Menikah Tanpa Cinta?

Menikah Tanpa Cinta?
Bimbang.


__ADS_3

 


" Akankah kita akan saling mencintai? atau malah sebaliknya? "


 


Pagi ini aku bangun lebih awal, karna aku ulangan mendadak hari ini, aku berangkat pagi sekali agar bisa belajar kembali di sekolah.


Aku pergi kedapur untuk sarapan lebih dulu, karna aku tidak akan membiarkan perutku ini kosong dan merusak pikiranku agar tidak konsen belajar. Terlihat disana sudah ada mami dan papi, aku mendekati meja makan dan duduk disamping papiku.


" Selamat pagi sayang " sapa mami dan papiku.


" Pagi mami, papi " jawabku dengan senyum kepada mami dan papi.


" Tumben kamu bangun sepagi ini Thea, ada apa? " tanya papiku.


" Hari ini aku ada ulangan harian dan ini sangat mendadak, jadi aku bangun sepagi ini untuk bisa belajar di kelas. " jawabku.


" Ohiya Thea, mami sudah katakan pada Tuan james bahwa kamu ingin menyelesaikan sekolahmu dulu baru menikah dengan putranya, dan tuan james pun setuju. " ucap mamiku seketika membuatku tersedak makananku.


" Uhuk, uhukk.. "


" Astaga Thea, minum dulu nak. " ucap mamiku sambil memberikan ku segelas air, dan aku pun langsung meminumnya sampai habis.


" Ada apa Thea? apa kamu keberatan, atau sebenarnya kamu tidak ingin menerima lamaran tuan james? " tanya mamiku, seketika aku langsung menatap manik matanya.


" apa yang harus aku katakan? Aku tidak ingin melihat kedua orang tuaku kembali menderita apalagi perusahaan papiku yang akan bangkrut. " batinku.


" Thea? " panggil mamiku sambil memegang tanganku, sontak membuatku tersadar dari lamunanku.


" Iya mi, kenapa? " jawabku.


" Apa kamu keberatan dengan hal ini sayang? " tanya mamiku.


" Thea Papi dan Mami tidak akan memaksa kamu, kamu tidak ingin terima ini pun Papi bisa menanyakan pada tuan james bahwa kamu tidak ingin menerima ini. " sambung papiku.


" Thea sudah pikirkan baik-baik kok pi, thea bersedia menikahi Leo. " ucapku sambil memberi senyuman paksa pada kedua orang tuaku.


" Semoga keputusan yamg ku ambil ini tepat tuhan, aku melakukan ini agar orang tuaku tidak susah payah lagi membangun ulang perusahaan ini. " batinku.


" Mami Papi, bisakah Thea menemui anak tuan james? " tanyaku kepada kedua orang tuaku.


" Tentu bisa, hari ini tuan james akan datang ke Australia bersama putranya. " jawab mamiku.


" Oh baiklah, kalau begitu aku berangkat sekolah, Kabari aku jika tuan james tiba disini. " jawabku dan aku langsung pergi meninggalkan rumahku.

__ADS_1


-----------------------------------------------


Thea Pov


Aku menyetir mobilku mengarah kesekolah, sejujurnya aku ingin sekali bolos, tapi mengingat bahwa aku ada ulangan, pikiran bolosku pun aku hapus dari otakku.


Sulit menerima kenyataan ini!!! aku masih muda, dan di usia mudaku aku harus menikah, bahkan aku tidak tau sifat dan karakter calon suamiku. Apalagi menikah tanpa rasa cinta!!!


Sungguh ini sulit kubayangkan, aku menikah di usia muda. Aku korbankan masa mudaku demi perusahaan keluargaku.


Ini tidak masalah bagiku, tapi yang kutakutkan adalah ketika aku menikah nanti, dan dia pergi meninggalkanku dengan alasan tak mencintaiku.


--------------------------------------------


Aku sampai di perkarangan sekolah, setelah memarkir mobilku aku jalan menuju kelasku, entahlah pikiranku saat ini benar-benar kacau.


Aku mencoba menjernihkan pikiranku, tapi hasilnya sama saja, pikiranku tetap tidak jauh dari kata pernikahan.


Niatku yang ingin belajar pun sudah tidak ada, yang ku fikir hanyalah masalah pernikahan yang akan aku jalani nanti.


