
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
Happy reading.
Rumah sakit.
Almera melangkah kan kaki nya keluar dari mobil setelah mobil yang di tumpangi nya bersama eleveno dan juga queen sampai diparkiran rumah sakit.
Masih menggendong eleveno Almera berjalan hendak masuk,tapi sebuah panggilan menghentikan nya.
“al!!.”almera langsung menoleh pelan.
“dokter James?lama tidak bertemu? bagaimana dengan kabar anda?dimana suster intan?saya dengar dia sedang mengandung selamat ya?.”almera langsung menyapa nya dengan penuh semangat.
“sebaik nya kau jangan masuk dulu almera.”ujar dokter James tiba-tiba.
Almera mengeryit kan kepala nya pelan,bingung dan aneh sekaligus.kenapa dokter James melarang nya untuk masuk ke dalam memang nya ada apa di dalam.
“anak-anak mu masih kecil daya tahan tubuh mereka tidak sekuat orang dewasa,kalau kau memang mau bertemu dengan Davin lebih baik kah telpon saja.”
Almera mengangguk ada benar nya juga,sering keluar-masuk ke rumah sakit bisa memperbesar kemungkinan anak-anak nya terserang penyakit.
“lalu kami harus menunggu di mana dokter?.”si mungil queen bertanya kesal.
James berjongkok menyamakan tinggi nya dengan putri dari sahabat nya itu, mengacak-acak poni queen dengan gemas.
“kalian bisa menunggu nya di kantin!ada sebuah taman anak-anak kecil di sana biasa nya jadi tempat untuk para pengunjung anak.atau kalau perawat yang mempunyai anak tapi tidak bisa menyewa baby sitter, jadi kau tidak perlu khawatir di sana sangat steril.”jawab dokter James, sembari menggendong tubuh queen.
Almera hanya mengekori tanpa peduli di ajak kemana,dan akhir nya di taman anak-anak kecil ini lah dia duduk menunggu dokter Davin yang belum datang.
“aku akan menelfon nya dulu!.”ujar Almera, mengeluarkan handphone nya.
Tut,Tut,Tut....
di dering ketiga belum juga di angkat.
“mungkin Davin sedang keliling mengechek keadaan pasien,biasa nya dia meninggalkan handphone nya di ruangan.”ujar James.
“bagaimana ini?.”gumam Almera bingung.
“biar aku saja yang memanggil nya.”
“terima kasih dokter.”jawab Almera penuh senyum.
James mengangguk,sekarang sudah waktu nya istirahat.pasti davin sudah selesai melakukan visit,pasti akan lebih mudah menemukan keberadaan sosok Davin.
“kalian kalau mau main kesana,tidak masalah bunda tunggu di sini ya?.”
__ADS_1
eleveno menggeleng,sementara queen langsung berhamburan masuk ke area bermain di kantin mulai berbaur dengan anak-anak lain nya,berbanding terbalik dengan eleveno yang masih berada di pangkuan Almera dengan tertunduk.
“jangan takut sayang,bunda dan ayah ada bersama mu.”bisik Almera lirih.
eleveno hanya mampu mengangguk kan kepala nya pelan.dia belum bereaksi apapun.
***
walaupun sudah memasuki waktu istirahat.davin masih melakukan visit,bertemu dengan pasien nya.
“pagi dokter Davin!.”seorang pria paruh baya menyapa dengan penuh semangat,dia baru saja melakukan operasi bedah untuk pemasangan ring.
“pagi,apa dokter lindo (spesialis bedah)sudah melakukan visit?.”
“ya si lindo baru keluar sekitar sepuluh menit lalu.”
“apa bekas operasi nya terasa nyeri.”
“ya sedikit.”
“semoga lekas sembuh.”doa Davin.
tok tok.
dalam dua ketukan pintu,pintu langsung terbuka membuat Davin menoleh melihat siapa yang datang.
