
Thea Pov
Sekarang aku dan leo berada di suatu taman bermain, atas permintaanku leo pun menurutinya, meskipun aku harus membujuk dirinya!
Sekarang ini leo pergi membelikanku cotton candy, entahlah apa yang membuatku menjadi lesuh seperti ini! Apa karna pernikahanku yang sudah dekat? Iya mungkin karna itu!
Aku juga tiba-tiba memikirkan perkataan leo yang tadi pagi! Kenapa aku begitu bodoh membiarkan dia berhubungan dengan kekasihnya!!
Hal itu bisa saja membuatku menjadi janda muda! Tapi, akulah yang bersalah disini, aku masuk di kehidupan antara leo dan kekasihnya! Benar-benar membuatku gila!!
" Hi... Aunty! " sapa seorang anak kecil lelaki kepadaku, membuatku sadar dari lamunanku.
" Eh! Hai baby:) " jawabku dan langsung membawa anak kecil itu duduk di pangkuanku.
" Where is your mom? " tanyaku padanya.
" Em... " gumamnya!
" Why baby? " tanyaku lagi padanya, dan aku memegang dagunya agar dia menatapku!
" Aunty, can you speak Indonesia? "
" Yes, i can. " jawabku dan dia langsung tersenyum padaku.
" Bibi... aku tidak terlalu pandai berbahasa inggris. " ucapnya padaku.
" Kenapa tidak bilang daritadi? " ucapku padanya dan membalas senyumnya.
" Aku bingung, ohiya bibi! bibi ini kenapa pintar bahasa Indonesia? " tanyanya padaku.
" Karna aku ini juga pernah tinggal di Indonesia, kamu sendiri kenapa tidak bisa bahasa inggris? " tanyaku balik.
" Karna aku besar di Indonesia. " ucapnya
" Benarkah? Siapa namamu? " tanyaku.
" Geralio Alfairgo " jawabnya
" Wah nama yang indah, kamu kesini dengan siapa? "
" Aku akan beritahu bibi, tapi jangan ceritakan pada orang yah! " ucapnya dengan lembut.
" Jadi aku kesini bersama bibi jahat " ucapnya kepadaku.
" Bibi Jahat? "
" Iya, dia membawaku dari Indonesia kesini dia sangat jahat, dan dia kasar padaku! "
" Benarkah? kalau begitu tinggallah bersamaku, agar kamu tidak dijahati olehnya lagi! " ucapku.
" Boleh? " ucapnya.
" Sangat boleh, tapi ceritakan padaku dulu dimana orang tuamu? "
" Orang tuaku sudah meninggal, hingga akhirnya aku besar di panti asuhan, lalu saat aku keluar dari panti untuk berjalan-jalan, aku bertemu bibi jahat, dan dia menculikku lalu membawaku ke Australia. " ucapnya, membuat hatiku tersentuh dan meneteskan air mata!
" Jangan menangis, aku tidak ingin melihat wajah cantikmu ini meneteskan air mata! " ucapnya mengusap air mataku.
" Berapa usiamu? "
" 4 Tahun " jawabnya.
" Boleh ku katakan sesuatu? " lanjutnya.
" Boleh, katakanlah! " jawabku tersenyum padanya.
" Aku ingin menjadi anakmu bibi " ucapnya, membuatku tersenyum lagi.
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu sekarang kamu anakku, dan kamu panggil aku Mami:) " jawabku.
" Yeayyyy, Geral punya mami baik " ucapnya bahagia dan langsung mencium pipiku.
Ditengah-tengah kebahagiaanku bersama geral, leo datang membawakan ku cotton candy, lalu duduk disampingku!
" Siapa dia Mami? " tanya geral, dan matanya menatap leo.
" Aku ini daddy mu, jika kamu memanggil dirinya mami maka aku kamu panggil daddy! " ucap leo, dan memberi senyuman pada geral.
" Apa dia suami mami? " tanya geral lagi.
