
Semua terdiam mendengar pertanyaan irma, mereka semua tidak mengetahui jika Irma pernah pacaran selama 6 tahun lamanya karena rencananya irma akan memperkenalkan pacarnya itu saat akan siap menikah tapi takdir berkata lain.
"Kenapa kalian diam aja, pertanyaan Irma salah yah." Tanya irma yang melihat keluarganya hanya diam saja.
Semua nya tersadar dari melamun mereka masing, "irma kenapa nanya kaya gitu, Irma emang udah punya pacar." Tanya dodi.
Irma yang mendengar pertanyaan ayahnya pun mengangguk kepala dengan semangat, "Iyah irma udah punya, bahkan dia akan datang jam 5 sore kesini, tapi Irma takut kalian akan usir dia." Ucap irma.
Semuanya lagi-lagi terdiam mendengar ucapan Irma kesayangan mereka, mereka belum dapat mempercayai jika irma sudah mempunyai pacar.
Dan tadi apa katanya pacarnya akan datang kerumah ini jam 5 sore, ahk mereka tidak sabar menilai lelaki itu jika mereka tidak menyukai lelaki itu.
Mereka berjanji akan memisahkan nya dari irma, mereka tidak ingin irma merasakan rasa sakit hati.
Tapi mereka tidak tau saja irma sudah pernah merasakan pahitnya rasa sakit itu.
"Hmm kami nggak akan usir kok, malah mama nggak sabar lihat pacar kamu, pasti tampan kan secara anak mama cantik masa pacarnya nggak tampan." Ucap nina dengan semangat.
Berbeda dengan yang keluarga lain, keluarga ingin menilai kekasih dari permata kesayangan Meraka dan jika mereka tida menyukai mereka akan memisahkan sedangkan nina dia hanya akan menilai wajah dan ketulusan saja.
Nina tidak akan mempermasalahkan soal keuangan dan status dia hanya akan menilai pria itu dari wajahnya yng tampan da ketulusan.
Sedangkan dodi hanya mendengus tak suka saat melihat istrinya semangat saat menbahas pria tampan.
"Yah jelas dong pacar irma itu tampan, bahkan tampannya itu sebelas dua belas sama V BTS mah." Ucap irma dengan tak kalah semangat.
Apa yang di katakan irma benar apa adanya, dimas sangat tampan alis yang sedikit tebak, bibirnya seksi, rahangnya yang kokoh, netra kecoklatan yang indah, pokoknya irma memutuskan kalau dimas itu sebelas dua belas tampannya seperti V BTS.
Ohya irma dan nina juga adalah pengemar berat BTS bukan hanya BTS semua k-pop yang memiliki wajah tampan pasti mereka adalah penggemar nya.
"Haa!! betul kah wahh mama udah nggak sabar ketemu pacar kamu, kalau betul pacar kamu tampan sebelas dua belas sama seperti V BTS mama akan minta foto hihi." Ucap nina yang sedang tersenyum lebar.
__ADS_1
"Mah jangan genit, ingat udah punya suami juga." Ucap dodi yang cemburu
Sedangkan Keluarga lain nya hanya menggeleng kepala dengan sifat nina dan Irma yang sangat semangat membahas ketampanan seorang lelaki.
Mereka kasihan terhadap dodi yang sudah tinggal seatap bersama kedua mahkluk kesayangan mereka.
"Ihkk papa ganggu aja, mama nggak genit yah mama hanya nggak sabar aja ketemu calon mantu mama yang tampan." Ucap nina dengan memandang sengit kearah suaminya.
"Iyah papa tau, tapi nggak usah semangat gitu nggak tau apa papa cemburu." Ucap dodi yang sudah berjalan meninggal meja makan.
"PAPA KEMBALI KESINI NGGAK, MAKAN DULU NGGAK USAH SOK MERAJU GITU KALAU NGGAK KESINI DALAM WAKTU DUA MENIT PAPA TIDUR DI LUAR SELAMA SEMINGGU." Teriak Nina yang tak ada malu-malunya.
