
"Ah....Kapten Darmo. Kapten memang sangat berbakat. Bagaimana kalau kapten ikut denganku? Aku bisa menaikkan pangkatmu menjadi Kolonel. Bagaimana?" ajak mj.OKASAKI
"Ha? Kolonel?"
"Ya,kau bisa jadi tangan kanan ku. Kau bebas memimpin seluruh pasukan berapapun banyaknya. Kau juga bisa bebas melakukan apapun yang kau mau. Bagaimana?" Tanya Okasaki lagi
"Errr....hm....akan kupikirkan" Ujarnya
"Oh baiklah. Datang lagi jika kau sudah memutuskan. Aku takkan memaksamu" Ucap Okasaki
"Terima kasih Mayor Jendral" Ucap Darmo
"Ya,tak masalah" Sahutnya
"Em...Mayor Jendral" Ucap salah seorang yang tiba tiba mengangkat tangan
"Ya,ada apa?" Tanya Okasaki
"Hm...anu...kalau boleh tau tempat markas militer PETA ini dibangun dimana?" Tanya nya
"Ah benar juga. Baiklah begini saja. Bagaimana kalau markas pusat dan pelatihannya itu kita fokuskan saja di Jakarta ini" Usul Okasaki
"Um Mayor Jendral" Ucap seseorang yang lain lagi
"Ya,Kolonel Kawada. Ada apa?" Tanya Okasaki
(Info singkat : kalian pasti bingung kenapa ketika waktu Agus menceritakan alasan ia dipenjara,ia menyebut Kawada dengan panggilan Letnan. Sedangkan sekarang ini Okasaki memanggilnya Kolonel Kawada. Itu karena setahun yang lalu Kawada masih berpangkat Letnan dan sekarang ia sudah naik pangkat menjadi Kolonel. Kalau kalian masih ragu,ciba cek epsd PERTEMPURAN YANG SENGIT di chapter sebelumnya. Disitu akan tampak status Kawada adalah seorang Kolonel. So,kalau sudah paham ayo Next ke cerita nya. Lanjut....)
"Jika boleh usul bagaimana jika kita pusatkan saja pusat pelatihannya di Bogor. Markas besarnya baru disini" Usul Kawada
"APA? Kenapa?
"Ya saya yakin Mayor Jendral pasti akan tertarik dengan hal ini. Seminggu yang lalu kami berhasil menangkap seorang anak yang kira kira berusia 16/17 tahun. Anak itu,ia luar biasa" Jawabnya
"Luar biasa? Luar biasa apanya?" Tanya Okasaki lagi
Iya luar biasa apanya
Hanya bocah ingusan yang umurnya baru 16 tahun malah dibangga banggakan
iya,kau terlalu melebih lebihkan
"Hahaha,aku tau. Kalian dengarlah dulu. Anak itu....membunuh 500 pasukan kita sendirian dan ahli strategi perang. Ia salah satu anak yang luar biasa yang ada di dunia ini" Jelasnya
APA? 500 PASUKAN
MANA MUNGKIN SEORANG ANAK KECIL BISA SEHEBAT ITU
JANGAN BERBOHONG
IYA,KAU PENIPU
"Kolonel,bagaimana kau bisa tau kalau anak itu sehebat yang kau katakan barusan?" Tanya Okasaki lagi
"Karena,aku hampir mati oleh anak itu" Jawabnya singkat
APA? KAU HAMPIR MATI?
BAGAIMANA BISA?
INI,TAK MUNGKIN KAN?
"Bisa kau ceritakan apa yang terjadi sebenarnya?"
"Tentu saja Mayor Jendral"
Kawada pun mulai menceritakan pertempuran 1 minggu yang lalu yang hampir menewaskannya. Para anggota rapat juga terkagum kagum mendengar penjelasan dari Kolonel Kawada.
