
“ayah adik mana?.”
“kenapa adik belum datang?.”
“seharus nya kan adik sudah datang.ayah bilang dia akan segera launching.”
”ayah mau adik...”
“ayah adik....”
“ayah mana......”
“ayah adik....”
“aku mau adik ayah............”
Davin menghela nafas sangat panjang.mata abu-abu milik dokter ahli bedah itu menajam,sudah sedari membuka mata queen bertanya.
“queen sayang pakai mukenah dulu ya!.”davin menahan tubuh mungil yang terus-menerus bergerak saat hendak di tangkap.
queen terus bergerak kesana-kemari,bibir nya mengerucut kesal karena Davin tidak memberikan apa yang dia ingin kan.padahal keinginan queen hanya satu yaitu menginginkan seorang adik sebagai teman bermain.
“sayang nanti subuh nya habis!.”
“no ayah,mau adik.”rengek queen.
astagfirullah,ya Allah ya Karim bagaimanapun bisa ajak ku seperti ini
Davin mengeluh dalam hati karena sang putri benar-benar tidak bisa di ajak berkompromi,padahal sekarang hampir habis waktu shalat subuh.
“ayah bohong!.”
“queen,dengar kan ayah dulu sayang!.”davin menarik tangan queen mengajak nya duduk.
“adik itu adalah anugerah dari Allah SWT,ayah tidak bisa memberi kan mu adik kalau Allah beluk berkehendak.jangan terlalu memaksa ya sayang,kalau queen mau di kasih adik queen harus rajin shalat Dan harus rajin mengaji.”davin berujar penuh penekanan.seakan meminta sang putri untuk mengerti.
mungkin bagi anak-anak sekecil queen semua itu adalah hal mudah yang akan di dapatkan dalam satu kali permintaan.tapi Davin,orang yang menjalani nya pasti sangat tidak mudah,andai saja mereka masih terikat ikatan suci pernikahan.itu tidak akan rumit,hanya saja mereka sudah bercerai.
“tapi ibu-ibu bilang bunda mau ngasih queen adik?.”
__ADS_1
“iya kalau queen sudah berdoa dengan sangat bersungguh-sungguh.allah akan ngasih bahkan kembar sekaligus.”jawab Davin penuh perasaan.
“tapi ayah...”
“sayang....shalat yuk?jangan menunda-nunda hal baik.kau harus faham oke?.”
setelah di perintahkan oleh sang ayah,queen menganggukkan kepala nya patuh.
di bantu oleh Davin queen sudah siap dengan sebuah mukenah berwarna merah muda yang terlihat sangat lucu dengan gambar kartun Elsa.
takbiratul ihram terucap dari bibir merdu Davin,ia memimpin shalat subuh dengan tenang.setekah menyelesaikan shalat nya Davin kembali pada aktivitas nya yang biasa nya,yaitu memandikan queen,membuatkan nya bekal lalu berangkat ke rumah sakit.
“dav?.”panggil mama lirih.
“ada apa ma?aku benar-benar sedang sibuk sekarang.”davin sibuk menata bekal.
“mama tidak pernah melihat king beberapa hari ini,apa kau pernah melihat nya?.”
Davin menoleh,dahi nya mengeryit bingung.walaupun tetangga Davin sangat jarang memperhatikan satu sama lain.
“dav tidak tau.”
“itu Iran pribadi mah,Davin tidak bisa ikut campur mungkin saja king sedang berada di rumah Oma nya mama jangan khawatir.khawatir tanpa sebab itu aneh,sekarang mama lebih baik duduk,atau kalau tidak repot mama bisa panggil kan queen?Davin tidak mau terlambat.”jelas Davin.
mama mengangguk mulai berjalan ke lantai atas untuk memanggil cucu kesayangan nya,sementara Davin tengah sibuk menata makanan di meja.
“assalamuallaikum.”
“wa'allaikum sallam.”jawab Davin mendongak menatap ke arah seorang anak yang sedang di gendong oleh Almera.
“astaghfirullah dia kenapa Almera?.”
Davin meletak kan piring dengan kasar di atas meja,jiwa kedokteran nya langsung meronta-ronta.karena itu dia dengan sigap mendekat,mengambil alih anak laki-laki itu.
“d-dia tadi pingsan dokter,aku melihat nya di depan rumah.apa terjadi sesuatu pada king?.”
Davin tidak menjawab,dia berlari dengan kencang menuju ke kamar nya dimana queen sedang duduk untuk di kuncir.lalu meletakan tubuh mungil eleveno ke atas ranjang.mata Davin memerah,anak laki-laki yang beberapa hari ini tidak terlihat ternyata dalam kondisi yang cukup mengenaskan.
“king!.”
__ADS_1
“queen sayang!.”papa langsung menahan tubuh queen.
“mau king opa!.”
“pa!bisa tolong antar kan queen ke sekolah dulu.mama tolong ya?aku sangat ingin mengantar nya ke sekolah tapi aku tidak bisa meninggalkan king sendirian.”pinta Almera dengan suara yang bergetar.
“almera jangan panik nak,king akan baik-baik saja Davin akan menangani nya.kami yang akan mengantar kan queen untuk sekolah kau fokus pada kesehatan king saja ya?.”pinta mama mertua Almera.
almera langsung mengangguk,air mata langsung luruh begitu saja dari manik mata nya.almera memang sengaja datang kemari,dengan membawa kue buatan nya.karena sejujur nya almera benar-benar merindukan anak kecil bermata biru itu.
ternyata benar,karena perasaan ku sudah tidak enak sejak semalam.
Davin yang masih fokus dengan keadaan eleveno langsung teralihkan dengan suara isakan lirih dari bibir Almera.
“tenang Almera!usahakan untuk tidak bersuara,kau menggangu konsentrasi ku.janhan khawatir,aku sudah menganggap nya sebagai putra ku sendiri,jadi aku tidak mungkin melukai nya!.”tegas Davin.
Almera mengangguk,dia duduk diam di sebelah eleveno yang sedang mendapatkan penanganan dari Davin.
sayang,ini bunda.kau bilang mau menjadi menantu bunda kan?bunda akan menerima mu saat kau sudah sadar, karena itu buka lah mata mu bunda menyayangi mu,bunda mohon sayang.
Almera menghapus air mata nya dengan kasar.
Davin sibuk memasang infus dan meminta bibi untuk membawakan baskom,handuk kecil dan termos berisi air hangat.
“al,maaf aku sedang ada pekerjaan aku harus kembali ke rumah sakit.apa kau ada kuliah hari ini?.”
“ada dok dua pelajaran,mungkin jam sepuluh nanti saya sudah selesai.”jawab Almera terengah-engah.
“untuk sekarang biar king di urus oleh pembantu,kau harus kuliah dan aku harus bekerja.seperti nya aku akan pulang cukup larut.apa kau bisa menjaga anak-anak sebentar Almera?.”
Almera mengangguk.dia akan kembali lagi kesini saat jam pelajaran nya sudah selesai.untuk menjaga queen sekalian menjaga eleveno yang sedang terbaring sakit.
sementara Davin dia harus bekerja sampai larut malam.
“saya akan langsung kemari setelah pulang kuliah dokter,jika memang keadaan mereka tidak baik-baik saja apa saya di izinkan untuk menginap?.”tanya Almera tanpa ragu.
“tentu saja, ini juga adalah rumah mu.kau adalah bagian dari keluarga ini,aku akan bekerja nanti tolong jaga anak-anak untuk ku kalau ada situasi yang gawat kau bisa langsung menghubungi ku oke?.”
Almera mengangguk.
__ADS_1
# like komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah love you so much love you so much love you so.