Menikahi Raja Kegelapan

Menikahi Raja Kegelapan
Pedoman Hidup


__ADS_3

"Apakah mungkin aku terlalu terburu-buru, atau mungkinkah Layla tidak memiliki perasaan yang sama padaku." Batin Anwar.


Layla Az-zahra gadis cantik beriris hazel itu menatap Anwar dengan pandangan berbinar-binar, mungkinkah Layla juga memiliki perasaan yang sama seperti Anwar.


Gadis itu resah tak nyaman ada rasa cangung beberapa kali dia merubah posisi menunduk mengangkat kepala dia merasa tidak nyaman sama sekali.


"Kali ini aku melepasmu Lay tapi selanjutnya aku akan berusaha mengikatmu dalam ikatan cinta kuyakin bahwa engkau pun memiliki rasa yang sama padaku." Gumam Anwar, Jika ia sudah bertekat seperti itu akan sulit bila menentang keinginannya.


Layla merasa tidak nyaman, tapi dia sendiri tidak bisa membohongi hati. di dalam lubuk sukma yang dalam ia pun berkata juga mencintai Anwar.


Di dalam pikiran layla bergejolak ada keraguan di mata juga pikirannya, "mana pantas aku bersanding dengan Pak Anwar."Keluh Layla ibarat seorang pangeran beristri budak sahaya bagai punuk yang merindui bulan.


Namun tidak ada sesuatu yang tidak mungkin bagi Tuhan, bila sudah takdir manusia bisa apa.


Sekarang yang hanya bisa di lakukan Layla hanya menghindari Pak Anwar, pria yang telah lama mengisi relung hati, nama Anwar seolah telah terpahat indah di lubuk hati Layla yang paling dalam, tapi otak kanan Layla sadar memiliki Anwar sangatlah tidak mungkin.


Sebulan lamanya Layla pensiun dari guru honorer ia beralih menjadi pengajar anak-anak mengaji, senyum anak-anak seolah mengalihkan dunianya, untuk sementara waktu biarlah ia teralihkan agar tidak berpikir hal aneh-aneh sesuatu yang tidak mungkin, karena terlalu berharap bisa menimbulkan sakit yang tak berdarah.


Layla mengisi hari-harinya dengan berbagai macam kegiatan.


"Sebelum saya akhiri, ayo kita baca bersama satu kali lagi ya."


"Iya Bu Lay," jawab mereka serempak.


"Sunkawiti kabeh barang kelawan asmo


asmo alloh rohman rohim ingkang mulyo


luru ilmu lanang wadon iku fardhu


kawet baliq kudu weruh barang fardhu."


Bait nadhzom jawi Sunkawiti mengema di surau ini. Sinar purnama menembus cela bilik-bilik bambu, di sinilah Layla sekarang mengajari anak-anak yang ingin belajar agama tidak memaksa bagi yang tidak mau belajar, karena islam mengajarkan kita untuk saling memahami tidak memaksakan kehendak.


Memang tidak banyak yang ikut mengaji hanya sepuluh anak saja, Layla menyebut mereka Laskar Alqur'an.


Layla menjelaskan perlahan-lahan pada anak-anak bahwa mengaji, sholat, amar ma'ruf dan nahi mungkar itu penting.


Keinginan memperdalam ilmu agama anak-anak di desa biar iman mereka kuat tidak tergerus oleh zaman itulah harapan Layla.


Walaupun sudah tidak mengajar di sekolah lagi tapi dia masih bisa mengamalkan ilmunya di surau.


Sebuah gubuk yang sangat sederhana jauh dari kata mewah tapi masih layak untuk di tempati ibadah.



Di belakang surau ada tempat wudhu dari bumbung pohon bambu, air disini masih sangat segar dan jernih belum tercemar,banyak orang-orang di desa megambil air ini untuk di minum, ya ... di minum mentah.

__ADS_1


****


Ramai orang membicarakan keluarga Layla, kebanyakan mereka hanya melihat keburukannya saja tanpa memandang kebaikannya, kesalahan kecil saja sudah mejadi aib lalu dibicarakan satu orang ke orang lain.


Bukankah aib seseorang itu harus ditutup, dijaga.