"Aku berani bersumpah kalau itu benar adanya. Kau juga bisa pada sersan Kamizawa (menunjuk ke arah srsn.Kamizawa)" Tambahnya lagi
"Itu benar pak. Kolonel berkata jujur. Bahkan 4 Mortar pun masih bisa ia elak. Aku hampir gila karena perang itu. Waktu itu aku semangat sekaki karena akhirnya aku bisa bertempur melawan kelompor pemberontak itu. Tapi setelah di cek,ternyata orang yang membuat pasukan kami kocar kacir adalah seorang anak remaja yang baru matang" Terang Kamizawa
__ADS_1
"Hm...jadi maksudmu,kau ingin menjadikan anak itu sebagai instruktur pelatihan prajurit militer PETA,Begitu?" Tanya Okasaki lagi
"Hmm (mengangguk)"
"Oh,itu memang ide yang bagus. Tapi apa kau yakin kalau anak itu mau bekerja sama dengan kita?" Tanya Okasaki lagi
"Jangan khawatir,Mayor Jendral. Berikan saja ia sedikit harta dan wanita,maka ia sudah pasti menuruti apa pun perintah kita. Aku jamin itu" Jawab Kawada
"Hahaha....Bagus,bagus. Tak sia sia aku undang kakian semua kesini. Setelah rapat ini berakhir,kalian semua kuundang ke kediaman ku. Aku akan mengadakan pesta makan malam yang besar untuk seluruh anggota anggota yang hadir di pertemuan kali ini" Ucap Okasaki
YA HORE....AKAN ADA PESTA BESAR MALAM IN...HAHAHAHA
AKU SUDAH TAK SABAR LAGI
AKU INGIN MINUM SAKE YANG TERBAIK
HAHAHA...YA,ITU BENAR
Semua tampak bersorak gembira. Namun,tidak demikian dengan Kapten Darmo. Raut wajahnya terlihat dingin"
*Hm...Anak kecil berumur 16 tahun,yang mampu menghabisi 500 pasukan Jepang di satu pertempuran. Apakah....*
Flash back on
IIIITTTT....BOOOMMM!!!!
ARRRGGGHHH........
"KAWAN KAWAN KITA TAK BISA BERTAHAN LEBIH LAMA LAGI!!! KITA HARUS MUNDUR!!!bang bang bang"
Dor...Dor...Dor....
"LALU KENAPA KAU MENGATAKAN ITU PADAKU!!! Dor...Dor...."
"Dor...ITU KARENA KAU KERAS KEPALA!!! Dor Dor Dor....!!! KAU TAK KAN MUNDUR MESKI AKU SUDAH MEMBERI PERINTAH!!! Dor Dor Dor..."
Bang Bang Bang....
AAARRRGGGHHH....
SAKIIIIITTT!!!!
TOLOOOONG.....
"KAU SUDAH TAU KAN!!! KALAU BEGITU JANGAN MEMERINTAHKU LAGI!!! KALAU KAU MAU,KAU MUNDUR SAJA SENDIRI!!! AKU,AKAN TETAP DISINI. MERDEKA!!!!(Maju menyerang)"
"JANGAAAAN....!!!!
Dor Dor Dor...
Bang Bang Bang....
DRDRDRDRDR........
PAM IIIIITTTT.....BOOOOM!!!!
"HIYAAAAA.....MERDEKA!!!!!"
*Hari itu,untuk pertama kalinya aku melihat seseorang,yang sangat ambisius untuk merdeka. Ia maju pantang mundur,tak pernah mendengarkan perintah atasannya sama sekali. Hari itu juga,aku merasakan jiwa kesatria ku mampu dikalahkan oleh anak itu. Itu,merupakan sesuatu yang pertama kali aku lihat seumur hidupku* Batin Darmo
Flash Back Off
"Ya,tak salah lagi. Itu pasti,itu pasti Dayan. Dayan,kau memang hebat. Seharusnya kau dieksekusi langsung oleh tentara Jepang. Taoi,justru kau menjadi incaran penting bagi pimpinan pimpinan Jepang untuk menjadi instruktur militer. Apa jadinya,jika di negeri ini para pemuda di seluruh pelosok negeri mengikuti jejakmu. Pasti negeri ini akan aman dan tenteram" Gumamnya
Di penjara
"Apa kau yakin,kalau...itu adalah teman temanku" Tanya Dayan tak percaya
"Benar. Kau bisa tanyakan itu pada Bimo" Jawab Agus
"Benar,kami tak mungkin,HMMSS....membohongimu,HMMSS...." Ujar Bimo
__ADS_1
"Ha....Tak....tak mungkin. Kenapa tentara Jepang itu menangkap dan membawa mereka kesini. Aku...aku harus bicara pada pimpinan mereka. AKU HARUS BICARA DENGAN PIMPINAN MEREKA!!!"
