MENGABDI PADA 2 NEGARA

MENGABDI PADA 2 NEGARA
BAB 10 : PERTANDINGAN YANG MENDEBARKAN


__ADS_3

*Dayan,aku harap kau mengingat kembali


ancamanku semalam* Batin Kamizawa


SEMALAM.


KLONTANG.....!!!!!


Sebuah wadah yang berisi banyak makanan itu di hempaskan ke lantai. Dayan,Agus dan Bimo kaget melihat prilaku Kamizawa terhadap mereka. Ketika mereka sedang asyik makan makanan yang diberikan Kawada kepada mereka,ia justru malah mencampakkan nya begitu saja.


"APA YANG KAU LAKUKAN KAMIZAWA!!!! APA SALAH KAMI PADAMU!!!" Teriak Bimo


"Bimo sudahlah,jangan melawannya" Larang Agus


"Kalian ancing ancing kecil mau melawanku,MIMPI SANA"


BUK....!!!!


ARRRRGGGHHHH


"BIMO.....si*l,APA YANG KAU INGINKAN HA!!!!"


BAAAAMMM!!!!!


AAARRRRRGGGGHHHH


"BANG AGUS!!! BANG BIMO!!! Si*l,Brengs*k,APA YANG SEBENARNYA KAU INGINKAN HA!!!!" Bentak Dayan


"He,hehehe....kau ingin tau? Baiklah,akan kubeli tau. Aku ingin kau dipeltandingan nanti kau harus mengalah"


"APA!!! MAKSUDMU...."


"Ya,kau halus mengalah. Pak Kolonel halus memenangkan perltandhingan ini. Kau faham?"


"Tapi....kenapa....?"


"KENAPA!!!! (Menggenggam dagu Dayan) Kalena kau anak yang berlbahaya. Kau pasti bisa menang dengan mudah di perltandingan besok. Kalau itu terljadi maka,halga dili kami sebagai plajulit kaisar akan telnodai. Dan kami,akan diperlmalukan oleh divisi divisi kaisarl yang lain. KAU FAHAM HA!!!!"


"ugh,k-kau bajing*n. Untuk apa aku harus menuruti perintah dari seorang sampah sepertimu,Ugh...."


"Kenapa....Kalena kau halus. Kau halus mengikuti pelintahku atau...kau akan melihat teman teman dan pacarl kesayanganmu mati dengan mengenaskan"


"A...apa....?"


"Dayan,le-lebih baik kau....ikuti kemauannya" Ujar Agus


"Agus,dari dulu sampai sekarang,ugh...kau...selalu saja pengecut. Sudah cukup aku yang menjadi korban. Jangan kau...berani mempengaruhi orang lain lagi,biarkan ia....argh....melakukan apa yang ia inginkan. DAYAN!!! JANGAN TERIMA AJAKANNYA!!! INGAT PRINSIP MU,INGAT IMPIANMU!!! JANGAN KAU....DENGAN MUDAH DIPENGARUHI OLEHNYA!!!!" Teriak Bimo


"Kau...bodoh,kalau kau melawan...kau...akan mati oleh...."


"WATASHI YO KUDASAI!!! YARO!!! Dor....." (JANGAN MENGHALANGIKU!!! BAJING*N!!!)


AAARRRRGGGHHHHH


"BIMO.....!!!!!"


Kamizawa pun menembak paha kiri Bimo. Bimo pun menjerit kesakitan. Genangan darah pun mulai membasahi tubuh nya. Akhirnya ia pun pingsan disitu.


"BIMO.....h~h~hiks,BIMO...." Tangis Agus


"Kau lihat kan sekalang. Saat ini kalian halusnya berltelima kasih padaku kalena ia tidak kubunuh. Jika kau belani menolak pelintahku sekali lagi maka,ke enam teman teman mu ditambah 2 teman ballumu itu akan mati olehku,KAU MENGERLTI HA!!!"


"Dayan....terima saja perintahnya....ugh,saat ini pikirkan nyawa teman temanmu dulu. Setelah itu kau baru memikirkan...apa yang ingin kau lakukan selanjutnya,argh..." Ujar Agus menahan sakit


"Oh,tampaknya temanmu yang satu itu cukup bijak. Jika kau tak ingin melakukannya,pikirlkan nasip teman temanmu itu. Apa kau ingin,meleka mati...."


