
“aku tidak bermaksud melarang mu Almera,ya sebagai dokter yang tau takaran gizi mana yang baik atau tidak aku tentu tau tapi aku juga tidak pernah mie instan keseringan.maksimal aku memakan mie instan sebulan tiga kali, kebanyakan tidak bagus untuk kesehatan.aku tau mungkin banyak orang tidak setuju kalau sampai harus di larang memakan mie karena mie adalah makanan favorit.tapi Almera itu tetap saja tidak baik dan bagus kalau kau konsumsi keseringan,queen sudah bilang kalau kau sangat menyukai mie instan.aku hanya menegur dan mengingat kan mu Almera,sebagai bentuk kesayangan, kepedulian dan juga cinta ku pada mu,aku hanya ingin menjaga mu.”
Almera terdiam mendengar perkataan dari dokter davin.dia benar-benar tidak bermaksud seperti itu.
“bentuk cinta apa maksud anda dokter?.”tanya Almera pura-pura tidak tau.
“sudah lah!aku lupa kau masih sangat kecil sampai-sampai belum tau apa yang aku bicara kan.”ledek Davin.
Almera menatap tajam ke arah Davin,sebelum mengerucutkan bibir nya kesal.
“jangan banyak-banyak makan mie nya.”
“iya.”jawab Almera penuh senyum.
“kau masih ada pelajaran sehabis ini?.”
“sebentar dokter,aku cek dulu.”
jawab Almera membuka handphone nya membaca jadwal mata kuliah hari ini.ternyata kosong,karena para dosen akan melakukan rapat satu hal yang paling membuat hati para mahasiswa dan mahasiswi bahagia.karena artinya mereka akan jam kosong.
“tidak,aku tidak mempunyai jadwal apapun lagi setelah ini.dosen pada rapat,mungkin aku akan menjemput queen nanti.”jawab Almera singkat.
“kau mau ikut dengan ku tidak?.”
“dari pada mengikuti anda dalam kegiatan yang tidak berguna saya lebih tertarik untuk menunggu putri kita sekolah dokter.semua anak-anak di tunggu oleh kedua orang tua nya,saya akan menunggu queen dan mengantar nya pulang ke rumah anda.”jawab Almera lugas.
“ah baik lah,ayo aku akan mengantar mu ke TK lalu aku akan kembali ke rumah sakit.kau tidak masalah kan kalau harus pulang naik taksi?.”tanya Davin menyahut kas berwarna putih yang ia pakai.
__ADS_1
mata berwarna abu-abu itu langsung melirik tepat ke arah arloji di tangan nya,waktu berlalu begitu cepat ternyata padahal Davin masih sangat ingin banyak mengobrol dengan Almera,sekedar berujar dengan Almera berbagi cerita.tapi ternyata ada sebuah tanggung jawab yang tidak bisa di tinggalkan oleh nya.
“dokter mau apa memang nya?."
“aku harus membaca rekam medis seorang pasien,dia termasuk keluarga berpengaruh.you know this is Indonesia?jangan bermain-main dengan orang beruang.kau tau kan hukum bahkan kalah dengan uang,terkadang hidup di tengah banyak nya yang tidak lah enak Almera.kita memiliki banyak godaan.”jawab dokter Davin dengan senyum sangat tipis.
this is Indonesia.
Almera mengangguk pelan,senyum getir terukir di wajah nya.banyak rakyat miskin yang tidak mendapatkan PKH terlunta-lunta,sementara yang mendapat PKH justru sibuk mengumpulkan berlian.orang kaya semakin kaya dan berada di atas, sementara orang miskin semakin miskin dan menjadi kaum yang terinjak-injak.
“ayo dokter,aku takut queen akan segera pulang.”
***
time skip.
senyum lebar Almera ukir sebelum dia menduduk kan tubuh nya tepat di sebelah ibu-ibu yang sedang berbaris rapih,duduk sembari beberapakali bergosip ria menunggu anak-anak mereka keluar dari kelas.
Almera mengulas senyum sangat tipis,batin dan tubuh nya lelah.dia merasakan betapa sulit nya menjadi seorang single perent, walaupun sejak dulu Davin sering mengirimkan uang untuk kebutuhan queen dan memenuhi tugas nya dengan baik.almera tetap merasa kesulitan,uang yang di beri kan Davin memang banyak tapi di sisi lain Almera juga harus mengurusi masa depan queen,dan hidup nya.almera harus mencari uang sendiri,membagi waktu kuliah,kerja dan juga mendidik queen.yang paling sulit adalah sebisa mungkin membuat queen tidak merasa di acuh kan.
“bunda nya queen ya?.”ibu ibu mulai bertanya.
“iya.”jawab Almera kalem.
“ah berarti istri nya dokter tampan yang kemarin ya?.itu loh yang mata nya berwarna abu-abu kan?.pertama kami kira mbak itu janda loh,dari dulu kan mengantar queen sendirian.”
“iya, bahkan kami mengira mbak itu hamil tanpa suami loh.soal nya masih muda, biasa kan anak-anak SMA suka kebablasan.”
__ADS_1
“apalagi dokter Davin tampan,pasti banyak perempuan yang mau sama dia.”
“maaf ya mbak,kami dulu pernah mengira queen itu anak haram loh.secarakan dia kalau ditanya tentang ayah queen selalu bilang ayah nya di luar negri,kalau ayah nya di luar negeri bisa saja bunda nya berbohong.”
“tenang ibu-ibu tidak perlu khawatir.karena pada kenyataan nya Queen adalah anak dari hubungan yang sah,dia bukan anak haram.kalau masalah dia yang slalu bilang ayah nya di luar negri,dia tidak bohong karena sebagai dokter hebat.mas Davin selalu berusaha untuk mencari ilmu,dan memperbanyak ilmu.selama beberapa tahun ini,memang mas Davin ada di Amerika.maklum lah ibu-ibu dia banyak uang jadi tinggal di Amerika.”jawab Almera lugas.
senyum sangat tipis terukir dalam bibir Almera,pukulan telak yang berhasil membuat ibu-ibu lambe turah di sana terdiam.
“oh jadi memang dari pernikahan sah ya?.”
“iya,jangan khawatir.”jawab Almera santai.
“kok jarang di antar dokter Davin sih bunda?.”
“iya,padahal kan bisa sekalian berangkat ke rumah sakit?.”
“ah itu karena dokter Davin sangat sibuk,di tambah kan saya masih kuliah.dari pada merepotkan suami biar saya saja yang berangkat sendiri.”jawab Almera.
”oh begitu ya?.”
“dokter Davin itu tampan dan baik loh bunda beruntung memiliki dokter Davin.secara kan dokter Davin terlihat sayang sama anak,apalagi sama bunda nya ya?.”
“allhamdulillah masyaallah,dia adalah pria yang baik itu yang saya tau semoga menang kenyataan nya seperti itu.”jawab Almera.
“oh ya, kapan-kapan bolehkan kami main ke rumah bunda?.”
“iya kami biasa nya mengadakan pesta minum teh.”
__ADS_1
“kabari saja,kalau saya tidak sibuk saya akan menerima kehadiran kalian dengan penuh semangat ”jawab Almera tipis yang terpenting sekarang dia harus membungkam lebih dulu mulut orang-orang di hadapan nya, benar-benar penjilat.
# like komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah love you so much.