Bahkan mertua dan paman,bibi terkejut mendengar teriakan menabahana itu dari nina, mereka sebenarnya sudah paham dengan sifat nina yang suka teriak yang tidak tau tempat tapi mereka masih saja terkejut karena mendengar teriakan yang tiba-tiba.
Nina yang menyadari sesuatu pun tersenyum dengan malu-malu kearah keluarganya, "hehe maafkan aku yang kecoplasan."
Sedangkan para keluarga hanya bisa mengelus dada untuk bersabar, "astga kuat juga imanmu dodi saat bersama istrimu ini." Batin pamannya irma.
Sebelum satu menit dodi sudah kembali di meja makan, bahkan dodi memakan makanannya dengan santai seperti tak mempunyai masalah apa pun.
Sekarang sudah jam 4 Dimas sudah siap dengan pakaian informalnya yang sangat cocok dengannya ntah kenapa dimas malah membuat gaya rambutnya seperti ala-ala Korea.
Dan itu membuat dimas sangat-sangat terlihat tampan dimas sudah siap dia akan datang menjemput irma, dimas juga sudah mengirim pesan kepada idma di akan datang jam 4 dan irma juga menyetujui nya.
Tak tak..
Olin dan deni melihat kearah tangga karena mereka mendengar suara langkah kaki yang turun dari tangga.
Olin dan deni menganga apakah itu betul anak mereka kenapa maki tampan saja, mereka tau dimas tampan tapi kenapa saat ini malah bertambah kali lipat.
"Kalian kenapa" Tanya dimas karena melihat kedua orang tuanya terdiam dengan keadaan mulut terbuka saat melihat dirinya.
__ADS_1
"Kamu betul anak mama kan, kenapa kamu tampan bangat gini." Ucap olin yang sedang mengelus wajah tampan anaknya.
Sedangkan dimas tersenyum kecil berarti keputusannya untuk memakai pakai informal dan mengganti gaya rambut nya pun tidak salah.
"Yah aku dimas anak mama sama papa." Ucap dimas.
Deni berjalan kearah istri yang sedang memandang anaknya dengan tatapan tak percaya pun.
Deni menarik pinggang istrinya dengan lembut, "itu benar anak kita mah, nggak usah heran gitu memang bibit aku nggak pernah gagal." Ucap deni dengan blak-blakan.
Dan mendapat kan cubitan maut dari olin, "aish aduh sayang sakit." Rengek manja deni kepada olin.
Olin yang mendengar rengekan itupun mengelus bekas cubitannya, "masih sakit nggak." Tanya olin yang sedang asik mengelus bekas cubitannya itu.
"Udah nggak kok, kenapa tangan kamu ajaib bangat sih sayang." Ucap deni dan memeluk pinggang nina.
Dimas hanya memutar bola mata malas saat melihat kedua orang tuanya itu bermesraan di hadapannya.
"Hem, dimas berangkat dulu mau jemput pacar tercinta dimas." Ucap dimas dan meninggal pasangan itu.
"Pah, apa betul dimas betul-betul cinta sama pacarnya yah, mama takut kalau dimas cuma buat gadis itu tempat pelampiasan nya." Tanya olin dengan gelisah.
"Mama percaya sama dimas, anak kita tidak seperti itu, coba mama perhatikan penampilan dimas tidak seperti itu saat bertemu dengan sefira." Ucap deni.
Olin yang mendengar ucapan deni pun tersenyum dia sudah menghilangkan pikiran kotor terhadap anaknya, "astga kita berdua harus cepat-cepat bersiap." Ucap olin dengan panik dan melepaskan pelukan deni.
"Ck baru juga mau mesra-mesraan ehk dianya malah panik dengan penampilan nya." Ucap deni dengan nada kesal.
"Sayang kamu juga jangan diam disitu aja, sini kita siap-siap." Teriak olin dari dalam kamar.
"Iyah mah." Balas deni dan berjalan kearah kamarnya dengan malas.
__ADS_1