
Malam ini kini thea sudah berada di gedung pernikahan-nya! Gugup? iya itulah yang ada dalam diri thea, bukan hanya itu yang thea rasakan, tapi konsekuensi yang akan dia jalankan setelah menikah nanti dia harus jalankan dan rasakan pahitnya hidupnya nanti!
Thea Pov!
"Apakah kamu begitu gugup?" tanya leo, yang sedari tadi melihat thea yang sedang melamun seperti memikirkan sesuatu.
"Hah! Gu-gup? Tentu saja tidak!" jawab thea, dengan terbata-bata. "Aku tau kamu gugup thea, kamu tidak pandai menyembunyikan gugupmu itu!" ucap leo.
"Ah sial! aku bicara sangat gugup, jelaslah leo tau bahwa aku memang gugup!" batin thea.
"Iya baiklah, aku akui diriku memang gugup!" ucap thea memalingkan wajahnya dari leo.
"Hahah, kamu sangat lucu ketika gugup seperti ini," ucap leo yang tertawa melihat thea yang begitu gugup, dengan tubuh gemetar.
"Berhentilah mengejek aku seperti ini! aku benar-benar begitu gugup!" ucap thea dengan kesal. "Baiklah aku tidak akan mengejekmu, hahah," ucap leo sambil tertawa.
"Kenapa dia begitu santai dengan pernikahan ini?!" batin thea, yang melirik leo yang begitu tenang.
"Kenapa dia melirikku seperti itu?!" batin leo.
"Ada apa denganmu thea?!" ucap leo, membuat thea terkejut. "Ada apa denganku? kurasa aku baik-baik saja!" jawab thea, berusaha sesantai mungkin.
"Tadi kamu melirikku! makanya ku tanya ada apa denganmu?" tanya leo. "Kamu ini terlalu kepedean! dan sangat berharap aku lirik!" jawab thea, yang tak mau kalah dari leo.
"15 menit lagi kita akan menuju altar pernikahan, kumohon jangan gugup! Jika kamu gugup tatap aku sekilas, lalu tarik nafasmu dalam-dalam! Kamu mengerti?" ucap leo, dan thea menganggukinya.
-------------
Sekarang sudah saatnya thea dan leo menuju altar pernikahan, thea melakukan apa yang dikatakan leo tadi, kini thea sudah merasa sedikit lega setelah melakukan apa yang dikatakan leo agar dirinya tak gugup!
__ADS_1
Leo dan Thea berjalan menuju altar pernikahan, kini saatnya mereka berdua saling mengucapkan janji suci.
"Leo Arnold James, apakah anda bersedia menjadi pendamping hidup Gisellia Thea Amora?" ucap pendeta kepada leo.
"Saya Leo Arnold James bersedia menjadi pendamping hidup Gisellia Thea Amora." ucap leo, dan thea langsung menatap leo.
"Gisellia Thea Amora, apakah anda bersedia menjadi pendamping hidup Leo Arnold James?" ucap pendeta kepada thea.
"Saya Gisellia Thea Amora bersedia menjadi pendamping hidup Leo Arnold James." ucap thea.
"Apakah Leo Arnold James menerima kekurangan dan kelebihan Gisellia Thea Amora?" ucap pendeta.
"Saya menerima kekurangan dan kelebihan Gisellia Thea Amora," ucap leo.
"Bagaimana denganmu Gisellia? Apakah anda juga menerima kekurangan dan kelebihan Leo?" tanya pendeta kepada thea.
"Silahkan mengucapkan janji suci kalian di atas altar pernikahan ini." ucap pendeta.
"Saya bersedia menjadi istri dari leo arnold james, dan bersedia mendampingi hidupnya hingga maut memisahkanku darinya." ucap thea, dan matanya mulai berkaca-kaca.
"Saya bersedia menjadi suami dari gisellia thea amora, dan bersedia mendampingi hidupnya hingga maut memisahkanku darinya." ucap leo.
"Kalian kini sah menjadi sepasang suami istri, dan saya persilahkan untuk tuan leo mencium gisellia." ucap pendeta, leo dan thea langsung saling berhadapan.
"Jangan gugup thea, biarkan first kiss mu di ambil oleh leo, sekarang kamu adalah istri sahnya, jadi tidak ada masalah jika leo menciummu!" batin thea.
"Apa kamu membiarkanku mencium bibirmu thea?" tanya leo dan thea hanya mengangguki-nya saja.
Perlahan leo mendekatkan wajahnya dengan wajah thea hingga hembusan nafas thea sudah dapat leo rasakan.
__ADS_1
Cup! leo mencium bibir thea dengan lembut dan sedikit memainkan bibir thea, dan itu hanya berlangsung 15 detik saja! Leo tidak mau membuat thea merasa tidak nyaman dengan ciuman itu.
Setelah melepaskan ciuman itu, leo menatap manik mata thea yang sudah meneteskan air mata. Leo langsung mengusap air mata thea.
"Jangan menangis, maafkan aku," ucap leo sambil mengusap air mata thea.
"Kenapa rasa takutku makin menjadi-jadi? Ya tuhan, aku berharap hidupku kedepan-nya akan lebih baik! Amin." batin thea.
"Jangan lagi menangis, make up mu nanti luntur, jika make up pengantin wanita luntur apa kata tamu nanti, melihat riasan pengantin wanita begitu jelek," ucap leo berusaha membuat thea tenang.
"Apa kamu masih sempat untuk meledekku seperti ini?" ucap thea.
"Aku tidak meledekmu, tapi yang kutakan ini memang benar." jawab leo.
"Iya baiklah! aku tidak akan menangis selama acara masih berlangsung," ucap thea.
"Itu jauh lebih baik!" jawab leo sambil tersenyum dan dibalas senyum oleh thea.
Thea dan leo akhirnya duduk, meskipun sudah sedikit lebih tenang tapi tetap saja rasa Gelisah terus menghantui diri thea!
Setelah pernikahan ini, thea akan meninggalkan Australia dan menjalani hidupnya di Indonesia bersama leo dan juga geral anak angkatnya!
-***Bersambung-
Maaf kalau aku update lama yah:) soalnya aku gak cuma buat novel disini aja:) jadi mohon maaf kalau aku lama update:)
Follow akun instagramku juga kalau berkenan : @Putputtt2_ & @lizellls
-Mkasih sampai jumpa di bab selanjutnya***:)-
__ADS_1