“pagi paman,bagaimana kabar mu hari ini?.”james berbasa-basi pada pasien.
“davin,ini sudah jam istirahat.almera datang."ujar dokter James.
“almera datang?bersama siapa?.”tanya Davin kaget.
“bersama dengan anak-anak,dia di antar sopir tadi.karena melihat keadaan anak laki-laki ku yang tidak fit,aku memutuskan untuk meminta mereka menunggu di kantin.”
“thanks James.”davin menepuk pelan pundak James,sebelum berhamburan pergi dari sana untuk menemui Almera.
Kantin.
“kau menunggu lama?maaf aku baru selesai.”almera tersentak lalu mengulas senyum sangat tipis,saat Davin mengelus rambut panjang milik nya.
“aku berencana ingin ke salon potong rambut dokter,bagaimana menurut mu?.”
“asal kau nyaman kau bisa melakukan nya, mungkin rambut sebahu akan bagus untuk mu.kalau kau mengecat nya juga tidak masalah.”jawab Davin menarik kursi.
“dimana putri ku?James bilang kau datang bersama dengan anak-anak?.”tanya Davin.
“queen sedang bermain di sana!.”
__ADS_1
Davin mengangguk.
“warna merah atau coklat mungkin bagus untuk rambut baru milik mu,atau emas kulit mu putih jadi semua warna cocok untuk mu.”jelas dokter Davin.
“untuk sekarang aku belum benar-benar tertarik mewarnai rambut hanya memotong saja mempunyai dua anak cukup merepotkan kalau mau memelihara rambut panjang.”jelas Almera.
“ayah...”
queen yang sejak tadi sedang bermain langsung berhamburan keluar begitu melihat Davin sudah datang,senyum lebar queen beri kan.
“hai baby,bagaimana dengan hari mu?.”
gadis mungil kesayangan Davin itu hanya mengangguk kan kepala nya antusias.
“tapi king Ndak baik-baik saja ayah,queen tadi nangis terus.”dua pasang mata abu-abu itu bertubrukan,Davin mengulas senyum melihat perhatian yang di beri kan sang putri.
“dia mungkin sedang lelah,kau tau kan king sedang sakit.apa kau menjadi teman yang baik tadi?.kau menemani nya kan?.”tanya Davin.
“iya ayah."
“dokter,aku membawakan mu makan siang.”
“terima kasih,kau mau makan sesuatu Almera?ada bakso di sini?bakso di sini benar-benar enak kau tidak akan menyesal memakan nya.”
“boleh.”
Davin langsung mengangkat tangan memesan tiga porsi bakso satu untuk Almera,untuk eleveno dan untuk queen sementara Davin masih sibuk mengunyah bekal yang di bawa oleh Almera.
tiga mangkuk bakso langsung tersedia.keluarga kecil itu mulai menyantap nya pelan.
“ayah boleh memakai cabai?.”
“no sayang kau akan sakit perut.”
“king,kau tidak mau memakai sambal?.”
queen mengalihkan pandangan nya ke arah anak laki-laki yang sedang duduk di pangkuan sang bunda.kalau di tanya queen cemburu atau tidak melihat ada anak lain yang duduk di pangkuan sang bunda,jawaban nya tentu iya.tapi itu adalah eleveno sahabat baik nya,tidak ada masalah di tambah anak itu sedang sakit sekarang.
eleveno tidak menjawab pertanyaan queen.
“king,duduk dulu di sini ya?bunda mau makan kau juga makan.tadi baru makan bubur kan? ayah mu sudah membelikan nya,jangan lupa di habiskan.”almera menurunkan eleveno dari pangkuan nya.
“ada apa dengan nya Al?.”tamya Davin.
“dia terus seperti itu dokter sedari tadi,aku benar-benar khawatir.”
“iya ayah,king Ndak mau ngomong apa-apa sedari tadi.”
__ADS_1
trauma?.
# like komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah love you so much.