Bukankah sudah dijelaskan di alqur'an dan hadis, bahwa itu termasuk ghibah dan namimah, apa mereka tidak sadar dan jijik memakan daging temannya sendiri.


"Itu lihat si Layla masih aja tetap ngajar, ajarin keluarganya saja dulu kalau sudah bener baru ngajar anak-anak kita."


"Sayang sekolah sampai sarjana tapi dikeluarkan dari sekolah."


"Percuma mondok jauh-jauh keluarganya nggak bener semua."


"Sok suci, sok alim, sok putih dia."


Dan banyak lagi cacian hinga sindiran terang-terangan sudah menjadi makanan sehari-hari. Tapi Layla tetap harus kuat ia selalu mengingat petuah almarhum Bapaknya.


"Nduk jadilah seperti Dewi Srikandi yang punya lima prinsip dalam hidupnya."


Layla yang masih kecil dengan polosnya bertanya pada bapak yang saat itu memegang wayang, "apa itu pak, apa itu yang namanya Srikandi?"


Bapak Layla adalah seorang dalang yang menikahi wanita palembang dan menetap di jawa, jadi aku keturunan jawa-sumatra.


Bapak tersenyum dan menyuruh Layla duduk dipangkuannya.


Kata-kata bapak terus tergiang dan mendarah daging dalam hati Layla dengan tekat yang bulat menjadikanya sebagai pedoman hidup hingga saat ini.


Pertama Dewi Srikandi ialah sosok pemberani dalam segala hal, itulah sebabnya wayang srikandi mendongkak keatas melambangkan tegas dan berani untuk itulah diibaratkan sebagai wonder womennya indonesia.


Kedua Dewi Srikandi tidak pernah diajarkan ilmu bertarung dan keprajuritan. Tapi ia memiliki kemampuan memanah, dia berlatih memanah terus mengasah kemampuannya itu hingga menjadi senjata andalannya.


Ketiga Dewi Srikandi sosok yang mandiri dan giat belajar. Tidak mungkin bisa ahli dalam bidang tertentu tanpa belajar.


Keempat Dewi Srikandi wanita yang kuat tapi meski kuat selalu tampil cantik sesuai kodratnya sebagai wanita.


Kelima Dewi Srikandi ialah sosok teladan yang patut diteladani sifatnya karena hampir semua kaum wanita dan laki-laki mengidolakannya.


****


Ba'da isya' anak-anak sudah pulang ke rumah. Kini tinggallah aku ditemani sinar purnama, pikiranku teringat Pak Anwar pemuda yang tempo hari menyatakan perasaannya padaku.


Hati Layla bingung antara iya dan tidak, itulah sebabnya ia hanya diam saja. Mungkin lain anggapannya, karena ada pepatah mengatakan diamnya wanita berarti jawabannya iya.


Hatinya sangat mencintai Pak Anwar tapi tak mustahil mereka bisa bersama karena perbedaan kasta, ingin sekali kata itu diutarakan pada Anwar tapi tiada keberanian di dalam diri.


Layla mengangap dirinya terlalu banyak memiliki kekurangan, Pak Anwar terlalu sempurna untuknya.

__ADS_1


"Mana mungkin aku bersaing dengan para gadis-gadis desa. Itu akan menimbulkan masalah lagi sudah cukup masalah yang menimpaku." Batin Layla.


Layla hanya bisa berdo'a, dan bermunajat pada Tuhannya.


Wahai dzat yang maha membolak-balikan hati


aku sungguh sangat mencintainya


sekarang dia mengungkapkan rasa itu


aku harus bagaimana gusti ...


jika memang dia tulang rusukku maka dekatkanlah,


mudahkanlah jalannya,


jika dia bukan kau ciptakan untukku maka hapuskanlah rasa ini


Duh gusti ...


rasa ini ...


cinta ini...


terlalu mengebu-gebu ...


mengalahkan cintaku untukmu gusti ...


astagfirullah minkuli dzanbi ...


ampunilah segala dosaku jauhkan aku dari azabmu ...


allohumma inni audzubika min ilmi layanfa' ...


waqolbi layahsa' ....


wa amali layurfa'...


waduai layusma'....


Heppy Reading ....😘


Semoga Part ini bisa memuaskan para pembaca ...


Perkenalkan saya Sho dari Jawa timur 🙏


__ADS_1


__ADS_2