
Sudah dua hari semenjak kepergian papa dan mamanya keluar kota, rencananya besok baru mereka akan pulang, rencana nya Ema akan menjemput mama dan papanya di bandara namun Hadi melarangnya dan meminta supir di rumah saja yang menjemput mereka, akhirnya Ema pun tidak jadi menjemput mama dan papa nya, dia hanya menunggu di rumah saja.
Sudah dua jam lamanya semenjak kepergian supirnya ke bandara, namun mobil yang di kendarai supir untuk menjemput orang tuanya belum juga sampai di rumah, Ema pun sudah banyak kali menghubungi mama dan papanya namun tidak ada jawaban, Ema pun sempat menghubungi supirnya tadi namun sama halnya dia pun tak mendapat jawaban.
Ketika sedang bergelut dengan pikirannya tiba tiba dia mendapat telpon dari nomor yang tidak dia kenali Ema pun mengangkatnya, ternyata yang menghubungi ponselnya adalah dari pihak rumah sakit yang memberi kabar bahwa kedua orang tuanya berada di rumah sakit tersebut karna mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan, mobilnya menabrak pembatas jalan.
bagai tersambar petir seketika kaki nya melemah dia terduduk di lantai sambil menagis sejadi jadinya, tidak lama setelah itu Ema berlari mengambil kunci mobilnya dan bergegas pergi ke rumah sakit yang menelpon nya tadi, dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya di rumah sakit Ema pun bertanya kepada petugas rumah sakit tersebut tentang pasien yang baru saja di bawa karna kecelakaan, setelah mendapatkan info Ema langsung menuju ke ruangan tempat orang tuanya berada, ketika sampai di ruangan tersebut dia mendapati dokter keluar dati ruangan tersebut.
__ADS_1
" permisi apakah pasien di dalam itu adalah korban kecelakaan " tanya Ema
" benar, apakah anda adalah keluarga korban?
" saya anak dari korban kecelakaan yang baru saja di bawa kesini "
" Maaf, dengan berat hati saya harus menyampaikan, pengemudi mobil tewas di tempat begitu juga dengan ibu anda, dia meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju kesini sementara ayah anda masih mendapatkan perawatan didalam " ucap sang dokter, Ema yang mendengar penuturan sang dokter yang menyebut ibunnya telah tiada tidak percaya, Ema kembali menangis hingga seketika dia jatuh pingsan.
Saat dia sampai di depan ruangan papanya dia melihat Fian ada di depan ruangan papanya di periksa.
__ADS_1
" ngapain lo disini?
" tadi saya menelpon ibu untuk izin pulang kerumah sebentar untuk membeli obat ayah saya, namun ketika telpon diangkat malah orang lain yang menjawab dan dia bilang ibu pingsan di rumah sakit, dia juga bilang tentang orang tua ibu yang habis tabrakan lalu dia menyuruh saya ke sini karna tidak ada yang menjaga pasien di sini sementara ibu masih pingsan, lalu saya datang ke sini " jawab Fian
Ema hanya terdiam meratapi kejadian yang baru saja menimpa kedua orang tuanya
next part
TERIMA KASHI YANG SUDAH MEMBACA
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK