MENGABDI PADA 2 NEGARA

MENGABDI PADA 2 NEGARA
BAB 3 : KEKACAUAN KEMBALI


__ADS_3

Aku pun bangun dari tidurku. Dengan tubuh yang lemas karena kebanyakan tidur,akupun berusaha untuk berdiri dengan kaki yang masih sakit.


"Um...ah....HUAAAAAA (menguap). Tidurku nyenyak sekali. Hm...lebih baik aku mencuci muka dulu."


Aku pun beranjak dari tempat tidur. Dengan berjalan pelan dan menahan kakiku yang masih sakit,aku pun berusaha pergi ke dapur. Namun,hal yang tak terduga pun terjadi.


WUUUSSHHHH NGOOOOOOOOONG....... (Suara Pesawat)


"Eh,bukannya itu suara pesawat tempur. Apa yang terjadi?"


Aku pun mulai melihat keadaan dalam rumah. Untuk sesaat aku baru menyadari bahwa hanya aku satu satunya yang ada di dalam rumah. Kemana semua orang pergi? itu kalimat yang muncul pertama kali dalam benakku.


Tiba tiba terdengar suara orang bernyanyi di luar. Suaranya samar samar dan semakin lama semakin terdengar jelas menandakan orang yang bernyanyi tersebut semakin mendekat.


*Kimigayo wa


Chiyo ni yachiyo ni


Sazare-ishi no


Iwao to narite


koke no busu made*


Suara suara itu juga disusul oleh suara derapan langkah kaki para prajurit dan kendaraan berat. Aku pun lantas keluar menyaksikan apa yang terjadi. Dan ternyata....


"A...APA INI....!!!!!" Teriakku


Aku menyaksikan kembali pemandangan kota disaat belanda menyerang beberapa waktu lalu. Ya,kini bangunan bangunan rusak bertambah banyak bahkan bangunan yang runtuh tak terhitung jumlahnya. Jalanan aspal dipenuhi darah dan tumpukan mayat yang berserakan di sepanjang jalan. Aku juga melihat rumah rumah yang masih utuh mengibarkan bendera Jepang di halaman rumah mereka. INI....APA YANG TERJADI???!!!!


Suara orang bernyanyi juga semakin terdengar jelas. Akupun berdiri di tepi jalan dan menyaksikan deretan tentara sedang melakukan parade besar. Dan aku menyadari bahwa deretan tentara yang berparade itu adalah,tentara Jepang!!!


*Ini,apa yang sebenarnya terjadi* Batinku


WUUUUSSHHHH NGOOOOOOOONG...!!!!


Puluhan pesawat jugat terlihat melayang di udara. Pesawat pesawat yang berasal dari berbagai jenis ini juga melakukan parade dengan terbang membentuk formasi sambil berputar putar di udara yang luas. Aku masih tidak faham apa yang sebenarnya terjadi. Namun,aku pun melihat seseorang yang berlari keluar dan berteriak ke rombongan parade tersebut.


"KALIAN PENJAHAT!!! KALIAN MEMBERIKAN HARAPAN PALSU KEPADA KAMI DAN SEKARANG KALIAN BERNIAT MENJAJAH KAMI!!! KALIAN LEBIH BURUK DARI BELANDA. KALIAN LEBIH BURUK DARI BINATANG!!! AKU BERSUMPAH PADA TANAH AIR KU INI,BAHWA AKU AKAN...."


Dor........


"AKH....ARGH........ (Roboh)"


*Ha,paman itu ditembak. Kenapa,apa yang sebenarnya terjadi?* Batinku


Lalu keluarlah seorang anak perempuan kecil dengan ibunya berlari ke arah orang tersebut.


"PAPA...PAPA....huhuhu~hiks,PAPA....!!!! (berlari ke arah orang yang ditembak mati tadi)"


"AISYAH JANGAN....!!!! JANGAN KESANA...!!!"


"PAPA....hu~u~u~u,hiks,PAPA....ha~a~a~a~a,PAPA....!!!!"