" Dia belum menjadi suamiku, tapi dalam waktu dekat ini dia akan menjadi suamiku! " ucapku.
" Jadi kupanggil dia daddy? "
" Tentu " jawab leo!
" Sudahlah jangan banyak bicara lagi, ini pesanan kamu! " lanjut leo sambil memberikanku cotton candy.
" Apa kamu mau juga sayang? " tawarku pada geral.
" Mau, tapi aku ingin makan nasi lebih dulu mami, perutku ini sangat lapar. " jawabnya tersenyum padaku dan leo.
" Kalau begitu kita pergi makan dulu, jagoanku ternyata sangat lapar haha " ucap leo, dan langsung mengambil geral dari pangkuanku.
" Kita mau makan kemana thea? " tanya leo padaku.
" Hm, kita pulang saja! aku akan masak dirumah, agar uangmu irit! " jawabku.
" Thea, demi jagoanku aku tidak peduli mengeluarkan berapa banyak uang! " ucap leo.
" Besok saja baru kita makan diluar, sekarang kita pulang saja dulu, aku yakin mamiku pasti mencariku! " ucapku.
" Baiklah kalau begitu kita pulang, malam nanti aku akan kerumahmu membawakan pakaian geral! " ucap leo dan kubalas dengan senyuman.
" Dasar penculik anak!!! " ucap seorang wanita dan menamparku!
" Berani sekali anda menampar saya!!! " ucapku dan menampar kembali wanita itu!
" Anda bilang saya penculik anak? apa anda tidak salah ucap? " ucapku, sambil menatap tajam wajah wanita itu!
" Yah, kamu menculik anak saya!!! " ucap wanita itu dengan amarah!
" Dia tidak menculikku, dia ini orang tua angkatku, dan kamulah yang menculikku bibi jahat! " ucap geral dengan mengeluarkan air matanya.
" Jika orang tua angkat, bagaimana bisa dia meninggalkanmu di Indonesia? " tanya wanita itu pada geral.
" Karna suatu kepentingan mamiku pergi ke luar negeri, dan meninggalkanku untuk sementara di Indonesia, tapi kamu menculikku dan membawaku kesini, aku bersyukur karna kamu bisa pertemukanku pada mamiku!!! " ucap geral, membuatku dan leo tersentuh dan mataku dan leo berkaca-kaca!
" Apa anda sudah dengar nyonya? apa saya perlu melaporkan anda ke polisi? " ucapku, dan wanita itu langsung pergi dari hadapanku, air mataku yang kutahan pun membasahi pipiku!
" Kenapa kamu begitu dewasa nak? " ucapku dengan air mataku yang terus membasahi pipiku.
" Aku hanya mengatakan apa yang ada dalam hatiku, aku menyayangimu mom " ucap geral membuatku langsung tersenyum.
" Sepertinya kita beruntung thea, mengadopsi geral menjadi anak kita! " ucap leo.
" Hm! iyaa yang kamu katakan memang benar! " ucapku tersenyum.
" Mami, Daddy bukankah kita mau pulang? aku begitu sangat laparr! " ucap geral merengek kelaparan!
" Astaga mami lupa jika anak mami ini sedang lapar-, " ucapku.
" Kalau begitu kita pulangg! " lanjutku, akupun dan leo langsung pulang ke rumahkuu!
--------------------------------------------------------------
__ADS_1
20menit kemudian akupun sampai di pekarangan rumahku, kulihat kebelakang anak angkatku tidur lelap, aku tak tega membangunkannya, akhirnya aku menggendongnya masuk ke dalam rumahku, dan leo mengikutiku dari belakang!
Saat aku masuk, aku melihat orang tuaku, dan juga tuan james berada di ruang tengah, mereka menatapku heran karna aku menggendong seorang anak kecil lelaki yang sedang tidur!
" Siapa anak kecil ini thea? " tanya papiku.
