Menikah Dengan Montir

Menikah Dengan Montir
eps 22


__ADS_3

Saat sudah di luar ruangan ayahnya di rawat Ema dan Fian langsung membahas tentang ucapan Fian tadi.


" apa maksud ucapan lo tadi di dalam? tanya Ema


" saya tidak ada maksud apa apa, saya hanya kasihan melihat kondisi ayah kamu, sebagai seorang anak seharusnya sudah kewajiban kamu untuk memenuhi permintaan mereka, apalagi melihat kondisi beliau tersebut tidak salah saat ini kamu memenuhi keinginan beliau, saya hanya mau meringankan beban ayah kamu di sisa usianya " ucap Fian tulus


" tapi tidak dengan menikah, apalagi nikahnya sama lo, gue yakin papa gue bisa sembuh, lo jangan berharap bisa menikah sama gue "


" sedikit pun saya tidak pernah ada niat untuk memiliki hubungan dengan kamu apalagi sampai menikah, semua ini saya lakukan hanya masalah kemanusiaan, coba kamu pikirkan jika benar ini adalah permintaan beliau yang terakhir dan kamu tidak bisa menurutinya, apakah kamu tidak menyesal tidak bisa memenuhinya "


Ema pun mecerna kalimat yang di ucapkan Fian, benar yang dikatakannya jika saat ini papa nya tidak bertahan dan dia tidak memenuhi permintaan papanya.


tiba tiba dari dalam ruangan suster memanggil Ema dan Fian karna kondisi Hadi yang mulai memburuk, keduanya langsung masuk kedalam


" kondisi beliau semekin memburuk " ucap dokter yang memeriksa Hadi

__ADS_1


" Ema akan memenuhi permintaan papa jika itu bisa membuat papa pergi dengan tenang " ucap Ema sendu


Hadi melihat ke arah Fian seperti memeberi isyarat untuk mendekat, Fian kemudian mendekat


" tolong bahagiakan anak saya " ucap Hadi


" baiklah, saya berjanji akan selalu membahagiakan anak bapak "


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya penghulu datang setelah tadi Hadi meminta bantuan dokter mencarikannya, Fian juga menghubungi ayah dan ibunya dia juga menceritakan kejadian tersebut, ayah dan ibunya memutuskan untuk datang ke rumah sakit setelah di beritahu anaknya tentang kejadian yang di lalui anaknya, mereka juga merestui apa yang di lakukan oleh anaknya tersebut.


" saya terima nikah dan kawinnya ema kusuma binti Hadi kusuma dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai " ucap Fian dengan tegas dan lancar


" bagaimana para saksi "


" SAH " ucap Hadi dan Roslan selalu saksi dari pernikahan anaknya tersebut

__ADS_1


tidak lama setelah pengucapan janji suci tersebut tiba tiba Hadi tidak sadarkan diri, dokter langsung memeriksa kondisinya, Hadi di nyatakan sudah meninggal dunia oleh dokter yang memeriksa


Ema yang duduk di samping ibunya Fian menangis sejadi jadinya dia kembali tidak sadarlan diri, dia tidak menyangka akan menikah dengan lelaki yang belum lama dia kenal, dan bagaimana kehidupan dia kedepannya setelah menikah dan sekarang Kedua orang tuanya telah meninngalkan dirinya untuk selama lamanya.


Fian segera mengurus pemakaman untuk kedua orang tua dari wanita yang baru saja dia nikahi tersebut, sementara jasad supir yang juga ikut dalam kecelakaan tersebut sudah lebih dulu di ambil oleh keluarganya.


saat Ema terbangun dia sudah berada di dalam ruangan serba putih, dia melihat seseorang yang tengah melakukan sholat di samping tempat dia tertidur yang tidak lain adalah lelaki yang baru saja menikah dengannya.


setelah mengurus pemakaman mertuanya, Fian langsung menuju ke rumah sakit untuk melihat kondisi dari istrinya, saat tiba di rumah sakit Ema masih belum sadarkan diri, semetara ibu dan ayah Fian langsung kembali ke rumahnya untuk mempersiapkan tahlilan nanti malam yang diminta oleh Fian di laksanakan dirumahnya saja.


next..


TERIMAKASIH YANG SUDAH MEMBACA


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA

__ADS_1


__ADS_2