Mengasuh Bos Tengil

Mengasuh Bos Tengil
MBT 36 malu


__ADS_3

happy reading


" ugh " kurasa kan kepalaku berdenyut " kenapa sakit sekali" kupegang kepalaku dan duduk bersandar ,memijat kepala ku yg nyut-nyutan


" kamu sudah bangun " ku terkejut mendengar suara yg ku kenal di dalam kamarku


" eh !" ternyata itu pak bos " kenapa pak bos ada di kamar ku ?"


" kamar mu !" katanya padaku" lihat dulu " katanya lagi duduk di sampingku , ku perhatikan isi ruangan ini ternyata bukan kamar ku . duh malu kan


aku tersenyum dan bertanya " kita ada di mana pak bos?"


" kita ada di hotel dekat Ama restoran kemaren " ku menatap bingung tapi ku beranikan bertanya " kenapa cari hotel lagi ?" aku tau dia konglomerat tapi kan dia udah boking hotel masak boking lagi


" kamu mabuk susah di ajak pulang makanya aku cari hotel lain " katanya sambil memberi kan segelas air padaku , aku pun langsung mengambilnya " kalau kamu gak bisa minum jangan minum ,masak satu gelas saja sudah teler " katanya memandang ku . apa katanya tadi aku mabuk memangnya kapan aku minum minuman kayak gitu , apa mungkin pak bos sedang mengerjai ku


" tapi pak bos saya kan belum minum " kataku mengangkat gelas yg tadi di berikan oleh pak bos padaku biar dia gak salah faham


" bukan minuman yg itu Rodiyah tapi yg semalam " katanya geram , memangnya kenapa dengan air yg tadi malam ? bukannya sama air puti juga " tadi malam itu kamu minum pakek gelas saya yg isinya minuman ber alkohol makannya kamu teler "


" oh pantesan " kataku terkejut,sedikit tapi

__ADS_1


" kenapa ?" pak bos mengangkat sendok di tangan nya hendak menyuapiku


" rasanya aneh " jawab ku jujur " aku minum karena kepanasan malah makin panas setelah minum " lanjut ku lagi


" makanya jangan sembarangan minum " kata pak bos melihat ke arahku , aku tersenyum dan menjawab


" baik , lain kali jenie akan lebih hati hati "


" jangan sampai ada lain kali " kata pak bos tegas seperti tidak boleh di bantah , sendok pun masuk ke mulut ku . aku pun mengunyah setelah makanan di mulutku habis pak bos akan menyuapi ku lagi , tapi ku tahan


" biar jenie makan sendiri pak bos " pak bos tidak menjawab tapi dia melotot tetap dengan sendok berisi makanan di depan mulutku , sepertinya pak bos tidak setuju aku makan sendiri . aku pun pasrah dan membuka mulut ku , waktu pun berlalu makanan di piring pun habis . aku ngerasa sakit kalau makan di suapi gini padahal cuman mabuk itupun sudah tadi malam , pak bos pak bos


" ada apa ?" tanya pak bos yg sekarang sedang duduk di sofa


" ke-kenapa saya pakai baju ini ?"


" kamu tadi malam muntah ke baju kamu ya saya ganti , gak mungkin kan kamu pakai baju bau "


" terimakasih pak bos " tapi ada yg aneh " apa !!"


" apa lagi sih je ?"

__ADS_1


" si-siapa yg ganti baju saya ?" tanya ku gugup mungkin aku salah denger tadi


" saya jenie"


" APA "


" kenapa lagi sih ?"


" jadi pak bos yg ganti baju saya ?"


" iya " jawabnya enteng ,yak ampun mau taruh di mana muka ku ini


" be -bearti pak bos ... " sebelum selesai aku bicara pak bos bicara lebih dulu


" tenang saja aku tidak melakukan apa-apa sama kamu " memangnya siapa yg mau di apa apain Ama pak bos ,meski sebenarnya ingin . UPS !


" aku juga gak mungkin tergoda Ama kamu " dia melihat ke arah ku masih dalam posisi yang tadi " lagian apa yg menarik dari kamu " dia lalu bangun dan keluar ke menuju balkon


" dadamu juga kecil " katanya seperti berbisik


" aku dengar pak bos " kataku teriak dari dalam dan segera berlari ke kamar mandi

__ADS_1


__ADS_2