Menikahi Seorang CEO Dingin

Menikahi Seorang CEO Dingin
Bingung


__ADS_3

"Ahhk tidak." Teriak Dimas yang terbangun dari tidurnya


Dimas terbangun dengan nafas yang ngos-ngosan seperti berlari dengan waktu yang sangat lama dirinya melihat kearah jam.


Dan jam menunjukkan pukul 02:13, Dimas mengusap wajahnya dengan kasar dan berdiri menuju kearah toilet dengan langkah yang linglung.


Dimas membasuh wajahnya dengan sedikit kasar barusan dirinya memimpikan mimpi yang buruk.


Di alam mimpi...


Dirinya memimpikan dia melihat dengan matanya sendiri Irma tertawa dengan seorang pria yang tak jelas wajahnya karena saat itu wajah pria itu kabur/buram.


Dan tiba-tiba saja ada anak kecil berjenis laki-laki yang menyerupai wajahnya bak pinang di belah dua menuju ke arah Irma dan pria dewasa itu.


Dimas mendengar sangat jelas jika anak kecil lelaki itu memanggil pria dewasa itu dengan sebutan AYAH dan ntah mengapa hatinya Dimas merasakan sesak dan sakit.


Tidak lama Dimas melihat dirinya sendiri yang sedang duduk dengan seorang anak kecil laki-laki menyerupai wajahnya.


"Om kenapa duduk sendirian di sini." Tanya anak laki-laki itu kepada Dimas yang sedari tadi diam saja.


"Saya adalah ayahmu jadi panggil saya ayah bukan om mengerti." Ucap Dimas yang berada dalam mimpi.


"Haha apakah om belcanda ayah saya sedang duduk belsama ibu saya di taman sana." Ucap bocah kecil itu dengan nada cadelnya.


Dimas yang mendengar itu pun memegang hatinya yang berasa sangat sakit, "dan ohya om satu lagi jangan ganggu ibuku lagi, kalena ibu ku sudah belbahagia belsama ayahku." Ucap bocah kecil itu dengan tatapan sinis.


Dan meninggal Dimas sendiri yang sedang mematung Mendengar ucapan bocah itu, dan ntah mengapa hatinya sangat sakit sekali dan tidak bisa menahan tangisnya.


Hiks..hiks..Hiks


Dimas yang sedang menunduk dan mengeluarkan Isak tangisnya terhenti karena merasakan sebuah tangan yang mengelus punggung nya.


"Om cenapa nangis." tanya seorang anak kecil yang sangat cantik dan juga KENAPA WAJAH ANAK INI SEPERTI WAJAHNYA SAJA.


Dimas terdiam saat mendengar pertanyaan cadel itu, dia hanya fokus Kepada wajah yang mirip dengan nya,bukannya aneh sudah dua anak kecil berjenis perempuan dan laki-laki yang memiliki wajah persis bersamanya.

__ADS_1


"Isss cenapa om mala diam caja." Ucap bocah cantik itu dengan kesal.


Sedangkan Dimas terkekeh melihat wajah imut itu saat diimas ingin mengeluarkan katanya untuk membalas pertanyaan bocah cantik di hadapan nya di hentikan dengan suara seseorang.


"Sayang ayo kita pulang." Panggil pria itu kepada bocah cantik.


Bocah cantik yang mendengar itu pun tersenyum kearah pria itu, "yaudah ayo pulang ayah, tapi bunda mana ayah."


"Bunda di sini sayang kenapa hm."


"Heheh kangen bunda." ucap bocah cantik itu dan memeluk wanita itu.


Dimas yang mengenal suara wanita itu pun memperhatikan wanita itu dan tiba-tiba saja mata dimas melototkan itu adalah IRMA.


Irma sedang memeluk seorang anak kecil cantik dan imut dan di samping nya ada seorang pria yang wajahnya buram dan tak lupa juga memeluk seorang anak kecil yang tampan juga.


Tapi Dimas bingung disini Irma melihat nya tapi sepertinya tidak mengenalnya dan di tambah kedua bocah itu memiliki wajah persis dengan wajahnya.