Kini aku sampai dikelasku, dan duduk di bangku belakang. aku menyukai duduk di bangku belakang, karna kurasa bangku belakang sangat nyaman.


Seorang gadis yang baru saja sampai di kelasku pun menghampiri diriku. " Hi Thea, How are you today? " tanyanya padaku.


" I'm fine, and you? " jawabku sambil bertanya balik padanya. dia adalah temanku sekaligus seperti adikku, aku sangat menyayanginya dan begitupun sebaliknya.


" Thea, I'm very happy, because i want to vacation in Bali " ucap jessi begitu bahagia.


" Really? but, can you speak Indonesian? " tanyaku pada jessi.


" yes, i can " jawabnya, sontak membuatku terkejut.


" Then let's speak Indonesian " ucapku.


" can you speak Indonesian? " tanyanya dengan raut wajah serius.


'' yes of course " jawabku.


Tak lama guruku pun masuk dan langsung memberikan soal ulangan, sungguh ulangan saat ini begitu sulit. Jessi terus saja bertanya padaku namun aku tak menggubris dirinya.


Aku begitu pusing dengan jawabannya sehingga, 25menit kemudian Jessi selesai dengan ulangannya dan langsung mengumpulkan ke guru, sungguh aku menatap dirinya tak percaya.


Dia begitu santai menjawabnya, sedangkan aku? kurasa soal ini sangat sulit, 35menit kemudian aku langsung mengumpulkan kertas ulanganku dan keluar dari kelas.


" Kenapa kamu begitu santai dengan soal ulangan tadi? " tanyaku pada Jessi, namun dia hanya membalas dengan senyuman.

__ADS_1


" Hei ada apa denganmu? kenapa malah membalas pertanyaanku dengan senyumanmu? " tanyaku dengan kesal.


" Karna aku punya ini " jawabnya, sambil memperlihatkan aku sebuah kertas yang berisi jawaban.


" Dasar curang, pantas saja kamu begitu cepat mengerjakannya, lalu kenapa tadi kamu terus bertanya padaku dan menggangguku? "


" Aku hanya ingin mengganggumu saja, ternyata kamu sangat fokus pada ulangan itu. " ucap jessi sambil menertawakanku.


Tak lama handphoneku berbunyi, menandakan ada pesan yang masuk. Seketika aku langsung membuka handphoneku, dan ternyata mamiku yang mengirimkan aku pesan.


Mami : Tuan james dan anaknya sudah datang, mereka sekarang berada di rumah.


Thea : Akan ku temui nanti, aku masih dalam pembelajaran.


Mami : Mami yakin kamu tidak akan menolak anak Tuan James, Leo sangat tampan dan baik hati tapi dia sedikit dingin.


Thea : Benarkah? apakah mami yakin dia sangat baik? mungkin saja dia baik hanya di depan mami dan papi saja.


Mami : Thea, mami harap apa yang kamu katakan tidak benar nak.


Thea : Aku juga berharap begitu, baiklah aku belajar dulu, pulang sekolah aku langsung pulang.


Mami : Mami menunggumu nak.


-End Chat-


" Huft! aku akan melihat wajahnya secara langsung, aku berharap apa yang ku katakan pada mami tidak benar, aku berharap dia memang baik. " batinku.


" Ada apa thea? sepertinya kamu dalam masalah? " tanya jessi padaku.


" Ah tidak! aku tidak ada masalah, aku hanya pusing tidak akan lagi kita akan ujian, dan meninggalkan sekolah ini! " jawabku.


" Hm kamu benar, kita bakalan pisah, sungguh aku tak sanggup pisah denganmu aku menganggapmu sebagai kakakku. " ucap jessi dengan raut wajah memalas.


" Aku menyayangimu, tapi haruskah kita pisah? " tanyanya.


" Kita bisa ketemu bukan? kita bisa saling komunikasi, dasar bodoh! " jawabku, dan menyetil keningnya.


" Jangan kasar padaku, aku adikmu bukan? "


" Yah baiklah! kamu ini adikku, kalau begitu ayo. kita ke kantin cacing di perutku sudah mengamuk. " ucapku.


----------------------------------------------------


-**Bersambung-

__ADS_1


-Greetings from me liza**...-


__ADS_2