
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Davin memulai hari-hari nya seperti biasa,dia duduk dengan sangat tenang di dalam ruangan mengerjakan beberapa berkas.
Kaca mata bertengger di kedua mata Davin,kembali ke situasi semula.sebenar nya semua terasa cukup aneh bagi Davin,dia sudah cukup lama menikmati hidup yang bebas tanpa halangan dan sekarang dia harus kembali berkutat di sini.
tok.
tok.
“masuk!!!.”
pekik Davin tepat saat pintu ruangan nya tengah di ketuk,dengan langkah sangat santai James berjalan masuk ke dalam sana.
“ada apa?kalau kau hanya mau menggangu ku jangan sekarang,aku benar-benar sibuk.”tanya Davin tanpa mendongak kan kepala nya.
“kah fikir aku tertarik untuk mengganggu mu?kau salah besar.aku ini juga terkenal ya di rumah sakit, walaupun tidak seterkenal kau ada banyak pasien yang sudah mengantri untuk bertemu dengan ku.”
ujar James penuh kebanggaan,pada hal yang di ajak bicara oleh nya sedari tadi hanya diam.mata Davin masih sibuk meneliti berkas di hadapan nya,tanpa peduli dengan sahabat nya yang terus menerus membanggakan diri sangat tidak penting.
“aku tau kau adalah orang yang hebat,ku rasa ini sudah saat nya dokter idola semua orang ini membuka praktek sendiri.hari ini! aku harap amplop pengunduran diri mu sudah ada di sini.”
jawab Davin santai.
“oh Davin!aku tidak bisa,intan sedang hamil.dia akan segera mengambil cuti mungkin,kalau aku keluar dari sini dan membangun praktek sendiri,aku tidak akan mempunyai sumber pendapatan sendiri.bagaimana bisa aku akan memberi intan makan?.”pinta James memelas.
“aku tidak peduli!kalau kau hanya mau berbicara omong kosong lebih baik kau pergi James!aku terlalu sibuk untuk mendengarkan semua perkataan mu.”sinis Davin.
“ajhh!!kau memang benar-benar menjengkelkan.kalau bukan hanya karena Almera,aku tidak akan menggangu mu sama sekali.”
James menggerutu kesal,tapi tidak urung dia langsung mengulur kan rantang bertingkat tiga ke arah Davin.
laki-laki yang sejak tadi memandang ke arah berkas,langsung mendongak kan kepala nya pelan.
“kau membuat kan ku makan siang?.bukan nya kau tidak bisa memasak ya?.”tanya Davin bingung.
“kau terlihat sangat kurus akhir-akhir ini,apa kau tidak makan-makanan yang layak selama di Amerika?.apa uang mu yang menyentuh puluhan bahkan ratusan milyar itu habis begitu saja?.”tanya James khawatir.
tubuh Davin yang sekarang berbeda jauh dengan Davin yang dua tahun lalu.sekarang tubuh Davin sangat lemah,bukan hanya lemah tapi terlihat cukup kurus.
“aku sedang diet.”
__ADS_1
“tapi tidak mungkin kan kau diet ekstrim?.oh ayo lah Davin,apa kau tidak hidup dengan baik di Amerika?. sampai-sampai kau tidak punya uang untuk membeli makanan atau untuk membeli tiket pesawat?.”
“diam lah James!.”
“cih!jika bukan karena Almera meminta ku untuk mengantar kan makanan ini pada mu,aku juga tidak Sudi menginjak kan kaki di ruangan mu.”rajuk James kesal.
Almera?jadi dia yang membawakan ini?.
“apa Almera yang membawakan ini untuk ku?.maksud ku apa tadi dia datang kesini?.”
“ya,tadi dia datang ke sini.tapi karena tidak mau bertemu dengan mu, jadi nya dia menitipkan ini pada ku."
“kenapa dia tidak pernah mau bertemu dengan ku?.apa dia sudah pergi?.”
“ya,tentu saja dia sudah pergi.”jawab nya enteng.
“kenapa?.”
“mana saya tau saya kan ikan,sudah lah davin dari pada kau banyak bicara.lebih baik kau makan saja nanti ya?.aku benar-benar sedang sibuk sekarang,jangan menggangu ku dengan alasan apapun.”
James langsung berhamburan pergi dari sana,menutup pintu dengan kencang tanpa peduli pada Davin yang memekik kencang karena kesal.
“ada apa James?kau mau kena ganti rugi karena membanting pintu milik Davin?.”tanya dokter ridho mendekat.
“ah biasa si Davin lagi kasmaran,maklum lah baru di antar kan bekal oleh ayang.”jawab James singkat.
“aku senang kalau begitu.”
“ada apa?.”
melihat Davin keluar dari ruangan,mereka berdua langsung bertanya dengan kata yang sama.
“wah,apa sekarang kau sedang pamer para kami karena baru saja mendapat kiriman makan siang?.”ledek dokter ridho.
Davin menoleh pelan,ia menatap ke arah rantang yang ada di tangan kanan nya.
“kau tau dimana toko bunga?aku ingin mengirimkan sebuah bunga untuk Almera, anggap saja ungkapan terima kasih ku karena dia mau membuat kan ku makan siang?.”
jawab Davin penuh perasaan.
“aku punya seorang kenalan,buket bunga yang dia buat sangat cantik.dan yang pasti bukan bunga asli,supaya Almera bisa menyimpan nya dan tahan lama.”
dokter ridho memberikan saran sembari menekan beberapa nomor.
__ADS_1
“mau di tulis apa?.”
***
Almera sedang sibuk berkutat di dapur, kali ini ada pesanan sebanyak 100 kotak nasi dan juga lauk pauk yang terdiri dari ayam goreng, sambal,dan juga sayur asam.
karena itu tadi Almera membawakan nya juga untuk Davin.
sekarang di bantu oleh beberapa pembantu dan yang pasti dia sendiri,Almera sedang sibuk memasak.
“unda...”di tengah-tengah kesibukan nya suara queen terdengar.
“sayang,ada apa Hem?.”masih sibuk dengan masakan nya Almera bertanya.
“kapan ayah ikut tinggal di sini?.”tanya queen yang berada dalam gendongan bunda.
“ayah kan sibuk queen,bunda sekarang sedang memasak.jangan ganggu dulu ya sayang? nanti lagi aja.”jawab Almera.
“tapi bunda,queen mau tinggal sama ayah.”
“nanti lagi ya sayang.”jawab Almera penuh perasaan.
Ting tong.
“siapa?.”gumam bunda pelan.
“biar Almera saja Bun yang buka,siapa tau costumer yang mau ngambil barang.”
jawab Almera,mulai mencuci tangan nya di air,lalu berhamburan keluar.
begitu pintu terbuka bukan orang yang terlihat melainkan sebuket bunga besar berwarna putih.
“mbk atas nama Almera ya?.”
“iya mas,saya sendiri.ada apa ya?kenapa ada bunga di sini?.”tanya Almera bingung.
“anda mendapatkan kiriman bunga,kalau begitu bisa tanda tangani di sini?.”
Almera mengangguk kan kepala nya pelan, lalu dengan cepat dia mencoretkan tanda tangan.
sebuah buket berwarna putih sudah berpindah ke tangan Almera,ada secarik kertas di sana.
To:my favorite girl.
__ADS_1
Davin Mahendra.
# like komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah love you so much love you so much love you so much love you so much love.