Mencoba Melawan Takdir

Mencoba Melawan Takdir
41. kenangan


__ADS_3

Arif pun mematikan telfon dan. langsung menyewa sebuah kamar di penginapan untuk beristirahat.


Keesokan harinya Arif udah menunggu Mitsuki di depan bar tempat mereka membuat janji untuk bertemu. Dari jauh Arif dapat melihat seorang wanita yang berpenampilan menarik dengan rok yang selutut dengan pakaian atas yang sesuai


" Apa kamu udah lama datang?" Tanya Mitsuki ke Arif yang udah lebih dulu datang darinya


"Gak kok aku baru aja sampai," jawab Arif


"Gimana kabarmu Mitsuki," tanya Arif


"Aku baik Rif. Yuk kita ngobrol sambil jalan," ajak Mitsuki


Mereka pun mulai jalan dan berkeliling kota neon. Sambil bercerita tentang apa aja yang terjadi selama mereka tidak bertemu


"Rif sebelum kamu memutuskan untuk bergabung dengan pasukan khusus. Kamu kerja apa Rif," tanya Mitsuki ke Arif


Cukup lama Arif diam mendengar pertanyaan dari Mitsuki. Karena pertanyaan itu seperti mengingatkan Arif ke masa lalu yang pengen di lupakan


"Maaf Rif jika pertanyaan ku membuat mu sedih Rif," ucap Mitsuki yang melihat raut wajah Arif


"Gak apa-apa Mitsuki," jawab Arif


"Aku mencari uang dengan cara bermain biola," jawab Arif sederhana dari pertanyaan Mitsuki


"Jadi kamu bisa bermain biola Rif," tanya Mitsuki yang terlihat penasaran

__ADS_1


" Ya bisa. Bahkan para gadis tergila gila saat aku bermain biola," ucap Arif dengan bangga


"Kalau gitu aku pengen lihat kamu main biola Rif," ucap Mitsuki sambil memohon


"Ya pasti aku akan memainkan biola untuk mu," jawab Arif sambil mengusap kepala Arif


Hari pun udah makin larut mereka memilih untuk pulang. Dan beristirahat mereka pun membuat janji untuk bertemu lagi besok.


Keesokan harinya Arif dan Mitsuki pun bertemu saat Arif melihat Mitsuki datang dia melihat Mitsuki membawa sesuatu di punggungnya


"Apa yang kau bawa Mitsuki," tanya arif yang penasaran dengan apa yang di bawa Mitsuki


"Tapi kamu kan udah janji mau bermain biola untuk ku," jawab Mitsuki sambil memberikan sebuah kotak ke Arif


Arif pun melihat kotak yang di berikan Mitsuki saat dia membuka kotak itu dia melihat sebuah biola yang sangat bagus. Dia pun mengingat masa lalu yang penuh kenangan dimana dia dengan bermain biola dapat bertahan hidup dan bertemu dengan teman juga dapat merasakan cinta walaupun harus kecewa


"Sangat bagus Mitsuki aku sangat suka," ucap Arif mulai memainkan biolanya


"Ayo mainkan Rif," ucap Mitsuki


Arif pun mulai memainkan biolanya dimana Mitsuki sangat kagum dengan keahlian bermain biola Arif. Banyak orang yang berhenti saat melintas karena mendengar suara biola yang di mainkan Arif sangat merdu


Arif pun selesai memainkan biolanya. Tepukan tangan pun terdengar dengan sangat keras di mana orang-orang sangat terhibur dengan penampilan Arif


"Ternyata kamu sangat hebat dalam bermain biola Rif," ucap Mitsuki yang terus memberikan tepukan tangan untuk Arif

__ADS_1


"Terima kasih," ucap Arif sambil melihat sekeliling dengan membungkukkan badannya ke arah orang yang berkumpul


Keramaian pun mulai bubar dan tinggallah Arif dan Mitsuki berdua


"Rif apakah masih ada kesempatan Untuk ku di hati mu Rif ," tanya Mitsuki ke Arif dengan penuh harap


"Hhhhhh," suara helaan nafas


"Kamu kan udah ku anggap sebagai adikku sendiri," ucap Arif menghibur Mitsuki


"Sebegitu besar kah rasa luka mu Rif?" Tanya Mitsuki sekali lagi dengan mata yang udah mulai berair


"Iya! Ku harap kamu dapat mengerti," ucap Arif


Arif sebenarnya udah tau tentang perasaan Mitsuki ke padanya. Tetapi dia lebih memilih untuk tetap menutup hatinya karena bagi Arif di hatinya masih ada HARCEL


Mitsuki pun menangis di pelukan Arif karena dia masih berharap Arif dapat membuka hatinya walaupun sedikit. Karena selama ini Mitsuki yang selalu di kejar oleh lelaki tetapi setelah dia bertemu Arif entah kenapa dia menjadi terobsesi dengan Arif


" Kamu pasti bisa mendapatkan lelaki yang baik," ucap Arif sambil menghibur Mitsuki


"Tetapi kamu telah mengisi hati ku Rif ," ucap Mitsuki


"Setidaknya kamu harus mencoba," ucap Arif mencoba untuk meyakinkan Mitsuki untuk mencari lelaki lain


"Baik aku akan coba. Jika kamu membuka hati mu untuk yang lain harus aku yang pertama ya," ucap Mitsuki sambil menyodorkan jari kelingkingnya. Tanda membuat janji

__ADS_1


"Baik ," ucap Arif juga menyodorkan jari kelingkingnya untuk membuat janji


Selama masa libur Arif lebih sering menghabiskan waktu bersama Mitsuki sampai waktu libur Arif mau habis


__ADS_2