"BOCAH SADARLAH!!! INI BUKAN DIRIMU!!! KAU TAK KAN BISA KELUAR DARI SINI!!!" Bentak Agus
"Ta,ta...tapi...."
"Itu benar nak,HMMSS....Kau dengarkan kami.HMMSS....Satu satunya yang bisa kita lakukan adalah,HMMSS,Mendoakan mereka,HMMSS...." Ujar Bimo
"Ukh...... (mengepalkan tangan). Aku tak bisa diam saja disini. MEREKA ITU TEMANKU!!!!"
"LIHAT DULU SITUASINYA BOCAH!!!! KALAU KAU MEMBERONTAK,KAU AKAN MATI!!!"
"AKU TAK PEDULI!!! KALAU KAU TAK INGIN MEMBANTU KU,MAKA KAU TINGGALLAH DISINI SEPERTI SEDANG MENGERAMI "ANAKMU!!!"
"JAGA LIDAHMU!!! KAU SEDANG BICARA DENGAN ORANG DEWASA!!!"
"AKU TAK PEDULI!!!!(Berdiri)"
"KAU...BENAR BENAR KERAS KEPALA!!!!"
BUK!!!!.....
AAARRRRGGGGHHHH
Agus pun meninju wajah David hingga hidungnya berdarah. David yang tergeletak saat itu juga langsung berdiri dan....
"kau...SUDAH KETERLALUAN!!! HIYA!!!!"
BUUUKKK!!!!!! (Pukulan yang sangat keras)
AAAARRRGGGHHHH
David pun membalas tinjunya Agus. Agus pun roboh dan tak sanggup berdiri lagi.
"kalian berdua jangan berkelahi lagi,HMMSS....Agus,kau...HMMSS...tidak apa apa?" Tanya Bimo sambil membantu Agus untuk duduk
"Urgh...baiklah. Kalau kau memaksa. Kau bisa keluar dari sini. Tapi,bagaimana caramu keluar" Tanya Agus sambil mencoba duduk
"Hm...itu...aku tak tau"
Tak Tak Tak.... (suara membuka gembok sel)
"Eh itu...HMMSS...Siapa?"
Tak Tak Tak...seeeeet....(membuka sel)
Tiba tiba masuklah 4 orang prajurit berseragam lengkap namun tanpa senjata.
"Dayan. Kau dipanggil Kolonel Kawada ke ruangannya"
"Apa? Tapi...kenapa?"
"aku tak tau. Ayo ikut kami"
"Ta...tapi...."
"Pergilah Dayan. Jika Kawada yang memanggimu maka pasti itu adalah hal yang baik. Meski ia memenjarakan kami,tapi ia sebenarnya sangat baik dan tak pernah menggunakan kekerasan" Ucap Agus
"Iya,HMMSS....pergilah. Siapa tau kau dibebaskan. HMMSS" Ujar Bimo
"Hm (tersenyum). Baiklah. Terima kasih dan...maaf karena aku telah memukulmu bang" Sahut Dayan
"Hahaha....tak apa. Ini hanya pertarungan antar lelaki. Aku dikalahkan oleh mu itu hal yang wajar. Pergilah,jaga dirimu" Ucap Agus lagi
"Ya,jika ada kesempatan kita pasti bertemu lagi. Terima kasih dan,sampai jumpa👋👋👋"
"Ya,Sampai Jumpa Lagi....👋👋👋"
Dayan pun dibawa para tentara keluar dari sel. Mereka membawa Dayan ke ruangan Kolonel Kawada. Disinilah awal mulanya Ia akan mewujudkan mimpi mimpinya. Menjadi Panglima Besar di Dunia.
BERSAMBUNG
__ADS_1