
Setelah berada dekat dengan Fian yang saat itu sedang bekerja Ema hanya memperhatikan Fian yang sedang bekerja tanpa berbicara, Fian yang sadar sedang di perhatikan pun hanya diam saja karna dia tau bengkel ini milik ayah wanita yang tengah memperhatikannya tersebut, setelah cukup lama akhirnya Fian sudah selesai dengan pekerjaan nya sementara Ema masih dalam posisinya memperhatikan kegiatan yang di lakukan oleh Fian, entah apa yang di pikirkan oleh Ema saat ini, hanya dia yang tahu namun dari raut wajahnya bisa di simpulkan bahwa akan banyak kejutan yang akan di berikannya kepada lelaki yang berada dalam pandangan nya tersebut.
Saat siang hari setelah jam makan siang, saat karyawan bengkel ingin memulai kembali bekerja, Hadi mengumpulkan seluruh karyawan di bengkel tersebut, setelah semua berkumpul Hadi langsung menyampaikan tujuannya mengapa dia mengumoulkan mereka.
" baiklah, sebelumnya perkenalkan dulu yang di sebelah saya ini adalah putri saya, dia akan mulai bekerja besok menggantikan pekerjaan saya di sini tapi masih di bawah pengawasan saya " ucap hadi, seluruh karyawan hanya mengangguk paham, namun tidak dengan Fian, dia seperti merasakan ada hal yang tidak baik akan menimpanya sebentar lagi, namun dia harus tetap profesional dalam bekerja, dia tidak mau mencampuri masalah pribadi dengan pekerjaan.
setelah menyampaikan tujuannya Hadi lalu menyuruh karyawannya untuk kembali bekerja lagi.
keesokan harinya Ema sudah datang sendiri ke bengkel yang resmi hari ini dia kelola dengan masih di bantu oleh papanya, dia datang sangat pagi terlihat baru beberapa karyawan yang ada di bengkel.
Seperti hari biasanya Fian datang ke bengkel, namun berbeda hari ini Fian agak terlambat karna dia harus mengantar pesanan kue yang di pesan oleh saudaranya yang memesan kue buatan ibunya untuk acara arisan di rumahnya, sesampainya Fian di bengkel dia langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian yang biasa di gunakannya saat bekerja, namun saat dia ingin memulai bekerja salah satu teman kerja nya menyampikan bahwa Fian di panggil oleh bos keruangannya, Fian pun langsung datang ke ruangan bosnya.
__ADS_1
Namun saat dia memasuki ruangan tersebut bukannya pak Hadi yang berada de meja tersebut tapi melainkan anaknya, Fian pun baru teringat bahwa semalam bosnya sudah menyampaikan bahwa anaknya akan mengagantikan beliau.
" maaf bu, apakah ibu memanggil saya " tanya Fian sopan
" lo tau kenapa gue manggil lo kesini? tanya ema serius
" maaf jika menyangkut masalah pribadi saya rasa tidak pantas di bahas di tempat kerja " jawab Fian yang menyangka bahwa Ema akan membahas masalah tempo hari di cafe
" maaf tadi ada kendala saat saya mau ke sini " ucap Fian
" jadi apa sangsi untuk setiap karyawan yang berbuat kesalahan dalam bekerja ? tanya Ema lagi
__ADS_1
" maaf sekali lagi buk, saat pak Hadi masih memimpin beliau tidak akan memberikan sangsi jika karyawan datang terlambat apabila si karyawan sudah izin dan ada alasan kenapa si karyawan datang terlambat " jawab Fian dengan tegas
" dengan siapa lo izinnya, gue gak ngerasa lu ada minta izin sama gue "
" pagi tadi saya sudah menghubungi pak Hadi langsung, dan beliau sudah memberikan saya izin " memang tadi Fian sudah memberi kabar kepada Hadi bahwa dia akan datang terlambat
" baiklah, lain kali lo harus langsung izin ke gue, karna sekarang bos lo itu gue, paham lo " ucap Ema sinis
" baiklah, kalau tidak ada apa apa lagi saya mohon keluar untuk bekerja kembali " ucap Fian dan hanya di balas dengan anggukan angkuh dari Ema.
besambung...
__ADS_1
LIKE DAN KOMENNY JANGAN LUPA