
Setelah acara sudah selesai, thea dan juga leo menginap di salah satu hotel dekat gedung pernikahan-nya, dan geral di titipkan di rumah orang tua thea.
Thea dan leo menginap, karna permintaan orang tua mereka, agar malam thea dan leo tidak di ganggu oleh geral, maka dari itu mereka di suruh nginap di hotel. Thea dan leo hanya menuruti saja agar orang tua mereka tak curiga dengan hubungan mereka yang sesungguhnya.
Jika pasangan lain yang baru menikah, mungkin melakukan malam yang indah, tetapi tidak dengan thea dan leo! Meskipun sudah menikah mereka tak melakukan hal itu, karna thea merasa hubungan ini tidak akan lama bertahan.
Author Pov!
Leo sudah selesai mandi, dirinya melihat thea yang sedang berada di depan cermin sambil mengoleskan cream malam di wajahnya.
Leo berjalan duduk di sebuah sofa yang ada di kamar hotelnya, dan memandangi thea yang kini sedang meratakan cream malam di wajahnya.
"Kenapa melihatku seperti itu?" ucap thea yang sadar karna terus di pandangi oleh leo.
"Apa aku salah jika memandangimu?" tanya leo.
"Tentu saja salah, kamu membuatku merasa risih!" jawab thea
"Apakah kita tidak akan melakukan sesuatu seperti sepasang kekasih yang baru saja menikah?" tanya leo membuat pipi thea merona.
__ADS_1
Blushing!!! Thea terkejut dengan apa yang leo katakan!
"Pertanyaan macam apa ini?!" batin thea.
"Thea, apa kamu dengar kataku?" tanya leo sekali lagi. "Oh sorry, kamu katakan apa tadi?" jawab thea pura-pura tidak mendengar ucapan leo.
Leo akhirnya berdiri, dan mulai mendekati thea. "Aku bilang, apakah kita tidak melakukan sesuatu seperti sepasang kekasih lainnya yang baru menikah!" ucap leo di telinga thea, membuat thea merinding akan kata-kata leo.
"Leo! hubungan kita hanya sebatas hubungan suami istri yang tidak ada dasar cinta dalam diri kita masing-masing!" ucap thea.
"Bukankah kamu punya kekasih yang kamu cintai, lakukan saja itu dengan kekasih mu!" lanjut thea. "Apakah kamu benar-benar membiarkanku melakukan itu dengan kekasihku?" tanya leo, membuat thea terdiam seribu kata.
Sungguh thea begitu pusing, dan tidak tau apa yang harus di lakukan! Thea berfikir dengan kata-kata leo, dirinya bertanya-tanya!
"Apa yang aku katakan ini? Kenapa aku bilang membiarkan dia melakukan hal itu dengan kekasihnya?" batin thea, "Oh shitt! kamu sangat bodoh thea, kamu membawa dirimu terjerat ke janda muda!" lanjut batin thea.
Begitu lama leo menunggu jawaban thea, akhirnya dia kembali bicara.
"Thea!" panggil leo, dan thea langsung sadar dari lamunan-nya. "Maaf, aku melamun!" ucap thea.
__ADS_1
"Apa kamu memikirkan kata-kataku?" thea langsung menatap leo, dan mengangguk-kan kepalanya.
"Apa harus ku katakan pada thea, bahwa aku dan nara sudah putus! meskipun nara tidak menerima aku memutuskan-nya!" batin leo.
"Leo, bisakah kita tidak melakukan hal itu dulu? Aku belum siap!" ucap thea, dan leo hanya tersenyum.
"Baiklah, kita akan melakukan itu ketika kamu siap saja!" ucap leo, "Tidurlah malam ini, dan besok kita akan kembali bertemu anak kita, dan membereskan pakaian kita untuk berangkat ke Indonesia." lanjut leo, dan thea hanya menganggukinya saja.
Thea dan leo menuju tempat tidur, leo menarik selimutnya menutupi sedikit tubuhnya, lalu memeluk thea dari samping membuat thea terkejut, sekaligus degdegan!
Deg! Hati thea berdebar ketika tangan kekar leo memeluk tubuhnya, pelukan leo begitu nyaman hingga thea tidak menolak jika di peluk leo.
"Selamat tidur leo:)" ucap thea sebelum memejamkan matanya, "Selamat tidur juga thea:)" ucapan balik leo, lalu kembali memejamkan matanya.
"Kenapa aku senang di peluk oleh leo? Rasanya aku ingin terbang! Apa sekarang aku memang sedang mencintai leo?!" batin thea, bertanya-tanya tentang perasaan-nya sendiri terhadap leo.
----------
Bersambung!
__ADS_1