"Baiklah" Sahut Dayan


"Aku terima. Aku...aku akan menerima perintahmu. Tapi tolong,jangan sakiti teman temanku" Tambahnya lagi


"He....terlnyata tidak sulit ya untuk membujuk seolang bocah seperltimu. Baiklah,itu bagus. Aku akan menikmati perlunjukanmu besok. Kuhalap kau tidak mengecewakanku" Ujar Kamizawa


Kamizawa pun pergi dari situ. Sang sipir pun kembali mengunci sel dan berjaga di luar. Agus pun menghampiri dayan sambil menahan rasa sakit di perutnya karena ditendang oleh Kamizawa tadi. Ia pun merobek lengan bajunya dan menutupi luka pahanya Bimo yang tertembak.


"Saat ini,ia kehabisan banyak darah. Inilah alasannya kenapa aku melarang kalian untuk tidak melawan mereka" Ucap Agus sambil mengikat kain di pahanya Bimo


"Kenapa....."


Eh?


"Kenapa,kenapa kau begitu takut kepada mereka"


"KARENA KAU AKAN MATI JIKA...."


"lalu kenapa,jika aku mati,HA!!!! (menoleh ke arah Agus dengan tatapan mata yang tajam) Banyak rakyat yang tidak bersalah,menderita dan mati karena ulah mereka. Padahal mereka selalu mengikuti kemauan para pemimpin jepang itu. Tapi kenapa mereka masih dibunuh?"


I...itu.....


"Jangan bicara lagi. Kau tidak layak menjadi penduduk di negeri ini. Kau...hanyalah seorang sampah yang tidak berguna. Yang hanya bisa diperbudak dan dicampakkan oleh mereka. Kau,tidak layak disebut manusia. Kau....lebih buruk dari sampah"


Cukup......


"Kau tidak memikirkan penderitaan rakyat. Kami,para pejuang yang selalu menghadapi kematian tidak pernah terbesit dipikiran kami sekalipun untuk takut menghadapi mereka. Sedangkan kau...malah takut dengan ancaman kecil seperti itu"


Sudahlah....kumohon.....


"Kau,tidak pantas disebut manusia"


"KUBILANG CUKUP!!! AKU AKUI KALAU AKU ITU PENGECUT!!! AKU....AKU....AKU SUDAH DITAKDIRKAN UNTUK MENJADI PECUNDANG SEJAK LAHIR. aku...aku...SELAMA INI AKU SELALU DI EJEK DAN DIHINA OELH TEMAN TEMAN SEUSIA KU!!! barulah setelah aku bertemu dengan Bimo,aku merasa....aku merasa bahagia. Aku merasa hidup kembali. karena itulah,aku....hiks,AKU TAK INGIN KEHILANGAN ORANG YANG KUSAYANGI LAGI!!! IA SUDAH SEPERTI ADIK BAGIKU!!!" Teriak Agus.


Air mata mulai membasahi pipinya. Ia mulai menangis karena mendengar perkataan Dayan tadi. Dayan yang melihatnya merasa sedikit iba. Ia pun berdiri dan membelakangi mereka.


"Aku faham,aku faham penderitaanmu selama ini. Untuk itu aku akan memaafkanmu. Tapi ingatlah satu hal,mulai hari ini dan seterusnya,kau bukanlah siapa siapa lagi di hadapanku. Kau,jangan coba coba untuk berbicara padaku lagi. Mulai hari ini,kau,hanyalah orang asing bagiku. Kau mengerti"


HA.... (Kaget)


"Sampai jumpa. Kuharap setelah keluar dari sini aku tak kan pernah melihatmu lagi,seumur hidupku"


"I~I~I....Sial....Ma...maaf....


"Sudah terlambat"


Dayan pun pergi ke pojok dinding dan bersandar disitu. Ia pun tidur untuk menenangkan dirinya. Sementara itu,Agus terdiam dan menangis meratapi sahabatnya yang tidak sadarkan diri. Ia pun menyandarkan kepala sahabatnya itu di pahanya. Ia pun tertidur sambil duduk dan terus memimpikan kejadian kejadian tadi yang menimpa mereka.


Kembali ke Arena.


Dayan dan Kawada pun sudah bersiap untuk bertarung. Kawada pun mulai mendekati Dayan dengan sikap kuda kuda Judo miliknya.


"Kuhalap kau tidak menahan dilimu,Dayan"


"Huh,tentu saja"


Dayan pun mulai membentuk sikap kuda kuda silat miliknya. Lalu....


HIYAAAAAA.......


BAAAAAMMMM!!!!


Pertandingan pun dimulai.


BAM BAM BAM BAM....BUK BAM BAM....


