Menikah Dengan Montir

Menikah Dengan Montir
eps 23


__ADS_3

Setelah Ema tersadar dari pingsannya dia pun di perbolehkan untuk pulang, Fian mengajak Ema untuk pulang ke rumahnya, tidak ada penolakan sedikit pun oleh Ema megingat kondisinya saat ini sedang kacau.


Sesampainya di rumah Ema langsung dibawa kedalam kamar milik Fian untuk beristirahat, lalu Fian keluar untuk membantu menyiapkan untuk acara tahlilan malam nanti.


Saat Fian kembali ke kamar dengan membawa makanan untuk Ema, saat masuk ke kamar Fian melihat Ema masih dalam posisi berbaring dengan mata terbuka namun tatapannya kosong, Fian mencoba berbicara dan sambil mencoba menyuapi makanan ke dalam mulut Ema namun Ema tidak merespon apapun.

__ADS_1


" saya tau ini berat buat kamu, Allah tahu mana yang terbaik untuk kedua orang tua kamu, pasti ada hikmah di sebalik kejadian ini, kamu juga harus tetap melanjutkan hidupmu, bagaimana perasaan kedua orang tua kamu ketika dia melihat kondisi kamu seperti ini mereka pasti sedih melihat kondisi kamu " ucap Fian, namun tidak ada respon dari Ema


" baiklah mungkin kamu perlu waktu sendiri, saya akan bersiap siap karna malam ini ada tahlilan untuk kedua orang tua kamu, kalau kamu sudah merasa baikan kamu boleh keluar untuk ikut tahlilan, ini makanan saya taruh di sini, kalau kamu lapar kamu makan " sambung Fian sambil menaruh makanan di atas meja kecil di samping tempat tidurnya


Setelah isya acara tahlilan di laksanakan, Fian mengundang jamaah masjid didekat rumahnya , juga tetangga di sekitar rumah Fian, tidak lupa para karyawan dirumah tempat Ema tinggal dan karyawan bengkel tempat Fian bekerja, Ema tidak ikut tahlilan namun Fian sempat melihat kondisinya di dalam kamar, di lihat nya Ema tertidur dan makanan yang di bawa Fian tadi hanya dimakannya sedikit, Fian merasa lega karna Ema masih mau untuk makan walau hanya sedikit.

__ADS_1


Sudah tujuh hari semenjak kepergian kedua orang tua Ema, dia masih berdiam diri di kamar Fian, dia hanya keluar jika hendak ke kamar mandi karna di rumah Fian kamar mandi berada di luar kamar, setelah itu dia kembali ke dalam kamar lagi, orang tua Fian dapat memaklumi sikap menantunya itu mengingat kondisi Ema yang masih belum bisa menerima keadaannya, bengkel sudah kembali di buka sementara Fian yang menggantikan tugas Ema, Fian yang sudah pernah mengelola bengkel tentu saja bisa untuk mengelola bengkel tersebut hanya saja masalah bengkel yang di luar kota masih menunggu keadaan Ema membaik dahulu.


Saat Fian balik dari bengkel dia langsung membersihkan diri terlebih dahulu setelah itu dia melihat kondisi Ema, Fian masih terus mencoba mengajak Ema bicara supaya dia tidak terus melamun, kadang kedua sahabatnya pun datang ke rumah setelah mendapat kabar tentang kecelakaan yang menimpa kedua orang tua sahabatnya yang merenggut nyawa mereka lalu tentang pernikahan dadakan yang harus di jalani sahabatnya tersebut, Karin dan Putri lalu mencari keberadaan Ema yang diketahui berada di rumah suami yang menikahi sahabatnya tersebut untuk mencoba memberi semangat untuk sahabatnya tersebut, namun sama halnya yang di alami Fian, Ema tidak banyak merespon, untung dia masih mau di beri makan walau hanya sedikit, saat siang ibu Fian yang mengantar makanan kedalam kamar dan malamnya Fian yang akan mengantar makan untuk Ema.


next..

__ADS_1


MAKASIH BUAT YANG SUDAH BACA


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA


__ADS_2