Menikahi Seorang CEO Dingin

Menikahi Seorang CEO Dingin
Keseriusan


__ADS_3

Dimas dan Irma terdiam saat mendengarkan pertanyaan itu, mereka harus mengatakan apa.


Apakah mereka harus mengatakan jika mereka baru-baru saja saling mengenal dan mereka bisa di katakan pacaran karena terjadi hal yang nikmat dan enak di suatu malam hari.


Hahaha mana mungkin mereka mengatakan itu, Ngadi-ngadi saja Dimas melihat kearah irma dan juga saat itu Irma melihat kearah dimas.


Dimas melihat kearah mata cantik Irma yang sedang memandang nya dan menyiratkan pertanyaan 'apa silahkan jawab,aku tidak pandai berbohong di depan keluarga ku'


Dimas yang melihat itu hanya menganggukkan kepala dengan kecil, "kami berdua menjalani hubungan sudah 2 bulan lamanya." Ucap tenang Dimas.


"Heleh 2 bulan apanya cih Ngadi-ngadi." Batin Irma cemoh yang melihat ketampanan Dimas.


"Oh begitu kah, bukan kah umur hubungan kalian saat ini sangat mudah terus apa tujuanmu untuk datang ke rumah ini." Tanya Dodi dengan dingin kearah Dimas


Nina yang mendengar nada dingin dari suaminya itu pun langsung melayang kan cubitannya.


"Aduhh sakit mengapa kamu mencubit ku sayang." Ucap Dodi karena mendapat cubitan maut dari istri nya.


"Salah siapa mengeluarkan kata dingin kepada calon menantuku yang tampan ini" Ucap Nina tanpa bersalah.


Dodi yang mendengar ucapan istrinya itu pun hanya menghela nafas dengan pasrah dan melihat kearah Dimas yang diam, dodi menunggu jawaban apa yang di berikan dari Dimas.


Dimas mengerti dengan tatapan yang diberikan oleh dodi pun menjawab dengan nada tenang, "apa yang om katakan itu memang benar hubungan kami terlalu mudah dan saya kemari juga mempunyai tujuan."


"Apa tujuanmu." Tanya paman Irma memandang dimas dengan tatapan tajam


Sedangkan para wanita dan sepupunya Irma mengaktifkan mode nyimak.


"Tujuan saya baik mana mungking saya bertujuan buruk kepada kekasih saya yang saya cintai, tujuan saya yaitu saya ingin memperkenalkan diri saya yang sebagai kekasih nya Irma pada keluarga ini, dan juga menunjukkan kepada keluarga ini kalau saya serius dengan permata kalian." Ucap Dimas memandang Irma dengan senyumnya.


Irma yang mendengar ucapan demi ucapan yang di keluarkan oleh Dimas pun tidak bisa menahan dirinya untuk bertepuk tangan didalam hatinya.


Dimas sangat pandai merangkai kata-kata dan juga dia sangat pandai mengendalikan dirinya di suatu tempat seperti ini.

__ADS_1


"Untung saja aku sudah mempersiapkan kata-kata ini semalam." Batin Dimas bersyukur


Sedangkan keluarga Irma terdiam dengan jawaban Dimas, mereka harus melakukan apa lagi untuk menolak Dimas menjadi menantu mereka haha tidak mungking kan.


Dimas sama sekali tak berbuat kesalahan dan juga dimas tak mempunyai sisi yang cela untuk mereka permasalahkan.


"Wah mama sih setuju sama hubungan kalian, apalagi calon mantu mama tampan cocoklah sama anak mama yang cantik." Ucap Nina dengan tersenyum manis kearah dimas.


Sedangkan para keluarga hanya memandang malas kearah Nina yang sudah mengeluarkan sisinya yang buayanya.


"Ohiya perkenalkan nama mama nina dan kamu panggil saja dengan mama yah kamu kan calon mantu mama." Ucap Nina dengan senyum genitnya.


"Mama jangan genit." Peringat Dodi dengan tatapan tajam kepada Nina


Dan di balas dengan dengusan kasar oleh Nina, tapi nina mematuhi perkataan suaminya itu.