Perkelahian itu pun mulai membuat para penonton bersemangat. Mereka terus mendukung jagoan mereka masing masing sambil menikmati jalannya pertandingan.

__ADS_1


AYO ANAK MUDA!!! KAU PASTI BISA!!!


AYO DAYAN.....


BERJUANGLAH DAYAN!!! JANGAN MENGECEWAKAN KAMI!!!


*Teman teman,saat ini aku bingung. Apa aku harus mengalah,atau...aku harus menang* Batinnya


BUK BUK BAM BAM.....BAM BAM BUK!!!!


*Dia lebih lemah dari yang sebelumnya. Apa yang ia pikirkan? Jangan jangan ia,sengaja mengalah* Gumam Kawada dalam hati


*Bahkan,jika kau sengaja mengalahpun. Aku akan tetap,mengeluarkan seluruh kemamluanku!!!*


HIYAAAAA.....


BUUUUKKKKK!!!!!


"ARGHHHHHH......."


1 pukulan keras pun menghantam Dayan di bagian dada. Kemudian....


"LASAKAN INI!!! TENDANGAN JUDO ANDALANKU!!! HIYAAAA....!!!!"


BAAAAAAMMMMM.......


"UKH............"


GUBRAKKK......


"Dayan pun terhempas. Hidungnya bercucuran darah karena terkena tendangan telak dari Kawada"


YO.....SENSEI!!! KIMI WA YO SUBHARASHI!!!


ANATA WA KURU,SENSEI!!!!


TAISA,KARE NO KARE NIE...SENSEI!!!


DAYAN......


DAYAN.....APA YANG KAU LAKUKAN!!!!


JANGAN KALAH SEPERTI INI!!! AYO...BANGKITLAH....


"Ukh,ini....ini menyakitkan"


*Hm,bagus Dayan. Ini lah yang kuinginkan. Teluslah mengalah sampai kau menyelah,dan pada akhilnya,kau akan mati....hehehehe....* Batin Kamizawa


"Ada apa Dayan. Kau jangan menahan dili. Ayo,berltalunglah sekuat tenaga. Jangan mengecewakanku"


"Ugh....kau memang kuat pak Kolonel. Tapi...aku takkan kalah semudah itu darimu!!!"


"He~~~~Nampaknya kau mesti dikasih pelajalan bial kapok. Hahaha...."


*Ugh...teman teman,maaf. Aku....aku harus mengalah demi kalian. Ugh...apa ini...kepalaku...argh....*


Dayan pun memegang kepalanya. Kepalanya tersasa sakit sekali. Ia pun mulai mengingat kenangan kenangan yang pernah ia lalui di masa lalu.


"*Berjuanglah nak,ibu mendukungmu"


"Kakak,meski kakak bukan kakak kandungku. Tapi aku percaya,suatu hari nanti,kakak akan jadi orang besar. Disaat itulah kakak akan memberikan mainan dan baju baju yang baru untukku"


"Dayan,meski kau masih sangat muda,semangat mu masih terus menyala seperti kakek waktu masih muda dulu"


"Nenek dulu bertemu kakek ketika nenek berhasil kabur dari penjaranya Belanda. Kalau nenek saja berani,kenapa cucu nenek yang paling tampan dan kuat ini harus takut. Bukankah begitu Dayan?"


Dayan,paman ini sudah tua. Kau jangan mengikuti jejak ayahmu. Kau harus terus berjuang untuk memerdekakan negeri yang kita cintai ini. Percayalah,tahun tahun yang dimana kita terus disiksa,dilecehkan,direndahkan,bahkan dihina dan dimaki maki suatu saat nanti pasti akan hilang. Untuk menghilangkannya,hanya ada satu cara. Yaitu,berkorban"


PAAAAAMMMM!!!!!


"AYAH SUDAH BILANG,JANGAN PERNAH BERBICARA SOAL REVOLUSI ATAU APAPUN ITU DI DEPANKU!!! SAAT INI KAU MESTI BERSYUKUR KARENA BELANDA MAU BERBAIK HATI PADA KITA. JANGAN PERNAH KAU PIKIRKAN MASALAH ORANG LAIN. KAU HARUS MEMIKIRKAN BAGAIMANA CARANYA AGAR KEHIDUPAN KITA INI BAHAGIA,BAGAIMANA CARANYA MENDAPAT UANG YANG BANYAK!!! KAU JANGAN PERNAH BERPIKIR UNTUK MATI BERSAMA SEKUMPULAN ORANG ORANG BODOH ITU DI LUAR SANA. KAU MENGERTI!!!"


