Menikahi Seorang CEO Dingin

Menikahi Seorang CEO Dingin
Trik Kuno


__ADS_3

"Eh Dimas kok kamu disini." Tanya Irma yang melihat Dimas yang sudah duduk manis di meja makan.


Irma bingung ngapain Dimas disini pagi-pagi apalagi saat ini Irma bisa melihat tatapan permusuhan ayahnya yang ditujukan kepada Dimas.


"Calon suami mu sudah bangkrut sayang dirinya disini mau numpang makan." Jawab Dodi dengan sinis.


Irma, Nina dan pembantu yang berada di masion itu meringis pelan saat mendengar ucapan Dodi yang sangat blak-blakan dan menusuk itu.


Nina melihat kearah Dimas dan apa yang Nina lihat Dimas hanya biasa aja "wah selain tampan mentalnya kuat." Batin Nina kagum dengan calon mantunya ini.


"Aku kasihan sama Dimas." Batin iryma sambil melihat Dimas dengan tatapan kasihan karena selalu mendapatkan tatapan dan ucapan sinis dari ayahnya.


Sedangkan Dimas hanya memasang wajah biasa saja seperti tak terjadi apa-apa tapi siapa yang tau kalau di dalam hatinya Dimas sedang mengumpat dan mengomel-ngomel.


"Punya calon mertua gini amat, pengen ku ajak baku hantam tapi aku tidak mau di cap calon mantu durhaka." Batin Dimas.


"Ehk ayo makan nggak usah di masukin di hati yah ucapan suami saya." Ucap Nina yang memandang Dimas dengan senyum lembut.


Sedangkan Dodi yang mendengar itu pun hanya mendengus tidak suka, sudah dia bilang dirinya ini belum terlalu suka dengan calon mantu nya ini.


Dimas yang mendengar ucapan mama calon mertuanyapun hanya menganggukkan kepala dengan pelan.


"Aku nggak apa-apa kok mah, aku akan berusaha lebih kuat lagi buat ayah mertua suka sama aku." Ucap Dimas.


"Kalau bukan mau cari perhatian aku nggak akan ngeluarin kata-kata yang indah ini untuk nya." Batin Dimas.


Irma yang mendengar itu pun menatap dimas dengan tatapan seperti berkata 'semangat kamu pasti bisa.'


Dimas yang melihat itu mengangguk kan kepala dengan tersenyum kecil, "baru juga keluarin kata-kata gitu aku udah dapat semangat dari Irma mana Irma cantik lagi." Batin Dimas.

__ADS_1


Sedangkan Nina hanya tersenyum kecil melihat calon mantunya yang begitu kuat dan tegar ini.


Tapi berbeda lagi dengan Dodi, dirinya melihat Dimas dengan tatapan malas apalagi saat melihat Dimas seperti terpesona melihat wajah putrinya.


"Ck dia kira aku tidak tau trik kunonya ini, mari kita lihat sampai mana kamu kuat dengan drama mu itu." Batin dyodi yang tersenyum miring.


Kenapa Dodi mengatakan kalau Dimas menggunakan trik kuno hei trik ini pernah dirinya pakai saat akan meluluhkan ayah mertuanya dulu.


Dimas tanpa sengaja melihat senyum miring nya Dodi pun tiba-tiba saja Memiliki firasat yang sungguh-sungguh tidak enak.


"Semoga saja dirinya tidak membuatku dalam masalah." Batin Dimas.


"Apakah yang kamu ucapkan itu betul bahwa kamu akan berusaha kuat untuk membuat aku suka padamu calon mantuku." Tanya Dodi sambil melihat Dimas dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.


Dimas menganggukkan kepalanya dengan mantap tanpa berfikir panjang dirinya tidak tau saja rintangan dan keusilan calon mertuanya ini akan menyiksanya.


Sedangkan Nina dan Irma hanya menyimak saja karena mereka akan memberikan waktu untuk kedua belak pihak untuk lebih mendekati lagi antara calon mantu dan calon mertua.


"Kalau aku jawab aku banyak pekerjaan di kantor otomatis aku akan di usir oleh pak tua ini, lagian masih ada Valen." Batin Dimas.


"Pekerjaan itu bisa di duakan ayah, aku masih punya banyak waktu untuk ayah." Ucap Dimas.


"Cihh waktuku selalu habis jika bersama mu pak tua, waktu ku hanya untuk anak mu saja." Batin Dimas yang memandang Dodi dengan tatapan sinis.


Dodi yang mendengar itu pun tiba-tiba saja merasakan mual, "cuih kata-kata apaan yang barusan dia keluarkan itu membuatku mual." Batin Dodi yang membalas tatapan sinis yang di berikan oleh Dimas.


"Kalau begitu selesaikan makananmu setelah kamu makan temanin saya buat kasih makan peliharaan kesayangan saya." Ucap Dodi dengan senyum miringnya.


"Apa, ayah jangan bercanda deh." Tanya Nina dengan nada tidak percaya kepada suaminya.

__ADS_1


"Ayah tidak bercanda bunda, lagian kan calon mantuku ini akan membantu ayah memberikan makanan kepada hewan peliharaan kesayangan ayah siapa tau dengan itu ayah dengan calon mantuku akan semakin dekat." Ucap Dodi dengan tersenyum lebar.


Sedangkan Dimas yang tidak tau apa-apa hanya menganggukkan kepala dan berkata.


"Yang di katakan oleh ayah betul mah, siapa tau dengan menemani ayah memberikan makanan kepada hewan peliharaan kesayangannya, aku bersama ayah akan semakin dekat." Ucap Dimas yang sok bijak.


"Kena kamu hahaha." Batin Dodi sambil tertawa jahat.


"Aku memiliki firasat yang buruk tentang menemani pak tua ini memberikan makan kepada hewan peliharaan kesayangannya tapi aku harus tetap kuat di hadapan Irma." Batin Dimas.


Nina yang mendengar ucapan calon mantu nya ini hanya menhela nafas pelan dan sedikit frustasi, semoga saja calon mantunya akan kuat dan juga semoga tidak despresi.


Berkali-kali Nina memandang Dimas dengan tatapan kasihan, sedangkan Dimas hanya memasang wajah santai tapi tidak dengan hatinya yang selalu memanjat kan doa kepada Tuhan.


"Yah tuhan lindungi hambamu ini dari pak tua yang di hadapan saya ini." Batin Dimas.


Sedangkan Irma memandang Dimas dengan tatapan prihatin karena ulah ayahnya dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karena ini sudah di dibawah hendak Baginda raja jadi dirinya tidak bisa membantu dimas.


"Kamu pasti kuat dan bisa." Ucap Irma pelan kepada Dimas tapi masih bisa di dengar oleh sekitar itu.


"Iyah pasti aku akan kuat apalagi kamu sudah menyemangati ku." Ucap Dimas tersenyum kecil pada Irma.


"Kalau gitu kamu makan yang banyak pokoknya kamu harus makan yang banyak." Ucap Nina Kepada Dimas.


Karena Nina tau Dimas akan merasakan betapa sulit dan tersiksanya saat akan memberikan makanan kepada hewan peliharaan aneh nya Dodi atau suaminya.


...Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menunaikan 🙂 semangat buat puasanya dan semoga kita akan bertemu dengan bulan Ramadhan ini di tahun depan aminn...


...Tinggalkan vote dan likenya oke👌 (semoga suka cerita nya jangan bosan-bosan yah bacanya)...

__ADS_1


__ADS_2