"Irma." Panggil Dimas dengan serak.


"Yah tuan anda memanggil saya." tanya Irma itu dengan wajah bingung.


Bughh..


"Mas hati-hati yah, Irma ini istri saya." Ucap pria dewasa itu yang sehabis memukul wajah Dimas.


"Mas jangan main tangan ingat ada anak-anak." Ucap Irma.


Sedangkan Dimas terdiam,  ISTRI SAYA kata-kata itu selalu terngiang-ngiang di kepalanya.


"Om jangan gangu kelualga kami yah." Ucap bocah tampan itu dan pergi bersama orang tuanya.


Sedangkan bocah cantik itu memandang Dimas dengan tatapan yang rumit.


Saat Dimas melihat mereka akan pergi, Dimas mengejar mereka tapi saat dimas akan mengejar mereka tiba-tiba saja muncul cahaya putih yang menyilaukan sampai-sampai dimas menutup matanya.

__ADS_1


Saat dimas membuka mata dirinya kehilangan jejak Irma jadi secara refleks dirinya berteriak-teriak mencari irma.


Oke kembali kealam nyata..


Dimas mengepal kan tangannya dirinya tidak akan membiarkan Irma pergi jauh darinya, dan juga tidak akan membiarkan bocah yang mirip dengan wajahnya itu memanggilnya dengan sebutan OM.


Dengan langkah lebar Dimas keluar dari kamar dan mengetuk pintu mama dan papanya.


"Ck siapa sih yang ngetuk-ngetuk malam gini." gerutu Deni yang membuka pintu


Tanpa basa basi Dimas mengucapkan, "papa Dimas mau ngomong sama kalian dengan serius." Ucap Dimas dengan nada tegas, dingin dan tak terbantahkan dan meninggal deni yang melongo.


Deni yang mendengar ucapan putra satu-satunya pun di buat melongo apa-apaan anaknya itu.


Hei bisakan menunggu siang dulu kenapa harus jam begini astaga dengan wajah kesal deni berjalan kearah kasur membangunkan Olin.


"Jadi kamu mau ngomong apa sampai-sampai membangunkan kami dari tidur." Tanya Deni dengan wajah kesal.


Sedangkan Olin sekarang sedang bersandar di punggung Deni dengan matanya yang terpejam sungguh dirinya sangat mengantuk sekali.


"Aku ingin menikah bersama Irma dicepat kan menjadi 1 minggu lagi ayah." Ucap dinas dengan to the point.


Deni yang mendengar itu melototkan matanya hei kenapa anaknya sekarang tidak menjadi sabaran begini.


Begitu juga dengan Olin mata yang tadi terpejam terbuka dengan lebar, "apa yang kamu maksud Dimas." Tanya Olin dengan tatapan kesal.


"Dimas.mau.pernikahan.Dimas.dengan.irma.di.cepatkan." Ucap Dimas menekan satu persatu perkataan nya.


Sedangkan Deni dan Olin di buat bingung apa yang terjadi dengan putra mereka ini, dimas yang sesudah pulang dari rumah Irma dengan keadaan baik-baik.


Sampai menjelang makan malam dimas masih baik-baik saja tapi sekarang tidak ada hujan tidak ada angin Tiba-tiba Dimas berkata ingin pernikahan dengan Irma di cepatkan.


"Itu tidak bisa, permintaan kita akan di tolak mentah-mentah oleh mereka bahkan kami meminta kalian akan menikah dengan waktu 2 minggu tapi permintaan kami di tolak dengan tegas oleh mereka dan ini kamu ingin pernikahan kalian di cepat kan menjadi satu Minggu itu sangat mustahil." Jelas Deni kepada anaknya yang keras kepala.


Dimas Mendengar ucapan ayahnya pun menarik rambutnya dengan frustasi, "mama papa Dimas mohon coba lah bujuk mereka." Mohon dimas

__ADS_1


...***Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan...


...Ohya jangan lupa tinggalkan like dan vote kalian, like dan vote kalian itu sangat berharga bagi penulis pemula seperti saya***...


__ADS_2