MENGABDI PADA 2 NEGARA

MENGABDI PADA 2 NEGARA
BAB 18 : TERLIBATNYA 2 PEMIMPIN BESAR DUNIA


__ADS_3

Malam Harinya.


Lokasi : Hutan di pinggir kota Hiroshima,Jepang


Dayan,Oki,Sakura (Mitsuko) dan 300 prajurit Jepang yang selamat membangun kemah di dalam hutan di pinggir kota Hiroshima. Setelah lelah dalam pelarian pesawat tempur Soviet tadi siang,mereka akhirnya bisa beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.


Dayan yang waktu itu sedang duduk bersandar di atas ranting pohon yang besar,mulai mencoba menghisap rokok yang diberikan oleh salah seorang prajurit kepadanya. (author tak tau nama rokok di jepang pada zaman dulu,wkwkwk😂😂😂).


*(Menghembuskan rokok) ah.....nikmat tenar....baru kali ini gua mencoba rokok yang nikmatnya sampe kek gini,serasa di surga,wkwkwkw* Gumamnya dalam hati


Tiba tiba....


BAAAAAA!!!


"ANNJIR APAAN TUH!!!" Teriak Dayan kaget


"hihihi,kaget ya...kaget ya" Ujar Sakura iseng


Ternyata ia adalah Mitsuko Sakura,yang telah mengikuti Dayan dari tadi.


"Eh kak Mitsuko,kenapa kakak kemari? Nanti dicariin loh sama Oki. Lagipun kan gak boleh anak cewek deket deket dengan anak cowok,malam malam lagi" Tanya Dayan


"Hehehe gak papa,urusan itu mah gampang. Ayo sini temani kakak,di bawah. Jangan di atas kaya anak monyet ngegantung" Canda Sakura


"Eh apanya monyet,ck dasar. Tunggu gua mau turun nih"


Dayan pun turun dan duduk bersandar di pohon yang sama. Mitsuko pun duduk di samping Dayan sambil menatap ke bawah dengan wajah yang sedih.


"Um...Ada apa kak? Tadi semangat sekali. Sekarang kakak tiba tiba sedih. Apa ada masalah?" Tanya Dayan heran


"Oh,eng...enggak,enggak kok. Gak ada apa apa. Kakak cuma..."


"Cuma memikirkan keluarga ya?" Tebak Dayan


"Loh kok kamu bisa tau? Kamu pakai ilmu apaan sampe bisa baca pikiran orang. Jangan jangan,kamu dukun ya?" Tanya Sakura iseng


"AAAA........MANA ADA!!! JANGAN TUDUH TUDUH SEMBARANGAN!!!" Teriak Dayan syok


"Hihihi...Kamu lucu ya. Kakak hanya bercanda😊" Ujar Sakura


"Fyuh...Syukurlah"


1 Menit,2 Menit,5 Menit pun berlalu. Dayan dan Sakura sekarang hanya diam tak bersuara. Mereka bahkan tak saling menatap muka sama sekali. Mereka sedang.....Gugup.


*Glup (menelan liur),perasaan apa ini? Kenapa jantungku berdebar debar seperti ini? Apa jangan jangan....tidak boleh Dayan,tidak boleh. Ingat misimu,INGAT PRIORITASMU!!!* Batin Dayan


*Meski ia masih di bawah umur,kenapa aku merasa nyaman di dekatnya. Kenapa...Kenapa perasaan ini,sering mengikutiku? Kenapa...Kenapa...Kenapa aku tertarik dengan anak ini? Apa jangan jangan jangan...Tidak!!! Tidak mungkin!!! Mitsuko,jangan berpikir yang aneh aneh...Kumohon....* Batin Sakura


"Um...Dayan"


"Ha?"


"Menurutmu...apa keluargaku akan baik baik saja?" Tanya Sakura


"Kak,percayalah. Mereka pasti akan baik baik saja. Kakak jangan khawatir. Perang ini,pasti akan berakhir. Percayalah." Jawab Dayan


"Ha?...(Kaget dan Tersenyum) Hm...Arigato,Otokokun"


(Otoko : pria kecil)


Mitsuko pun menyandarkan kepalanya di dada Dayan. Dayan pun mendekapnya dan mengelus kepalanya. Mereka berdua pun tidur dalam pelukan yang hangat itu.


