
masih di dalam tangisnya engsih mempererat pelukannya pada suaminya.
" aku gagal pa, aku gagal buat jadi istri sekaligus ibu, di saat kamu memerlukan istri di sampaing kamu aku malah sibuk dengan kerjaan aku bahkan ketika hari libur pun aku masih sibuk dengan kerjaan, istri macam apa aku ini pa, sekarang aku lalai menjadi ibu, lihat anak kita dia tidak pernah protes dengan kesibukanku, tapi semalam ketika di rumah sakit aku menyadari bahwa aku ini ibu yang tidak berguna, dimana aku ketika ema membutuhkan sosok ibu, aku malah sibuk dengan pekerjaanku, aku memang tidak layak di panggil ibu " masih menangis dalam pelukan suaminya
" tidak ma, aku yang salah dalam hal ini, seharusnya sebagai seorang kepala keluarga aku harus tegas dan menjadi imam buat keluarga aku, tapi aku malah membiarkan kalian dengan dunia masing-masing, aku yang bersalah, ketika kalian membutuhkan seseorang untuk berbagi cerita dan berkelah kesah aku malah sibuk dengan pekerjaanku .
maafin papa ya ma " kata hadi menumpahkan isi hatinya
" seharusnya mama yang minta maaf sama papa karna mama yang paling bersalah dalam hal ini "
" yaudah tidak ada yang salah dalam hal ini, kita harus mulai untuk saling menjaga dan meperhatikan satu sama lain " kata hadi
engsih pun mengangguk
" kita juga harus lebih memperhatikan putri kita pa, mama merasa bersalah sama ema karna banyak waktu yang di habiskan bersama dia justru kita pakai untuk mengurus pekerjaan " sesal engsih
"iya, mulai sekarang papa akan mengurangi kegiatan papa dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan mama dan putri kita "
__ADS_1
" iya mama juga pa, mama sudah memutuskan untuk mengurus butik hanya sesekali saja, selebihnya mama akan di rumah untuk menjadi istri dan ibu buat kamu sama putri kita "
" yaudah siapin makanan nya dulu habis itu kita sama-sama nemuin putri kita " terang hadi
engsih pun melajutkan memasaknya sementara hadi duduk di dekat meja makan sambil menunggu sabg istri memasak.
setelah selesai dengan masakannya engsih dan hadi langsung menuju ke kamar putri mereka, saat masuk kekamar putrinya ema sedang berbering sambil memainkan ponselnya.
hadi dan engsih mendekat kearah ema yang masih sibuk dengan ponselnya
" kamu makan dulu ya sayang " kata engsih yang sudah duduk di sisi ranjang tempat anaknya berbaring sementara hadi duduk di kursi meja rias di kamar anaknya tersebut.
" biar mama suapin ya sayang, kamu kan masih sakit "
" yang sakit kepala aku ma, tangan aku masih bisa gerak, lagian aku juga udah agak mendingan kok " ema sedikit heran dengan sang mama yang dari kemarin terus terusan memperlakukannya seolah ema sakit parah
" udah biarin mama kamu aj yang suapin kamu nak " sang papa menengahi, hadi tau ini cara sang istri untuk lebih dekat dan memberikan perhatian kepada sang putri
__ADS_1
" yaudah iya "
engsih pun menyuapi sang anak, dia kembali sedih ketika melihat anaknya makan dari suapannya karna sudah lama dia tidak memberika perhatian separti ini kepada putrinya hingga air matanya pun tak dapat di bendungnya lagi.
ema melihat mama nya menangis pun heran dan bertanya
" mama kenapa, mama sakit ya? tanya ema yang heran
tiba tiba engsih meletakkan makanannya di atas lemari didekat tempat tidur anaknya dan langsung memeluk putrinya, ema yang mendapat pelukan secara tiba tiba pun terkejut, bagaimana tidak sudah lama dia tidak merasakan pelukan hangat dari sang mama, tanpa terasa air matanya pun ikut menetes.
" maafin mama ya sayang, selama ini mama tidak pernah meperhatikan bagaimana kehidupan kamu, mama hanya sibuk dengan pekerjaan mama, mama memang bukan ibu yang baik, mama tidak layak di panggil ibu " engsih menangis sejadi jadinya dalam pelukan sang anak.
ema pun sama harunya didalam pelukan sang mama.
papanya hanya memperhatikan ibu dan anak yang tengah mencurahkan kerinduan mereka masing masing.
lanjut part berikutnya ya..
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA