
(Warning : Sudut pandang orang kedua dan ketiga)
3.....
NNNGGG......
2......
NNNGGG.......
SATU.....!!!!! Tak (menekan C4)
DUUUUUUAAAAARRRR......!!!!!
Kreeeeeek......Bam!!! (Suara jembatan runtuh)
Ledakan pun terjadi. Sedikitnya kendaraan yang dimiliki jepang adalah 10 truk,2 Jeep,dan 3 Tank.
Karena ledakan itu,2 truk berhasil dijatuhkan di sungai kecil itu. Namun,3 truk dan 1 jeep lain berhasil melewati jembatan sebelum jembatan itu meledak. Sisanya masih ada di seberang sungai.
"RASAKAN INI!!!"
DORDORDORDORDORDORDOR......!!!!
Tang tang tang tang tang tang....
ARRRGGGHHH.......
arrrggghhh...
aaakkkhhhh.....
aaakkkhhh...........
KOGEKI!!! (Serangan)
KOGEKI-SHA!!! (Siapa yang menyerang)
SHIRIMASEN!!! (Mana aku tau). KONO YÕGI-SHA NO NO KOHEKI!!! (ini serangan mendadak)
KAKUSHI!!! (Sembunyi). TEKI O MITSUKERU!!! (Cari musuhnya)
DORDORDORDOR....!!!!
Tang tang tang tang tang (Suara peluru mengenai tangki truk)
HAYAAAI!!! (Tiarap)
DUAAARRR!!!!
Kepanikan pun terjadi di barisan pasukan Jepang. Dayan pun terus menembakkan senapan mesinnya secara terus menerus. Hal ini membuat Jepang panik dan menjadi kacau. Sedangkan pasukan Jepang yang belum menyeberang juga mengalami kepanikan karena peluru senapan mesin yang ditembakkan juga mampu menjangkau mereka.
Kolonel Kawada yang merupakan pimpinan pasukan Jepang terjebak di perangkapnya Dayan. Sedangakan Sersan Kamizawa yang merupakan asistennya belum menyeberang dan tak bisa berbuat apa apa.
"TAISA,DAIJÕBU? (KOLONEL,KAU TIDAK APA APA?)" Teriak sersan Kamizawa
"HAI',DAIJOBUDESU,ANATA WA DAYÕ? (YA AKU BAIK BAIK SAJA,BAGAIMANA DENGANMU?!!) teriak Kawada balik bertanya
"HAI' WATASHI WA GENKIDĒ!!! (YA,AKU JUGA BAIK BAIK SAJA!!!)" Jawab Kamizawa
DORDORDORDORDOR......!!!!
Bang bang bang bang!!!
Tak tak tak.......
ARRRGGHHH......
AKHHHHHHH.........
HONTONI ITAĪ!!! AAARRRGGGHHHH...
TADA UTTE!!! SAKI NI UTE...!!!! Dor(TEMBAK SAJA!!! TEMBAK SAJA KE DEPAN!!! Dor.....)
Dor Dor Dor...Dor
DRDRDRDRDRDRDRDR.....(Bunyi senapan Serbu)
Bang bang bang....
"Sial,padahal hanya menembak asal asalan saja sudah hampir mengenaiku" Gumam Dayan
"HIYAAAA!!!!
DORDORDORDORDORDORDOR....!!!!
Tak tak tak
AAAAKKKHHHHH.......
GURANANADO O NAGERU!!! (LEMPARKAN GRANAD!!!)
HAIII....'!!!! Tik (bunyi menarik tuas granad)
wuuussshhhh DUUAAAAARRR!!!!!
"Ugh...Uhuk-Uhuk. Hampir saja. HIYAAA!!!"
DORDORDORDORDORDORDOR.....!!!
Dor Dor Dor...Dor Dor!!!
DRDRDRDRDRDRDRDRDR!!!
__ADS_1
"WATASHI NO CHIKARA!!! MORUTARU DE SORERA O MAMORŪ!!! (PASUKANKU!!! LINDUNGI MEREKA DENGAN MORTAR!!!)" Teriak Kamizawa memberi komando
HAAAIIII'......
Pasukan yang ada di seberang sungai pun mempersiapkan Mortar. Ternyata mereka memiliki 4 buah Mortar sedang yang ledakannya hampir setara dengan Artileri Ringan.
"(Meneropong) JUNBI KANRYÕ!!! (BERSIAP!!!)" Teriak Kamizawa
HAIII'....!!!!
"SHUTO...!!!! (TEMBAK!!!)" Teriaknya lagi
Tang....Tang....Tang....Tang....
IIIIIITTT........DUAAARRRR.....
DUAAAARRRR......
DUAAAARRRR......
DUAAAARRRR......
"(Kembali meneropong) JUNBI KANRYO!!!"
HAIIII'......!!!!
"SHUTOOO....!!!!"
Tang....Tang....Tang....Tang....
IIIITTT....DUARRR.....
DUARRR....
DUARRR....
DUARRR....