Bibi itupun mendekat ke arah anak dan suaminya. Ia pun menarik anaknya kembali kerumah namun justru ditahan oleh prajurit Jepang.


"(Bahasa Indonesia logat Jepang) Hei adik kecil. Siapa...namamu?" Tanya salah seorang dari mereka. Sepertinya itu adalah salah satu panglima mereka


"Hiks,aku...Aisyah" Jawab anak kecil itu


"Halo Aisyah Kon'nichiwa,Nama paman adalah Kamizawa Takoni....Paman ada hadiah untuk dik Aisyah,apa Aisyah mau...?"


"AISYAH,jangan dengarkan paman ini,ayo kembali kerumah" Ucap wanita tersebut sambil menarik tangan anaknya

__ADS_1


"HEI,AKU SEDANG BICARA!!! JANGAN POTONG KALIMATKU KETIKA AKU SEDANG BICARA!!! FAHAM!!! ehehehehehe...Aisyah-chan maaf tadi paman marah. Aisyah mau hadiahkan...ayo ikut paman,ayo"


"AISYAH JANGAN DENGARKAN DIA. AYO MASUK KEDALAM RUMAH!!!"


"TEIKYO SHINAIDE,JOSEI!!!!" (JANGAN MENYELAKU,DASAR WANITA!!!)


Dor.....


AAAAARRRGGGHHHH (Roboh)


"MAMA......!!!!!!"


"Argh....uh....khkhkh....A...Ai....syah (mati)"


"MAMA....!!! MAMA....!!!! hiks MAMAAA.....!!!! ha~a~a~a,hiks MAMA...!!!!!"


"Gomen'nasai....Aisyah,Tangan paman tadi terkilir. Paman tidak sengaja...Hahahah. Ayo sekarang ikut paman...ayo...."


"TIDAK MAU!!! PAMAN JAHAT!!!! AISYAH TAK IKUT PAMAN!!! AISYAH TAK MAU!!!"


PRAAAKKKK....!!!!! (Suara tamparan)


"SEKARANG KAU IKUT PAMAN!!!! AYO!!!"(Menggendong paksa)"


"(Berontak) TIDAK....TIDAK MAU!!! MAMA....PAPA....TOLOOOONG AISYAH....!!!!"


"Ini buruk. Aku harus segera menolong gadis kecil itu. Tapi,bagaimana caranya" Ucapku sambil berpikir


"MAMA PAPA TOLONG!!! MAMA....PAPA....TOLONG AISYAH!!!!!"


"SOZOSHĪĒ!!! (BERISIK!!!)"


"Kamisawa Gunsõ, naze sono chīsana kodomo o tsurete kita nodesu ka? sonoko wa totemo urusai (sersan Kamizawa,kenapa kau membawa anak kecil itu,anak itu berisik sekali)"


"Mõshiwakearimasen, taisa, sonoyõni sakana o nugitaku arimasen. he e e (Maaf Kolonel,saya cuma tidak ingin melepas ikan begitu saja,hehehe)"


Anak kecil itupun dibawa masuk ke dalam mobil. Deretan parade itu pun kembali berjalan. Aku terus berusaha mencari cara untuk menolong gadis kecil tersebut. Sampai akhirnya....


*SIAL!!! Apa yang harus kulakukan. Aku...aku butuh ide. AKU BUTUH IDE!!!* Teriakku dalam hati


"Oh iya,senapan itu...aku harus mengambilnya"


Aku pun masuk ke dalam kamar dan membuka pintu lemari. Didalam lemari itu,aku tak hanya menyimpan pakaian saja,tetapi juga senjata senjata rampasan perang yang aku peroleh setelah perang 3 hari yang lalu.


"(membuka lemari) YA.....INI DIA....!!!!"


KM 42 (Pisau tempur)



MP40 (senapan mesin ringan)



LUUGER P08 (pistol)



Dan,tentu saja ditambah dengan 2 senjata monster kita.


