diam Tampa ada kata yang keluar sedikit pun dari mereka Arif pun memberanikan diri untuk mulai berbicara


. maaf soal kemaren aku yang terlalu mendadak untuk menyampaikan perasaan ku yang udah gak bisa ku tahan

__ADS_1


lalu Arif pun tertawa . hahahaha anggap apa yang ku ucapkan kemaren hanya sebagai candaan saja dan apakah kita masih tetap bisa berteman..


tanya Arif ke HARCEL


gak apa-apa aku memang ada rasa sama mu Rif tetapi aku gak bisa menjalani hubungan ini kalau gak ada restu dari papa ku Rif


HARCEL berbicara sambil tersipu malu


tanya Arif sekali lagi untuk memastikan apa yang di dengar bukan ilusi


HARCEL pun langsung mencubit pinggang Arif. Arif pun langsung berdiri


aduhdudu hahahaha ternyata ini bukan mimpi tenang jangan kan meminta restu lautan api pun kan ku lalui

__ADS_1


jawab Arif sambil berdiri dia berbicara dengan suara yang keras orang orang pun yang Ada di sana pun melihat ke arah mereka


Arif pun membungkukkan badan sambil mengucapkan maaf ke orang yang melihat mereka . untuk menghabiskan waktu mereka saling bercanda dan juga bermain music seperti manusia yang sedang di mabuk cinta karena hari sudah malam mereka pulang dengan Arif mengantarkan HARCEL untuk pulang ke rumahnya untuk pertama kalinya


saat tiba di depan rumah HARCEL Arif pun terkejut dengan rumah HARCEL yang begitu besar dan mewah


HARCEL pun bertanya


apakah kamu mau mampir dulu untuk ke temu sama papa ku Rif .


gak untuk sekarang belum waktunya seorang musafir harus tahu kapan waktu yang tepat


jawab Arif sambil berbalik pergi sambil memikirkan cara yang ampuh untuk membuat luluh hati papanya HARCEL bagi Arif persiapan nya harus sempurna agar nanti dia tidak kecewa di sepanjang jalan Arif terus bernyanyi lagu cinta seperti hatinya sangat bahagia hari ini

__ADS_1


__ADS_2