
happy reading
" ugh " kurasa kan kepalaku berdenyut " kenapa sakit sekali" kupegang kepalaku dan duduk bersandar ,memijat kepala ku yg nyut-nyutan
" kamu sudah bangun " ku terkejut mendengar suara yg ku kenal di dalam kamarku
" eh !" ternyata itu pak bos " kenapa pak bos ada di kamar ku ?"
" kamar mu !" katanya padaku" lihat dulu " katanya lagi duduk di sampingku , ku perhatikan isi ruangan ini ternyata bukan kamar ku . duh malu kan
aku tersenyum dan bertanya " kita ada di mana pak bos?"
" kita ada di hotel dekat Ama restoran kemaren " ku menatap bingung tapi ku beranikan bertanya " kenapa cari hotel lagi ?" aku tau dia konglomerat tapi kan dia udah boking hotel masak boking lagi
" kamu mabuk susah di ajak pulang makanya aku cari hotel lain " katanya sambil memberi kan segelas air padaku , aku pun langsung mengambilnya " kalau kamu gak bisa minum jangan minum ,masak satu gelas saja sudah teler " katanya memandang ku . apa katanya tadi aku mabuk memangnya kapan aku minum minuman kayak gitu , apa mungkin pak bos sedang mengerjai ku
" tapi pak bos saya kan belum minum " kataku mengangkat gelas yg tadi di berikan oleh pak bos padaku biar dia gak salah faham
" bukan minuman yg itu Rodiyah tapi yg semalam " katanya geram , memangnya kenapa dengan air yg tadi malam ? bukannya sama air puti juga " tadi malam itu kamu minum pakek gelas saya yg isinya minuman ber alkohol makannya kamu teler "
" oh pantesan " kataku terkejut,sedikit tapi
__ADS_1
" kenapa ?" pak bos mengangkat sendok di tangan nya hendak menyuapiku
" rasanya aneh " jawab ku jujur " aku minum karena kepanasan malah makin panas setelah minum " lanjut ku lagi
" makanya jangan sembarangan minum " kata pak bos melihat ke arahku , aku tersenyum dan menjawab
" baik , lain kali jenie akan lebih hati hati "
" jangan sampai ada lain kali " kata pak bos tegas seperti tidak boleh di bantah , sendok pun masuk ke mulut ku . aku pun mengunyah setelah makanan di mulutku habis pak bos akan menyuapi ku lagi , tapi ku tahan
" biar jenie makan sendiri pak bos " pak bos tidak menjawab tapi dia melotot tetap dengan sendok berisi makanan di depan mulutku , sepertinya pak bos tidak setuju aku makan sendiri . aku pun pasrah dan membuka mulut ku , waktu pun berlalu makanan di piring pun habis . aku ngerasa sakit kalau makan di suapi gini padahal cuman mabuk itupun sudah tadi malam , pak bos pak bos
" ada apa ?" tanya pak bos yg sekarang sedang duduk di sofa
" ke-kenapa saya pakai baju ini ?"
" kamu tadi malam muntah ke baju kamu ya saya ganti , gak mungkin kan kamu pakai baju bau "
" terimakasih pak bos " tapi ada yg aneh " apa !!"
" apa lagi sih je ?"
__ADS_1
" si-siapa yg ganti baju saya ?" tanya ku gugup mungkin aku salah denger tadi
" saya jenie"
" APA "
" kenapa lagi sih ?"
" jadi pak bos yg ganti baju saya ?"
" iya " jawabnya enteng ,yak ampun mau taruh di mana muka ku ini
" be -bearti pak bos ... " sebelum selesai aku bicara pak bos bicara lebih dulu
" tenang saja aku tidak melakukan apa-apa sama kamu " memangnya siapa yg mau di apa apain Ama pak bos ,meski sebenarnya ingin . UPS !
" aku juga gak mungkin tergoda Ama kamu " dia melihat ke arah ku masih dalam posisi yang tadi " lagian apa yg menarik dari kamu " dia lalu bangun dan keluar ke menuju balkon
" dadamu juga kecil " katanya seperti berbisik
" aku dengar pak bos " kataku teriak dari dalam dan segera berlari ke kamar mandi
__ADS_1