
"Loh katanya kita mau kasih makanan sama hewan peliharaan kesayangan mu pak tua terus kita ngapain disini." Tanya Dimas dengan bingung.
Bagaimana dirinya tidak bingung sekarang ini mereka sedang berada di pinggiran laut, dan jika di perhatikan disini hanya ada ikan, kepiting udang dan lain lain sejenis hewan laut.
Dan mana mungkin hewan peliharaan kesayangan hidup bebas di laut itu sangat-sangat mustahil.
Sedangkan Dodi melihat Dimas dengan pandangan sinis apa-apaan panggilan itu tidak sopan sama sekali.
"Bersikaplah sopan kepadaku wahai anak muda, ya memang aku mengatakan jika kita akan memberikan makanan kepada hewan peliharaan kesayangan ku tapi sebelum itu kita harus mencari makanannya disini." Ucap Dodi yang memandang sekitar seperti meneliti.
"Ck, Mencari makanan Apa maksudmu pak tua." Tanya Dimas dengan bingung.
"Kita harus mencari cacing sebanyak mungkin untuk makanan peliharaan kesayangan saya." Ucap Dodi.
"Mengapa susah-susah harus mencari cacing untuk makanan peliharaan kesayangan Anda pak tua kita hanya perlu membeli saja, itu mudah Mengapa harus mempersulit." Tanya Dimas dengan bingung dan kesal.
Bagaimana dirinya tidak kesal sekarang ini walau jam menunjukkan pukul 07:13 matahari sangat panas dan itu sangat menyengat kulitnya.
Ditambah dirinya tidak terlalu terbiasa terkena matahari, jika saja kulitnya akan hitam sudah akan dipastikan pak tua yang di hadapannya ini akan dituntut tidak keadilan.
Untung saja keadaan sekitar pantai sangat sepi jika ramai mau taruh di mana mukanya hello dia ini adalah seorang ceo terkenal di Indonesia ini dan jika mereka melihat seorang ceo terkenal di Indonesia sedang mencari cacing di sebuah pantai hahaha hancur sudah reputasinya.
"Asal kau tahu anak muda hewan peliharaan kesayangan saya itu tidak mau memakan cacing yang dibeli dia akan memakan cacing yang langsung dicari di pantai." Ucap Dodi dengan kesal karena mendengar gerutu Dimas.
__ADS_1
Yang dikatakan oleh Dodi benar bahwa hewan peliharaannya itu sangat pemilih dan entah kenapa hewan peliharaan nya tidak mau memakan makanannya jika itu di pesan atau dibeli.
"Kita beli saja makanannya dan katakan kepada hewan peliharaanmu itu pak tua jika makanannya ini kita cari dari pantai itu kan mudah." Saran Dimas dengan nada sedikit malas.
"Kau kira hewan ku itu bodoh dia tahu antara makanan mana yang dicari di pantai dan makanan mana yang dibeli." Ucap Dodi dengan kesal.
"Ck hewan sama tuannya sama-sama nyebelin pluss nyusahin." Batin Dimas yang memandang Dodi dengan pandangan sinis.
"kalau begitu ganti saja hewan peliharaanmu itu pak tua menyebalkan dan lagi menyusahkan." Ucap Dimas dengan pedas.
"Ehk congormu di jaga yah jangan berkata seenaknya, dia itu hewan peliharaan kesayangan saya." Ucap Dodi dengan menekan kata kesayangan.
(Sedikit info congor adalah mulut)
Dimas hanya berdecak tapi tak di urungkan dirinya mulai mencari hewan kecil panjang licin itu.
Sudah ada 20 menit Dimas mencari hewan itu tapi dirinya belum juga mendapatkan satu pun, Dimas mengacak-acak rambut nya dengan frustasi.
"Hei pak tua disini tidak ada sama sekali cacing mungkin cacingnya sekarang sedang pulang kampung." Teriak Dimas kepada Dodi
Mengapa Dimas berteriak karena jarak antara Dodi dan Dimas sedikit berjauhan, jika kalian fikir Dodi hanya duduk saja sambil melihat Dimas maka kalian salah Dodi juga turun tangan untuk mencari hewan itu (cacing).
Dodi yang mendengar teriakan calon mantunya yang tak ada akhlak itupun menhampiri nya.
__ADS_1
"Bagaimana bisa cacingnya pulang kampung ini baru saja tanggal 28 Agustus, mereka akan pulang kampung tanggal 12 Januari, dan memangnya kamu mencari dimana saja sampai tak mendapat cacing walau satu saja." Tanya Dodi dengan bingung.
Dodi saja susah mendapatkan cacing sekitar sepuluh dan dimas satu saja tidak hahh mantu tidak becus.
"Haah kenapa cacingnya tidak pulang kampuk tanggal 28 Agustus saja sih biking repot aja." Batin Dimas dengan kesal.
"Aku dari tadi melihat air laut sampai melihat di bawah-bawah rumput laut tapi tetap saja tidak ada cacingnya." Ucap Dimas dengan kesal.
Dimas tanpa sengaja melihat kearah ember yang di pegang oleh Dodi dan Dimas melihat jika Dodi mendapatkan cacing yang lumayan banyak lah dirinya satu pun tidak ada.
"Kalau gue dapat tuh cacing gue becek-becek pilih kasih amat masa dia mau sama pak tua ini." Batin Dimas memandang tajam kearah ember yang menampung cacing yang di pegang oleh Dodi.
Sedangkan Dodi menhela nafas gusar punya calon mantu gini amat udah nyebelin,nyusahin, bodoh udah komplit.
"Mencari cacing itu di dalam lumpur, berpasir atau berbatu bukan hanya di air atau di bawah rumput laut saja." Ucap Dodi dengan frustasi dan kesal.
Dimas Mendengar ucapan itu pun hanya memasang wajah sok datarnya berpura-pura tidak tau saja.
"Bisa hilangkan saya sebentar saja Tuhan, saya malu." Batin Dimas lirih.
...Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menunaikan 🙂 semangat buat puasanya dan semoga kita akan bertemu dengan bulan Ramadhan ini di tahun depan aminn...
...Tinggalkan vote dan likenya oke👌 (semoga suka cerita nya jangan bosan-bosan yah bacanya)...
__ADS_1