MG42 (Senapan mesin berat) dan


__ADS_1


M2 (penyembur api) dan



Heh,juga ada 5 granad,100 Molotov,C4,dan 1 peluru Artileri. Ini harusnya cukup"


Aku pun berlari menjauh lewat pintu belakang rumah. Sampai akhirnya aku pun tiba di sebuah jembatan.


"huh~huh~huh~huh. Tas ini...lumayan b...beraaat.... (menjatuhkan tas). Huh,aku harus membuat perangkap. Pertama tama senapan mesin ini,akan ku letakkan di sekitar akar pohon ini (meletakkan di akar pohon yang besar). Hm...Peluncur roket ini lebih baik aku letakkan di dekat senapan mesin ini agar aku bisa dengan mudah mengambilnya dan menghancurkan kendaraan kendaraan mereka (menyandarkan Bazooka di sebuah pohon). Lalu yang lainnya....diletakkan dimana ya?"


Aku pun mulai mengikat ke 5 granad ini di tiang jembatan. Peluru artileri pun juga aku ikatkan di bawah kolong jembata agar tidak terlihat oleh musuh. C4 pun aku tempelkan di peluru artileri agar menambah daya ledaknya.


"Huh,akhirnya selesai juga. Tapi apa yang sebenarnya terjadi,kenapa jepang melakukan serangan ke kota ini. Sial,sebelum semuanya jelas,aku tak boleh mati. Aku harus mampu bertahan hari ini juga. Hari ini akan ku tunjukkan sekuat apa tentara Sumatra ini.


Author Note : *Dayan mengatakan tentara Sumatra bukannya tentara indonesia. Alasannya adalah negara Indonesia masih belum berdiri dikarenakan saat itu masih tahun 1943.*


*Next ke ceritanya*


Kimigayo wa


chiyo ni wa chiyo ni


Sazare-isi no


Suara hentakan kaki dan kendaraan berat pun mulai terdengar jelas disusul suara para prajurit yang sedang bernyanyi. Aku pun telah bersiap siap dengan senapan Mesin di tangan.


Senapan mesin itu aku letakkan di akar sebuah pohon yang tebal dan panjang sedangkan di belakangnya terdapat lubang yang agak dalam. Di lubang itulah aku berdiri sambil bersiap dengan senapan mesin berat ini. Sedangakan senjata M2 (Penyembur api) dan 10 botol Molotov sengaja kusimpan dan akan di pakai jika terjadi keadaan yang darurat.


"Fyuh,ayo Dayan,kau pasti bisa"


krkrkrkrkrkrkrkrkr..... (Suara kendaraan taktis berjalan)



"Ayo...ayo....cepat lewati jembatan itu" Kataku tak sabaran


"YAMERU,YAMERU KATAN NI!!! (BERHENTI,BERHENTI SEBENTAR!!!)" Ucap Kolonel Kawada,pimpinan tentara Jepang.


"No doko ga warui no,Kawada Taisa? (Ada apa,kenapa berhenti kolonel?)" Tanya sersan Kamizawa


"Daijõbu, tabun sore wa watashi no sõzõryoku dake kamo shiremasen (Tidak apa apa,mungkin hanya imajinasiku saja. Ayo,terus jalan)"


"HAI' (Siap), TACHIDOMARU NA!!!! (Terus Jalan!!!)"


Haiiiiiiii'


NNNNGGGG........


Pasuakn itu kembali bergerak menuju jembatan. Entah apa tujuan mereka menyebrangi jembatan itu,karena di sisi lain jembatan itu tidak ada apa apa di sana. Yang ada hanyalah perkebunan kelapa sawit dan pepohonan karet. Apapun tujuannya,aku merasa sesuatu yang buru akan terjadi. Untuk itu hari ini juga aku harus bisa menghentikan mereka,paling tidak harus memaksa mereka mundur dari sini.


"Bagus,kemarilah. Ayo kemarilah sayang. Aku ada hadiah kejutan untuk kalian."


NNNGGG........


3........


NNNGGG.........


2......


NNNGGG.........


SATU........

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2