
Pukul 15.35
Kediaman Rumah Orang Tua Thea!
Thea sudah selesai membereskan barang-barangnya, kini thea menunggu leo menjemputnya dengan geral.
"Thea!" panggil mami thea.
"Iya,kenapa mi?" jawab thea.
"Bagaimana keadaan Geral sekarang?" tanya mami thea.
"Geral sudah lumayan membaik, panasnya juga sudah mulai turun," jawab thea, sambil mengusap kepala anaknya yang sedang tidur di gendongan-nya.
"Maafkan mami yang sudah membiarkan geral bermain-main di halaman rumah saat hujan." ucap mami thea dengan penuh rasa bersalah.
"Tidak perlu menyalahkan diri mami, kita semua cukup berdoa saja agar geral cepat sembuh," ucap thea sambil tersenyum kepada maminya.
Tak lama suara mobil terdengar, dan tentu saja itu pasti leo, leo masuk kedalam rumah thea dan melihat anak angkatnya yang sedang tidur di pangkuan istrinya, dengan wajah lesuh. Leo akhirnya mendekati thea dan juga geral.
"Thea, kenapa wajah geral begitu lesuh?" tanya leo
"Dia sedang sakit, demam-nya juga kadang naik turun," jawab thea sambil mengusap rambut leo.
"Benarkah? Kenapa bisa dia terkena sakit?!" kini leo begitu panik mendengar anaknya sakit.
__ADS_1
"Mana aku tau! Sakit itu datang secara tiba-tiba tanpa diundang!" Jawab thea yang kesal akan pertanyaan suaminya.
"Apa kamu sudah berikan obat?"
"Iya sudah." jawab thea.
"Masuklah kedalam mobil, barang-barangmu dengan geral biar aku saja yang bawa ke mobil." perintah leo, dan thea langsung menurutinya.
"Jam berapa penerbangan kalian?" tanya mami thea kepada leo. "17.05! Jadi aku, thea dan juga geral harus pergi sekarang ke airport, jadi kami tinggal menunggu waktu penerbangan." jawab leo.
"Oh baiklah! Hati-hati di jalan, semoga hidup kalian baik-baik saja di Indonesia:)" ucap mami thea, "Dan maaf, mami tidak bisa mengantar kalian," sambungnya.
"Tidak masalah mi, cukup mendoakan kami saja itu sudah lebih dari cukup kok :)" ucap leo sambil tersenyum, dan dibalas senyum oleh mami thea.
------------
Sesampainya di bandara, Leo dan juga Thea segera check in, lalu menunggu jam keberangkatan.
"Mami!" panggil geral dengan suara lirih.
"Ada apa sayang, apa kamu butuh sesuatu?" tanya thea sambil membelai rambut geral.
"Aku mau minum, aku sangat haus," jawab geral, dan thea langsung mengambil air botol di tasnya, dan memberikan pada geral.
"Apa hanya minum? Apa anak daddy tidak ingin makan?" kini leo yang bertanya pada geral, namun dibalas dengan gelengan kepala oleh geral.
__ADS_1
"Melihat wajah mami aku sudah sangat kenyang, dad hehe," ucap geral sambil nyengir, "Haish! Mami ini adalah istri daddy, kamu tidak boleh merayunya." ucap leo sambil mencubit pelan pipi geral.
"Ucapan macam apa itu, hah?!" ucap thea.
"Aku hanya memberitahu kalau kamu adalah milikku." jawab leo, "Tapi, aku ini juga milik geral!" ucap thea dengan ketus sambil memutar malas bola matanya.
"Ah baiklah, kamu milik kita berdua!"
"Ah tidak, mami hanya milikku!" ucap geral membuat leo langsung menatap thea yang sedang menahan tawanya.
"Kenapa melihatku seperti itu?" tanya thea pada leo. "Apa kamu senang melihat geral menguasaimu, hm?!" jawab leo dengan kesal.
"Dia masih anak-anak, yang lebih menguasaiku adalah kamu, tuan aneh," jawab thea sambil tertawa kecil. "Apa kamu masih bisa bicara sambil tertawa kecil seperti itu?!" ucap leo.
"Ck! Dasar kamu ini! Begini saja kamu cemburu pada geral, bagaimana kalau kita punya anak lagi?" ucap thea dengan kesal. "Mungkin kamu akan jauh lebih cemburuan karna aku harus memperhatikan anak-anak nanti!" sambung thea.
"Ah baiklah-baiklah, aku tidak akan cemburuan pada anak-anak nanti!" ucap leo. "Itu sudah pasti, karna seorang daddy tidak boleh cemburu kepada anaknya!" jawab thea sambil mengedipkan satu matanya.
--------------------------
Bersambung!
Terima kasih atas dukungan-nya :)
See you the next chapter!
__ADS_1