Menikahi Raja Kegelapan

Menikahi Raja Kegelapan
Prolog


__ADS_3

"Hidup adalah pilihan


kemana pun kita melangkah


semua sudah ditakdirkannya."


***


"Stop ... jangan setuh mereka. Bukannya aku lebih menarik dari pada dia."

__ADS_1


Aku pun mendekati gerombolan laki-laki berbaju hitam-hitam itu. Meski ada rasa takut gementar tapi mana mungkin aku tega membiarkan adik-adik ku disentuh dan dibawa oleh para lelaki itu.


Semua mata memandang padaku dari atas sampai bawah. Mana mungkin tiada lelaki tergoda oleh pesonaku, dengan postur tubuh sintal dan tinggi semampai. Kulitku yang putih bak pualam. Rambut lurus hitam kecoklatan sepinggang. Dan wajah ketimuran alis lebat bulu mata lentik hidung sedikit mancung dan aku memiliki bibir merah muda (pink).


"Bawa dia juga!"


Suara tersebut mengetarkan tubuhku. Jangan, jangan lemah ... kuat ... aku harus kuat jangan sampai mereka menyentuh Dewi dan Sri. Tapi bagaimana aku harus melawan mereka jumlah mereka 6 orang semua berbadan gempal dan tegap tapi salah satu dari mereka ada yang mengusik batinku. Pria berjas warna hitam dan kemeja putih itu mendekatiku. Pria tinggi dan bermata coklat seperti caramel itu menyentuhku,mendekapku meniup telingaku dan berbisik.


"Astagfirulloh ... kakak macam apa yang tega menukar adik-adiknya dengan uang. Serendah itukah harga diri kita," pekikku dalam hati.

__ADS_1


"Bolehkah aku memberi penawaran."


"Apa!?" ujar pria itu sambil melotot padaku, pria bermata caramel dan rahang yang dipenuhi bulu-bulu janggut.


"Be-Be-Bebaskan me-mereka se-sebagai gan-tinya aku si-ap me-la-kukan apa-pun untuk-mu," ujarku dengan gugup.


Sunyi sepi sekarang menguasai tempat tinggalku.


Rumah ini peninggalan almarhum ayah dan ibu.

__ADS_1


Hanya tinggal ini saja yang menjadi kenangan semua sudah dijual oleh abangku.


****


__ADS_2