"Urgh...Sial. Sekarang malah Mortar. Aku harus menyelesaikan ini dengan cepat lalu mundur sesegera mungkin" Ucap Dayan
DORDORDORDORDOR!!!
ARRRGGGHHH........
*Kunsõ!!! Kore wa dõ? Kono mondai o kaiketsu suru hõhõ o kangaenakereba naranai (Sial!!! Bagaimana ini? Aku harus memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya.)* Batin Kawada
DORDORDORDORDORDORDOR!!!!
"Tak Tak (Suara Tarikan tuas senapan). SIAL!!! PELURU MALAH HABIS LAGI!!! Ini gawat,kenapa harus sekarang ha!!!" Geram Dayan
"Ah yatto. SUBETE!!! TEKI WA DANGAN O DASHIMASHITA. SORE WA WATASHITACHI NO KÕGEKI NO BANDESU!!! (Ah akhirnya. SEMUANYA!!! MUSUH SUDAH KEHABISAN PELURU. INI GILIRAN KITA UNTUK MENYERANG!!!)" Teriak Kawada
"HAI' SENSEI!!!"
"(Mengeluarkan samurai) TENNO HEIKA,BANZAI!!!"
BANZAAAIII!!!
"YO,APPŪ........!!!! (Ya,MAJUUUU)"
HIYAAAAAA!!!!
BANZAAAAIIII!!!
BANZAAAAIIII!!!!
"Urgh,sial.(mengambil MP40) HIYA.....!!!"
DorDorDorDorDor!!!
Bang Bang Bang Bang Bang!!!
AAARRRGGGHHH.......!!!!
SĀ....TEKI WA HITORIDAKE!!! (AYO....MUSUH HANYA 1 ORANG SAJA!!!!)
HAAAAAIIIII'!!!
"BESRISIK!!! KALAU MAU MATI,KATAKAN SAJA!!!"
DorDorDorDorDorDorDor!!!
AAAKKKHHH.......
SORE GA TAKIDESU!!! (ITU MUSUHNYA!!!)
KARE WA TADA ODOROKU BAKARIDESHITA!!! (IA HANYALAH REMAJA BIASA!!!)
DARE DEMO,SORE O KOROSU!!! (SIAPAPUN DIA,BUNUH SAJA!!!)
HAAAIII'!!!
Di tempat lain.
Lokasi : Rumah Wati dan bi Sukma
Aryo,Anto,Johan,Budi,Wati dan Bi Sukma baru tiba di rumah persembunyian mereka. Ternyata mereka tadi melarikan diri untuk menghindari serangan udara Jepang. Sekarang mereka datang kembali untuk menjemput Dayan.
__ADS_1
Kreeeeek....... (Suara membuka pintu)
"Hei,sssttt. Diam dan jangan bersuara" Bisik Aryo
"Siap Sersan!!!" Sahut mereka pelan
Aryo : Ayo,berpencar
Semua : Baik
Mereka pun berpencar dan memeriksa semua ruangan untuk menemukan Dayan. 5 menit kemudian mereka kembali berkumpul di ruang makan tadi.
"Bagaimana,apa kalian sudah menemukannya?" Tanya Aryo
"Belum. Bagaimana denganmu Johan?" Tanya Anto
"Aku masih belum. Bagaimana dengan ngana ha?" Tanya nya sambil melirik ke arah Budi
"Aku juga sama,kak Dayan tidak bisa kutemukan" Jawabnya
"Ibu,bagaimana nasib Dayan,hiks" Ucap Wati memeluk bi Sukma
"Tenanglah nak? tenang. Dayan itu kan kuat. Jadi ia pasti baik baik saja sekarang. Kau jangan khawatir" Ucap bi Sukma menenangkan
"Iya dek Wati,kamu tenang saja. Ia pasti baik baik saja,pasti. Berhentilah bersedih dan terus cari dia sampai ditemukan" Ucap Aryo
"Hiks,terima kasih. Aku senang mendengarnya (Mengelap air mata)"
NNNGGG......... (Suara mobil truk)
"(Bahasa Jap) SEMUANYA KELUAR...!!! KALIAN TAKKAN BISA KABUR DARI SINI...!!! MENYERAHLAH...!!!"
"Apa yang terjadi? Kenapa ada keributan di luar?" Tanya Aryo
"Sebentar,biar kuperiksa"
Anto pun mulai mengintip dari jendela. Ia ingin melihat siapa yang membuat keributan di depan rumah mereka.
"Ah,bang Aryo" Panggil Anto
"Ya,ada apa Anto?" Tanya Aryo
"Pasukan Jepang berkumpul di luar. Sepertinya mereka tau kalau kita ada di sini" Jawab Anto panik
"Oke tenanglah,jangan panik. Kita bisa kabur lewat pintu belakang"
Tiba tiba Budi datang dari dapur belakang. Ternyata ia baru memeriksa keadaan di belakang rumah itu.