"AYAH....JANGAN KASAR PADA DAYAN. DIA SUDAH BESAR,DIA BERHAK MENENTUKAN JALAN HIDUPNYA SENDIRI!!! KAU JANGAN MEMAKSANYA!!!!"


"DIAM KAU ISTRI TIDAK BERGUNA!!!.....Dor....."


AKHHHH........


"IBU*.............!!!!!!"


"Nak,Anakku yang pemberani....ugh. Kau,harus memikirkan....penderitaan orang lain juga ya. Kau,jangan terpengaruh oleh harta dan kekayaan di dunia ini. Ah.... Kau....harus terus menjalani hidupmu,kau harus menentukan,masa depanmu sendiri. Pergilah nak,berjuanglah,ibu mendukungmu"


*Ha!!! apa....apa yang telah kulakukan. Selama ini ibu selalu mendukungku. Keluarga dan teman temanku juga terus mendukungku. Aku,aku tak boleh mati seperti ini. Aku harus,meraih kemenangan. Aku tak boleh mengecewakan mereka yang tekah mendukungku. Terlebih lagi,aku tidak boleh,sampai mengecewakan IBUKU!!!!*


HIYAAAA.......!!!!!


BAAAMMMM.....!!!!!


ARGGGGHHHHH......


WOW.....SITUASI BERBALIK. KALI INI DAYAN TERUS MENERUS MENYERANG KAWADA. KAWADA TERLIHAT TERPOJOK!!!! APA KAH INI AKHIR DARI PERTANDINGAN INI? MARI KITA SAKSIKAN BERSAMA,PERTANDINGAN YANG MENDEBARKAN INI!!!!


*Sial,dia beltambah cepat. Kalau begini aku tak punya peluang untuk membalas


BUK BUK BAM BAM!!! BUK BUK BAM...BAM BAM!!!


AYO DAYAN.....BERJUANGLAH!!!!


KAU PASTI BISA DAYAN....!!!! KAMI PERCAYA PADAMU!!!!


ITU BARU KAWANKU. AYO DAYAN!!! SEMANGAT!!!!


*Sial!!! apa yang dilakukan bocah brengs*k itu. Aku menyuruhnya untuk mengalah. Kenapa ia sangat buas di atas arena itu. Brengs*k. Jika itu pilihanmu maka,aku akan membunuh semua teman temanmu itu (bahasa Jap)* Batin Kamizawa


Di Penjara.


Agus masih setia menemani Bimo. Detik detik terakhir dalam hidupnya akan segera berakhir. Agus pun mulai sadar dan merasa menyesal karena ia tidak pernah mendukung apa yang ingin dilakukan oleh sahabatnya,Bimo. Dalam suaranya yang samar samar,serta detak jantungnya yang semakin melemah,menjadi tanda tanda awal untuk menuju ke kehidupan selanjutnya.


"Ugh....a....a....agus. Kau....harus....terus berjuang...."


..................................................


"Bimo,sudah berakhir. Maafkan aku,hiks,maaf kan aku yang tidak berguna ini. Aku,aku menyesal Bimo,hiks,AKU MENYESAL BIMO!!!! Hu~u~u~u~u....hiks. Maaf,maafkan aku. Aku sungguh,minta maaf"


Agus pun membelai wajah nya untuk menutup mata nya yang agak terbuka. Ia pun meletakkan kembali kepala Bimo ke lantai dan menutup wajahnya dengan baju miliknya. Ia pun berdoa untuk sahabat yang sangat ia sayangi itu.


ARRRRRGGGHHHHH


Tiba tiba terdengar jeritan dari luar. Agus pun kaget dan berteriak.


"SIAPA DISANA!!!!"


Namun tak ada yang menjawab. Tiba tiba terdengar suara orang yang sedang berusaha membuka gembok penjara.


KLONTANG KLONTANG....TAK!!! SEEEEEEEEEENG...........!!!


"S...S...SIAPA KAU? APA YANG KAU INGIN KAN?" Tanya Agus agak takut


"Jangan takut. Aku disini ingin minta bantuanmu untuk menyelamatkan Dayan dan teman temannya" Ujar orang itu


"S...S...SIAPA KAU. DAN UNTUK...UNTUK APA KAU MAU MENYELAMATKAN MEREKA HA!!!"


"Perkenalkan,namaku....

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Kapten Darmo. Dan tujuanku adalah....ingin menyelamatkan mereka"

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2