
Sebulan telah berlalu, kondisi Ema sudah mulai membaik namun dia masih sedikit menutup diri.
Hari ini Ema memutuskan untuk kembali bekerja, dia tidak mau terlalu berlarut dengan keadaan ini, dia juga telah berbicara kepada Fian supaya mereka tinggal di rumah keluarganya saja, karna di rumah itu banyak kenangannya bersama kedua orang tuanya.
Setelah pulang dari bengkel Fian dan Ema kembali kerumah Fian terlebih dahulu setelah itu mereka langsung mengemas pakaian untuk mereka tinggal di sana, Ema dan Fian lalu berpamitan kepada kedua orang tua Fian
" bu, ayah. Fian minta maaf karna harus ikut untuk tinggal bersama istri Fian dirumahnya karena disana tidak ada yang menempatinya " ucap Fian
" ibu sama ayah tidak keberatan jika kamu harus tinggal di sana, jaga istri kamu baik baik ya " ucap ibu Fian
" sekarang kamu memiliki tanggung jawab yang besar nak, dalam rumah tangga tidak ada yang berjalan lurus saja, pasti banyak rintangan yang akan kalian hadapi, ayah harap kamu bisa menjalaninya " ucap ayahnya menimpali
__ADS_1
Fian dan Ema mengangguk lalu mereka berdua bersalaman kepada ayah dan ibu Fian, setelah itu mereka langsung berangkat menuju kediaman Ema dengan menggunakan mobil milik Ema sementra motor milik Fian sengaja dia tinggalkan di bengkel.
Sesampainya mereka dirumah Ema mereka di sambut oleh para pekerja yang terlebih dahulu telah di beri tahu oleh Ema bahwa dia dan suaminya akan tinggal di rumah ini kembali, para pekerja menyambut gembira kehadiran Ema dan Fian di rumah itu karna selama beberapa bilan ini rumah terasa sepi tanpa kehadiran tuan rumah tersebut.
Ema memutuskan untuk tidur terpisah dengan Fian karna dia belum bisa menerima kehadirannya, Fian pun menerima keputusan istrinya tersebut meski berat dengan status mereka sekarang yang sudah menjadi suami istri maka Ema akan semakin sulit untuk menerima keadaannya,di bengkel mereka hanya berinteraksi layaknya bos dan karyawan sementra di rumah waktu masih di rumah Fian setelah pulang kerja Ema akan menghabiskan waktu di kamar.
Fian berfikir bahwa jika mereka tinggal di sini maka mereka akan semakin lebih dekat tapi fikiran itu sirna karna selama dia tinggal di rumah istrinya mereka lebih menjauh seperti tidak ada hubungan apapun, mereka hanya bertemu dirumah saat makan malam saja sementra jika hari libur Ema bisa seharian di dalam kamar atau keluar dengan sahabatnya.
Saat pagi saat Fian sedang bersiap untuk pergi bekerja dia tidak melihat keberadaan Ema, Fian pun bertanya kepada salah satu asisten rumah tangga dinrumah itu
" apakah istri saya sudah pergi bekerja? tanya Fian
__ADS_1
" maaf mas, sedari tadi saya tidak melihat mba Ema turun dari dalam kamarnya "
" baiklah terima kasih, saya akan melihat di kamar terlebih dahulu "
Sesampainya Fian di kamar yang di tempati oleh Ema dia mencoba mengetuk pintu kamar tersebut namun tidak ada jawaban dari dalam kamar, Fian pun memmberanikan diri untuk masuk kedalam kamar karna khawatir dengan keadaan Ema.
Setelah pintu kamar dibuka Fian melihat Ema masih tidur dengan selimut yang menutupi hampir seluruh bagian badannya sampai ke leher, saat dia ingin membangunkan Ema dengan menepuk pelan pipi istrinya namun ketita telapak tangannya sampai di pipi Ema, Fian merasakan suhu tubuh Ema yang panas, Fian pun khawatir.
next
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN
__ADS_1
TERIMAKASIH