"Gawat pak. Pasukan Jepang sudah mengepung kita dari semua sisi. Kita takkan bisa kabur dari sini" Ucap Budi
"APA?!!! BAGAIMANA BISA MEREKA MELAKUKANNYA?!!! APA ADA SEORANG PENGKHIANAT DI ANTARA KITA?!!! Sial. Kita harus berperang kalau begitu"
"Tidak bang. Abang jangan langsung mengambil tindakan tanpa memikirkan konsekuensinya. Di sini ada 2 wanita yang tidak biasa mendengar desingan peluru. Apa kau mau membunuh mereka juga?" Tanya Johan
"Lalu,apa saranmu?"
"Lebih baik kita menyerah. Itu lebih baik"
"Apa? Kau suruh aku menyerah pada tentara sialan itu?" Tanya Aryo
"Ya bang. Itu pilihan yang terbaik utuk kita. Percayalah,Dayan pasti akan baik baik saja" Saran Johan
"Ya bang,yang dikatakan Johan benar. Lebih baik kita menyerah saja. Jika kita mati,Dayan pasti takkan pernah memaafkan kita" Ujar Anto
"Tapi....(mengepalkan tangan) Fyuh....Baiklah. Ketika kita keluar,buang semua senjata kalian. Kita menyerah pada mereka"
"Siap Pak!!!"
Mereka berenam pun keluar dan membuang semua senjata mereka. Para tentara Jepang pun menangkap mereka semua.
Kembali ke Dayan.
"Huh-huh-huh-huh. AYO!!! SEMUANYA MAJU SEKALIGUS....!!! AKU MENANTANG KALIAN SEMUA....!!!" Teriak Dayan
HA?!!! SONO SHÕNEN WA DAREDESUKA?!!! (SIAPA BOCAH ITU SEBENARNYA!!!)
KAREWA WATASHITACI NO HOBO HANBUN O KOROSHITA!!! (DIA MEMBUNUH LEBIH DARI SETENGAH JUMLAH KITA!!!)
SOSHITE KARE WA HITO RIDESU!!! (DAN DIA SENDIRI YANG MELAKUKANNYA!!!)
KARE WA OMO YO!!! (DIA IBLIS!!!)
"sonoko wa daredasumuka? (Prajurit,siapa dia?" Tanya Kawada heran
"Wakarimasen sensei. Kare wa totsuzen watashitachi no hanbun o kõgeki shite koroshimashita. (Kami tidak tau pak. Dia tiba tiba menyerang dan membunuh setengah dari kami)" Jawab prajurit
"Yoshi. Nokori no heishi ni kodomo o kõgeki suru yõ ni meijimasu. (Baiklah kalau begitu. Perintahkan para prajurit yang tersisa untuk menyerang anak itu lagi)" Ujar Kawada memberi perintah
"Ah? Shikashi,sensei....(Ah? Tapi,pak....)"
"KORE WA CHŪMONDESU!!! (INI PERINTAH!!!)"
"Ah,H-H-Hai'!!! (Hormat)"
"Kare o korosanai koto o wasurenaide kudasai. Anata ga kare o korosanai kagiri,kare o kizutsukeru ka nanika o sa semasu. Raika suru? (Ingatlah untuk tidak membunuhnya. Buat ia terkuka atau apapun asal jangan membunuhnya. Mengerti?)
"Ah,HAI' SENSEI!!! (Hormat)"
Prajurit itupun berteriak.
"SUBETE,ANATA GA SORE O KOROSU KOTO WA ARIMASEN. KODOMO O TSUKAMAEYOU!!! ANATA WA SORE O MOTTE IRU KA,KOROSANAIDE Õ KUDASAI!!! (SEMUANYA,APAPUN YANG KALIAN LAKUKAN JANGAN MEMBUNUHNYA. TANGKAP ANAK ITU!!! KALIAN BOLEH MELUKAINYA ASAL JANGAN MEMBUNUHNYA!!!)"
HAI!!!'
"KOGEKĪ...!!! BANZAIII'!!!"
HIYAAAAA........!!!! BANZAIIII!!
"Huh-huh-hah-huh. Kalian...Benar benar membuatku kesal!!! HIYAAAA!!!!"
Dayan pun mengeluarkan senjata penyembur apinya. Ia pun kemudian membakar para prajurit Jepang yang tersisa.
AAAKKKHHH........!!!!
HOTTO,ONEGAISHIMASU!!! (PANAS,TOLONG AKU!!!)
UAAAAAAAAAKKKKKKHHHHH........ONEGAI,ONEGAI. HUAAAAAA....!!!!
Dayan pun tiba tiba berhenti. Ia tampak sangat kelelahan. Dan akhirnya....
"(Lemah) Tidak,tidak boleh. Aku,tidak boleh jatuh. Aku,masih mau menolong,gadis kecil itu. GUBRAK!!! (Pingsan)"
"Tsukamaero,Hayai!!! (Tangkap dia,Cepat!!!)"
"Ah,Hai sensei!!!"
Dayan pun dimasukkan ke dalam truk untuk membawanya ke markas utama Jepang di Hindia Belanda. Petualangan yang sebenarnya,baru saja dimulai.
BERSAMBUNG
__ADS_1