
saat jam makan siang fian dan hafiz pergi makan siang di rumah makan yang tidak jauh dari bengkel tempat dia bekerja, tiba-tiba hp fian ada yang menelfon, rupanya sahabatnya ridho yang menelfon.
" assalamuailauikum fian apa kabar? tanya ridho
" Waalaikumsalam salam, kabar gue baik-baik aja, gimana dengan kamar lu dho? tanya fian balik
" gue baik-baik aja, sorry ya gue baru bisa ngabarin lu soal nya gue lagi banyak kerjaan "
" iya gak apa-apa kok gue maklumin, jadi gimana di sana?
" ya gini-gini aj, gue lebih suka di sana "
" kerjaan lu di sana gimana dho?
" gue cuma bantu buat desain nya aja kalau masalah pengerjaan nya bokap gue, palingan gue bantu-bantu bokap aja, kalau lu gimana, masalah bengkel gimana?
" bengkel sementara gue tutup dulu soalnya masih sepi "
" jadi lu kerja di mana?
" gue kerja di bengkel kusuma "
" wah beruntung dong lu bisa kerja di bengkel terbesar di kota kita "
__ADS_1
" ya, alhamdulillah rezeki gua, udah dulu ya gue mau makan siang dulu, btw lu udah makan siang?
" oh yaudah gue juga mau makan siang ni"
" iya, nanti kalau ada waktu gue hubungin lu lagi, assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
begitulah percakapan kedua sahabat itu, fian dan hafiz melanjutkan kembali makannya karna mereka harus kembali ke bengkel untuk bekerja lagi.
saat malam di rumah fian
" bagaimana pekerjaan kamu di bengkel itu nak? tanya sang ayah
" kamu kerja dengan baik ya nak jangan berbuat hal yang merugikan diri kamu atau orang lain " sambung sang ibu
" baik bu, adik-adik mana bu ? tanya fian
" adik-adik kamu dibawa bude mu kerumahnya karna pakde kamu lagi keluar kota " jawab ibu fian
ayah fian bernama MUHAMAD ROSLAN sementara ibunya bernama SURYANI, meski mereka hidup sederhana namun fian bersyukur dan bahagia karna dia merasa harta bukan lah tolak ukur untuk mendapatkan kebahagiaan.
suara azan subuh berkumandang fian terbangun dan pergi ke masjid dekat rumahnya, fian sudah terbiasa bangun subuh untuk sholat subuh karna dia sudah di didik oleh kedua orang tuanya dari kecil untuk tidak meninggalkan sholat.
__ADS_1
sepulangnya dari masjid fian pergi lari pagi seperti biasanya, ketika dia sedang berlari dia hpir di tabarak oleh sebuah mobil, untung fian cepat menghidar namun mobil itu menabrak pembatas jalan, meski tidak terlalu kuat namun bagian depan mobil itu ada yang pecah, sepertinya pengendara mobil ini mabuk atau masih mengantuk gumam fian dalam hati, lalu fian mendekat untuk memeriksa pengendara mobil tersebut fian mengetuk kaca pintu mobil tersebut, keluarlah sang pengendara mobil beserta teman-temannya.
" permisi, mbak tidak apa-apa? tanya fian sopan
" lu gak liat mobil gue depan nya pecah,lu kalau jalan bisa kepinggir gak " sang pengemudi marah
" maaf mba, saya sudah sangat ke tepi, tetapi saya rasa mba nya yang kurang teliti membawa mobil ini "
" udah ya ma, salah kita juga, jangan di perpanjang lagi " sambung temannya yang membawa mobil sambil menarik temannya untuk masuk ke dalam mobil
" lu apaan lagi narik-narik gue, gue belum selesai sama tu cowok belagu " ucapnya
" udah lah lagian bukan salah dia juga, dia udah baik-baik mau nolong kita tadi " sambung temannya satu lagi.
ya pengemudi mobil itu tak lain ema, karin dan putri, mereka baru pulang dari tempat hiburan malam.
akhirnya mereka pun pulang meskipun ema masih tidak terima walaupun dia yang salah tetapi dia tetap tidak suka dengan lelaki yang menurutnya belagu tersebut.
next..
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN NYA
TERIMAKASIH
__ADS_1