Mengasuh Bos Tengil

Mengasuh Bos Tengil
MBT 34


__ADS_3

happy reading 🥰


" yak ampun " Miranda menutup mulut nya dengan kedua tangannya " kamu Jeje sekertaris nya Keenan" aku hanya mengangguk " kog bisa kamu ? kog kamu jadi kayak gini " aku memicingkan mataku melihat dia


" kayak gini gimana maksud kamu ?" tanyaku jengah


" kamu kog berubah 180° " dia melihatku dari atas hingga bawah dan dengan niat dia pun berdiri , aku hanya mengedip ngedip kan mataku " yak ampun jenie ! kenapa kamu bisa kayak gini "


" emmm itu ceritanya panjang" ku Garuk dahiku yg tidak gatal dengan jari telunjukku, aku bingung mau jawab gimana


" terus sekarang sudah nyampek mana ?" katanya memandang kearah ku ,


" mungkin sudah sampai perempatan" jawab ku asal ,soalnya aku bingung mau jawab apa


" iih yg bener dong kalau di tanyain" katanya memukul pahaku


" memangnya aku salah di mananya coba ?" tanyaku bingung ,aku beneran bingung ini soalnya aku gak tau siapa yg dia tanya tapi emang benar sih aku jawabnya asal tadi menyebut perempatan. haha


" maksud aku hubungan kamu Ama itu tu ?" dia melirik dengan ekor matanya kearah para pria yg duduk di seberang kami ,dan aku mengikuti lirikannya,


dia tidak mungkin tanya aku Ama sekertaris Viktor kan ,dan tidak mungkin juga Ama orang asing itu juga . ini pasti ...

__ADS_1


" ya masih sama seperti kemaren " jawab ku jujur, memangnya mau ada hubungan apa kita selain sekertaris dan bawahan


" masak sih " katanya tidak percaya


" iya " jawabku sambil menunduk melihat tanganku


" terus ini apa ?" katanya sambil mengangkat kepalaku yg menunduk dan menunjuk leherku


" memangnya kenapa?" tanyaku bingung


" masak sampai lupa sih , ini itu tanda kepemilikan kan "


" hahahaha " ketika sadar apa yg dia sebut sebagai tanda ke pemilikan aku tertawa terbahak-bahak


" Jenie " panggil Miranda


" Haha kamu lucu mir " ku tak henti tertawa


" jenie lihatlah" katanya sambil memegang kepala ku menghadap ke samping , seketika aku pun berhenti tertawa karena melihat pak bos dan kedua temannya melihat ke arah kami


" maaf " kataku sungkan , Miranda pun melepaskan kepalaku " duh untung gak marah " kataku sambil bersembunyi di samping Miranda biar gak kelihatan mereka . malu lah aku

__ADS_1


" kamu sih ketawa sampek segitunya apanya yg lucu coba "


" kamu sih mir ada ada aja , masak ini kamu bilang tanda kepemilikan " ku tunjuk yg ada bekas gigitan semut " ngaco "


" terus Lok bukan tanda kepemilikan lalu apa hah ?"


" ini itu aku di gigit semut tadi malam "


" uhuk uhuk uhuk "


" kamu gak papa kan ?" tanya sekertaris Viktor, bicaranya tidak seperti saat di kantor berarti benar mereka itu temenan . teman yg satunya memberikan. segelas air kepada pak bos .wajahnya sangat merah, aku dan Miranda memerhatikan mereka padahal kan pak bos tadi baik baik saja.


" iya semut yg sangat besar " kata Miranda masih melihat ke arah mereka


" ya gak tau juga sih " aku menaik kan bahuku . dan suasana kembali seperti semula Viktor dan Miranda sekarang berkaraoke saat aku sibuk memerhatikan mereka tiba-tiba pasangan pria asing itu duduk di sampingku .aku masih belum tau namanya jadi masih pasangan asing hehehe


" hay " katanya saat aku melihat ke arahnya ,entah sudah berapa lama kita diam .ya mau gimana lagi aku gak tau bahasanya dia ya lebih baik diam dari pada malu


" hay " kataku melambaikan tanganku sebatas dada " juga " tapi berbisik


maaf ya 🙏

__ADS_1


__ADS_2