" Dia... diaa " ucapku gugup dan terbata-bata, leo yang melihatku gugup langsung melanjutkan ucapanku.
" Dia putra kami! " ucap leo membuat anggota keluarga terkejut!
" Putra kalian? " tanya tuan james kepadaku dan leo, aku menelan salivaku berusaha tenang menghadapi keluargaku!
" Iya, kami mengadopsinya, awalnya aku tidak ingin mengadopsinya, tapi anak ini begitu menyukai thea, dan meminta menjadi anak thea, akupun kembali berfikir, mungkin tuhan ingin menitipkan anak ini padaku dan thea! " ucap leo menjelaskan semuanya, akupun terkejut mendengarkan perkataan leo, aku langsung menatapnya dengan tidak percaya.
" Apa kalian akan marah padaku? " tanyaku, yang kini semakin gugup berhadapan pada orang tuaku dan juga tuan james!
" Jika mami dan papi marah karna aku mengadopsi anak ini, aku akan terima, dan aku akan katakan maaf pada kalian, dan juga tuan james! " lanjutku.
" Aku tidak marah thea, justru aku bahagia telah memilih dirimu menjadi menantuku, kamu wanita baik, aku yakin hidup putraku bisa bahagia denganmu! " ucap tuan james kepadaku sambil memegang puncak kepalaku, dan aku tersenyum lega mendengar ucapan tuan james.
" Terima kasih tuan, aku akan berusaha sebaik mungkin agar bisa membuat putramu bahagia:) " ucapku tersenyum.
" Jangan panggil aku tuan, panggil aku papi james! " ucap tuan james.
" Baiklah, papi:) " ucapku.
" Bawalah anakmu masuk ke kamarmu thea, dia sangat lelah pasti! " ucap mamiku.
" Hmiyaa " gumamku, dan akupun membawa geral ke kamarku.
Aku menidurkannya di kasurku, melihat wajah geral aku tersenyum, seolah-olah aku melihat anak kandungku sedang tidur!
" Leo! "
" Hm, ada apa? " ucap leo.
" Boleh ku tanyakan sesuatu? "
" Katakan saja! " jawab leo.
" Apakah kamu mendengar semua percakapanku dengan geral tadi di taman? " tanyaku.
" Hm, aku memperhatikanmu tadi, saat kamu setuju geral menjadi anakmu, barulah aku datang menghampirimu! " ucap leo dengan jelas.
" Apa kamu marah padaku? "
" Tidak! "
" Apa kamu yakin menerima geral menjadi anakmu juga? "
" Kenapa bertanya seperti ini? apa kamu meragukan diriku? "
" Tidak, bukan itu maksudku! geralkan bukan darah dagingmu, aku takut saja jika nanti setelah menikah dan kita punya anak kandung, kamu akan bersikap tidak adil pada geral, sungguh aku tidak berniat meragukanmu! " ucapku menjelaskan semuanya agar leo paham, tapi leo hanya memberikanku senyuman.
" Ternyata kamu sudah merencanakan membuat anak kandung kita yah? "
" Tidak! Aku hanya takut saja jika kamu pilih kasih nanti, antara anak kandumg dan anak angkat! " ucapku!
" Aku tidak akan pilih kasih antara anak kandungku dan juga anak angkatku, aku akan memberikan kasih sayang yang rata pada semua anak-anakku! " ucap leo, membuat hatiku sedikit lega, hanya satu yang masih mengganjal di hatiku, yaitu tentang kekasih leo!
"* aku harap apa yang leo katakan benar, dan aku berdoa padamu tuhan, agar leo bisa meninggalkan kekasihnya itu!!! " batinku.
" aku takut hidupku tidak bahagia, karna penghalang dari kekasih leo itu, aku yakin tuhan leo orang yang bisa mengambil keputusan yang baik:) tolong berkati aku tuhan...Aminn " batinku.
------------------------------------------------
-Bersambunggg*!!!-
__ADS_1