Ternyata tanpa diduga,seseorang telah melihat apa yang mereka lakukan dari tadi. Orang itu adalah....


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


*Dayan...Kuharap kau bisa membahagiakan adikku,untuk selama lamanya* Batin Oki.


Di tempat lain.


[Kantor pusat pemerintahan Nazi di Berlin,Jerman]


[Pukul : 12.00 p.m]


(Note : Perbedaan waktu Jerman dengan Jepang adalah kurang 8 jam. Jadi,jika di Jerman menunjukkan pukul 12 siang,maka di Jepang sekarang ini sudah pukul 8 malam)


Para pejabat militer Jerman sedang berada di ruangan pemimpin mereka,Adolf Hitler,di kantor pemerintahannya. Mereka sedang membahas masalah yang sedang terjadi di negara sekutunya,Jepang


"Pak,kami sudah memastikan. Tadi pagi,Amerika bersama soviet mulai menggempur dan menginvasi Jepang secara besar besaran. Mereka mengambil jalur 2 sisi,masing masing bagian utara dan selatan negara ini. Mereka,terkepung!!!" Ujar Ernst Hanfstaengl,salah satu pejabat kepercayaan Hitler (Singkat saja Hans)


"TERKUTUK MEREKA!!! BERANI BERANINYA MEREKA MELAKUKAN HAL ITU!!! APA MEREKA TAU,KALAU MEREKA BERANI MENGGANGGU NEGARA JEPANG,MAKA MEREKA SAMA SAJA DENGAN MENANTANGKU!!! KURANG AJAR!!!" Ngamuk Hitler


"Tuanku,harap tenang. Jika tuan terus menerus murka seperti ini,kami khawatir asam urat tuanku akan kambuh lagi" Ujar Rudolf Hess,salah satu pejabat A.Hitler (singkat saja Hess)


"ASAM URAT BAPAKMU!!! KAU KIRA PENYAKIT KECIL SEPERTI INI MAMPU MEMBUNUHKU HA!!! JANGAN MIMPI!!!" Teriaknya lagi


"(Frits Hartjenstein)Tuanku,yang dikatakan Hess tadi benar. Diharapkan tuanku bisa menjaga kesehatannya,agar..."


Semua terdiam. Seperti biasa,banyak para pejabat yang lain di luar yang menguping pembicaraan Hitler. Hitler yang sering mengamuk karena penyakit yang dideritanya membuat ia menjadi brutal dan pemarah. Sedangkan para pejabat yang ada di dalam ruangan terdiam ketika di marahi Hitler..


"Ah...Maaf. Aku membentak kalian lagi,maaf. Sekali lagi aku minta maaf" Ujar Hitler menunduk malu


"Tidak apa apa pak,kami faham. Kami faham kenapa bapak sering membentak kami. Kami yang selalu tidak becus dalam bekerja"


"Tidak,itu salahku. SALAH PENYAKITKU. SALAH KU KARENA AKU PUNYA PENYAKIT SEPERTI INI!!! PENYAKIT SIAL*N YANG SERING MENGGANGGUKU!!! AKU KUTUK DIRIKU SENDIRI KARENA INI!!! argh..."


Pak Hitler!!!


Pak Hitler,kau tak apa apa?


Iya tuan,anda bagaimana perasaan anda?


"Aku...Aku gak papa,Ugh...Segera...Laksanakan perintahku. Perintahkan setengah kapal selam kita untuk menyerbu pelabuhan pelabuhan Amerika. Lalu,perintahkan 100 pesawat pengebom dan 100 pesawat tempur terbaik untuk membantu Jepang mempertahankan wilayah mereka. Ini perintah.


"Ah...S...SIAP PAK!!!"


"Bagus,kalian...Boleh pergi"


Ke 3 pejabat besar ini pun keluar meninggalkan Hitler seorang diri. Sambil memegang dadanya,ia pun menjerit.