Dimas yang mendengar ucapan Nina pun tersenyum kecil sang menganggukan kepala, "iya m-mah." Ucap Dimas dengan kaku


Dodi yang mendengar itu pun melototkan matanya dan menggelengkan kepalanya dengan keras, "tidak panggil saya om, karena kamu belum nikah sama anak saya." Ucap Dodi dengan tegas.


Dimas yang mendengar pernyataan itu pun mengangguk kan kepala tanda tak memasalahkan itu, "bentar juga aku akan memanggil mu dengan sebutan ayah mertua, tunggu saja 2 Minggu." Batin Dimas tersenyum miring.


Sedangkan Nina hanya melihat suaminya itu dengan tatapan jengah dari semalam suaminya ini sengsian.


"Kamu dengar saja apa yang dikatakan suami mama yah dimas, dia memang gitu sengsian Mulu, dan itu perkenalkan namanya Bobi dan Mila kakek neneknya Irma, dan itu Hana,Ramman paman dan bibinya Irma dan ini blaa blaaa blaa sepupunya Irma." Ucap Nina memperkenalkan keluarganya kearah Dimas.


Dimas yang mendengar ucapan Nina pun mengangguk kan kepalanya dengan pelan tapi Dimas hanya mengingat nama kakek dan neneknya Irmanya saja.


Sudah sejam Dimas ditanya-tanya oleh keluarga dimas ntah itu soal Irma,soal pekerjaan, soal makanan dll.


"Oh ya bisakah aku membawa Irma ke rumah ku untuk memperkenalkan kepada mama dan papa ku kalau Irma kekasih ku." Ucap Dimas.


Keluarga nya Irma terdiam, apakah itu tidak terlalu cepat tapi mereka harus harus nya bersyukur sih, dari sini dimas menunjukkan keseriusan nya.

__ADS_1


"Apakah itu betul jika kamu membawa Irma ke rumah mu untuk di perkenalkan." Tanya Dodi.


"Iya om, saya sudah mengatakan jika saya akan menunjukkan keseriusan saya kepada keluarga ini." Ucap Dimas dengan mantap.


Sedangkan keluarga lain nya pun menhela nafas pelan saat mendengar jawaban mantap itu keluar dari mulut Dimas.


Mereka semua akhirnya memutuskan dalam batin mereka untuk memberikan satu kesempatan kepada dimas untuk membuktikan niat keseriusan nya itu.


"Baik, tapi pulangkan putri saya sebelum jam 11." Ucap Dodi yang dia setujui Dimas dan sekeluarga.


"Baik om." Ucap Dimas dengan pelan tapi masih bisa di dengar oleh semua keluarga Irma.


"Aku pergi dulu yah" Pamit Irma yang mencium semua pipi keluarga nya dan mengikuti langkah dimas untu keluar.


"TUNGGU." Teriak tiba-tiba Nina yang berhasil menhentikan langkah Dimas dan irma dan tak lupa juga keluarga irma di kejutkan oleh teriakan itu.


Nina berlari kecil kearah Dimas dan Irma dengan senyum lebarnya, "hihi mama mau minta foto kamu, buat pamerin di medsos jika mama punya mantu tampan." Ucap Nina.


Dimas yang mendengar itu pun terpaksa menganggukkan kepala mengapa mamanya irma unik yah.


"Oke kamu menghadap di kamera dan tunjukan seperti ini kearah kamera" Ucap Nina yang menyuruh dimas untuk membuat love kearah kamera.


"Huaa hasilnya bagus bangat, eh satu kali lagi Irma sini foto sama mama dan dimas." Ucap Nina yang memanggil irma.


"Ohya kamu peluk Irma yah Dimas, Pasti akan terlihat romantis." Perintah Nina


"Mama lama-lama banyak maunya yah." Batin Irma dengan kesal.


"Eh apa-apaan ini tidak bisa peluk-pelukkan belum muhrim." Ucap Dodi yang ngegas.


Sedangkan Nina hanya memandang malas kearah suaminya itu, suaminya saat ini sangat menganggu suasana saja, "baiklah nggak usah peluk-peluk tapi pegangan tangan aja dan senyum kearah kamera." Perintah Nina.


Dan di lakuin oleh Dimas dan Irma tanpa protes sama sekali sedangkan keluarga lainnya hanya menikmat tapi saat foto ke-3 para sepupunya irma malah ikutan foto.

__ADS_1


__ADS_2