"PENYAKIT SIAL*N!!! BANS*T DENGAN PENYAKIT INI!!! PERSET*N DENGAN DUNIA!!! PERSETAN DENGAN AMERIKA!!! PERSET*N DENGAN STALIN!!! Sialan,gara gara mereka...penyakit gua kambuh lagi. BANGS*T SEMUANYA,BANGS*T!!!"


(Note : Penyakit yang diderita oleh Hittler adalah penyakit Parkinsos Kronis,yang mana penyakit ini berpengaruh pada pencernaan,masalah tidur,gangguan fisik dan mental. Nah,penyakit inilah yang membuat Hitler sering gila,pemarah dan brutal. Kalau ingin mengetahui lebih rinci tentang penyakit ini,silahkan cari di Mbah Google saja😊. Ok lanjut)


Keesokan Harinya


Dayan mulai membariskan pasukan kecilnya. Mereka akan bergerak ke markas pertahanan terdekat di dalam kota Hiroshima. Sekaligus memastikan kekacauan yang terjadi di sana apakah parah atau tidak. Dan,tentu saja untuk mencari Sano,ayahnya Mitsuko dan Oki.


"PRAJURIT,KALIAN SIAP!!!"


SIAP LETNAN!!!


"BAGUS,AKU HARAP KALIAN TIDAK BERPENCAR DAN TETAP DALAM KELOMPOK. ADA 3 KELOMPOK YANG KUBUAT. MASING MASING KELOMPOK DIPIMPIN 1 ORANG. KELOMPOK PERTAMA,DIPIMPIN OLEH SERSAN HIJOKO KURÄ€!!!"


HAI' CHŪI SENSEI!!!


(Note : Chūi \= Letnan)


"KELOMPOK KEDUA,DIPIMPIN OLEH SERSAN HIKAWARI SANJÕ!!!"


HAI' CHŪI SENSEI!!!


"KELOMPOK KETIGA,DIPIMPIN OLEH SERSAN MAYOR TAKASHIMA KAZOSHÄ€!!!"


HAI' SENSEI


"BAGUS,KALIAN BERTIGA PILIH MASING MASING 50 ORANG UNTUK MENJADI PASUKAN KALIAN. SISANYA,AKU YANG MEMIMPIN"

__ADS_1


HAI' SENSEI...!!!!


"Bagus,kutunggu 5 menit. Lewat dari itu,kalau masih belum selesai,kalian bertiga akan dikenakan hukum militer"


HAI....' SENSEI!!!


"Dayan pun masuk ke dalam tendanya. Ia kembali melihat peta Hiroshima untuk mengatur rencananya dengan matang. Ia mulai membuat strategi agar bisa masuk dengan aman tanpa ketahuan oleh tentara Soviet.


"Hm...Kemarin sore,ribuan tentara Soviet berhasil menerobos dan menyerbu kota Hiroshima tepat setelah pasukan di kota ini pergi untuk memberi bantuan ke pantai Tajirhama. Mereka sudah memprediksi hal ini dari awal. Tapi,tak mungkin mereka tau kecuali ada yang memberitau mereka tentang hal ini. Itu berarti,ada seorang pengkhianat di kota ini. Pertanyaannya adalah,siapa pengkhianatnya?"


Tiba tiba terlihat bayangan irang yang berdiri di luar tendanya Dayan. Dayan pun memanggil orang itu.


"Siapa Disana?!!!" Tanya Dayan


"Um...Ini aku dan kakak" Jawabnya


"Oh...Mitsuko,Oki,masuk saja. Gak papa" Tawar Dayan


"Baiklah,kami masuk"


Mitsuko dan Oki pun masuk ke tenda. Dayan pun menyembunyikan peta tadi dan duduk di atas tilam yang sudah disediakan.


"Ayo duduk dulu" Tawarnya


"Baik,Arigatõ" Sahut mereka serentak


"Ada apa kalian kemari? Apa ada yang ingin dibicarakan denganku?" Tanya Dayan


"Um...Ya,jadi gini"


Beberapa menit kemudian.


"A....APA KATAMU?"


"Maaf Dayan. Akulah yang membocorkan tentang kelemahan negara ini pada pemerintah Soviet,


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Josef Stalin (Oki)"


BERSAMBUNG


__ADS_2