
"Dimas ayo pulang aku udah puas lihat harimau nya" Ucap Irma yang memeluk lengan Dimas.
Dimas yang mendengar itu pun mengangguk kan kepala dan melangkah kakinya untuk keluar dari kebun binatang ini.
Dalam perjalan mobil yang akan pulang Irma melihat ada kelinci yang sangat cantik dan imut di jual di tokoh yang sedikit besar.
"Dimas aku mau beli itu." Ucap Irma dengan cepat.
Dimas menhentikan mobilnya dengan perlahan saat mendengar suara Irma tiba-tiba yang meminta sesuatu padanya.
"Kamu mau beli apa." Tanya Dimas saat mobil mereka sudah di hentikan dan terparkir aman.
"Aku mau beli kelinci yang itu." Ucap Irma dengan semangat sambil menunjuk kelinci berwarna putih.
"Baiklah kami tunggu disini saja aku yang akan keluar dan membelikan nya." Ucap Dimas yang sudah siap keluar mobil.
Sedangkan Irma hanya menganggukkan kepala dengan patuh dirinya juga tidak ingin turun karena cuaca sekarang sangat panas dan dirinya sudah lelah saat sedari tadi berdiri dan berjalan lama saat di kebun binatang.
10 menit lamanya.. Irma menunggu Dimas
Irma melihat dimas keluar dari tokoh itu membawa satu kelinci yang berwarna putih dan memiliki badan yang gemuk dan gemoy.
"Kelincinya aku simpan di belakang dulu yah." Ucap dimas dan di angguki kepala.
"Kamu akan memberi kelinci itu dengan nama apa." Tanya Dimas yang sudah kembali membawa mobilnya menuju ke masion Irma.
"Memberi nama buat kelinci itu memang nya buat apa." Tanya Irma dengan bingung kepada Dimas.
Dimas yang mendengar itu pun mengkerut bingung bukannya kalau mau memilihara kelinci atau hewan lainnya lebih baik di beri nama.
"Kamukan akan memelihara kelinci itu jadi aku menanyakan kamu akan memberikan nama apa, nggak mungkin kan kamu nggak kasih nama." Jelas Dimas tersenyum kecil.
Irma mendengar penjelasan Dimas pun menatap Dimas dengan tatapan bingung memangnya siapa yang ingin memilihara kelinci itu.
"Aku nggak akan memilihara kelinci itu." Jawab Irma.
__ADS_1
"Terus kalau kamu tidak ingin memelihara kelinci itu buat apa di beli, oh aku tau kamu akan memberikan kepada sepupu-sepupumu itu kan, kalau benar kenapa nggak bilang sama aku dulu, aku bisa beli kelinci lebih dari 30 ekor." Ucap Dimas dengan panjang lebar.
"Kamu ini ngomong apa sih, aku nggak akan memilihara tuh kelinci dan juga tak akan memberikan kelinci itu kepada sepupu-sepupu ku atau Kepada orang lain." Ucap Irma dengan kesal karena semakin bingung dengan omongan dimas.
"Terus kamu beli kelinci itu buat apa" Tanya Dimas dengan bingung.
"Yah buat di makan, aku semalam pingin makan sate kelinci kayanya itu permintaan anak kamu deh" ucap Irma dengan tersenyum sambil mengelus-elus perut yang sedikit buncit itu.
Dimas yang mendengar itu pun menengang haa!! apa hewan kecil dan imut itu akan di buat sate oleh istri nya dirinya mengira jika Irma akan memilihara kelinci imut itu tapi sayang takdir berkata lain, kelinci yang malang.
"Sebenarnya anak ku ini laki-laki apa perempuan kok permintaan nya semua nya aneh-aneh gini sih." Batin Dimas
"K-kamu akan bu-buat sate t-terus siapa yang akan makan." Tanya Dimas dengan gugup.
Dirinya masih syok hewan yang imut yang barusan dirinya beli akan di jemput malaikat tinggal menunggu beberapa jam saja.
"kamu kenapa sih yah aku lah, kan aku dah bilang kalau aku pingin makan sate kelinci." Ucap Irma dengan memandang dimas dengan bingung.
Mengapa Dimas terlihat gugup saat mengeluarkan kata-kata Irma bingung apa yang ada dalam pikiran Dimas.
Sekarang ini mobil Dimas sudah sampai di masion keluarga Irma.
"Assalamualaikum." ucap keduanya.
"Wallaikumsalam." Balas sejumlah orang yang duduk di ruang tamu.
Keluarga Irma memandang Irma dan dimas dengan teliti, tajam, menusuk, dan juga bingung.
Dimas yang melihat itu pun sudah mulai terbiasa dirinya melihat sekeliling kemana kedua orang tuanya apakah mereka sudah pulang.
"Irma Dimas sini dulu duduk." Ucap Nina memanggil Irma dan Dimas.
"Kalian berdua dari mana" tanya Dodi dengan dingin dan memandang Dimas dengan tatapan datar.
Irma yang mendengar nada suara ayahnya yang dingin dan melihat tatapan ayahnya pun menunduk.
__ADS_1
Dirinya tak pernah melihat kepribadian seperti itu dari ayahnya.
"Kami dari jalan-jalan, pasti AYAH udah tau kan." Ucap Dimas dengan santai sambil menekan kata ayah.
Dodi yang mendengar itu pun memandang dimas dengan tatapan yang lebih datar yah yang di ucapkan dimas memang betul, sebenarnya Dodi kesal saat mendengar dimas memanggil nya dengan sebutan ayah.
Dirinya dan keluarga ini semua tau kalau irma dan dimas dari jalan-jalan karena dimas mengirim kan pesan kepada kedua orang tuanya.
Dan alhasil kedua orang tuanya dimas memberi tau kepada mereka takutnya mereka khawatir tentang keadaan Irma.
Dodi melihat kearah putri satu-satunya itu yang sedang menundukkan kepalanya, dodi menhela nafas pelan dirinya tau pasti anaknya itu takut saat melihat nya dengan kepribadian yang tak pernah dia lihat.
"Irma sayang bisa kamu jelaskan semuanya, ayah udah tau kamu sekarang sedang mengandung tapi ayah ingin mendengar semuanya dari mulut putri ayah sendiri." Ucap dodi dengan nada yang sedikit dingin.
Deg..
Irma mendengar ucapan ayahnya pun menegang badan nya semua kaku, apa kah ayahnya akan membencinya dan apakah keluarga nya akan ikut mem bencinya.
Memikirkan itu Irma hanya bisa menahan air mata yang siap di keluarkan, Dimas melihat kearah Irma yang diam saja dan juga dapat dimas lihat bahwa punggung Irma bergetar.
Pertanda bahwa Irma saat ini sedang menahan tangis nya dan juga Dimas bisa merasakan badan Irma menengang saat ayahnya irma menanyakan itu.
Dimas dengan perlahan memegang tangan Irma dan berbisik, "kamu tenang aja, aku ada disisi kamu."
Irma yang mendengar bisikan itu pun langsung mengangkat wajahnya dan melihat wajah Dimas yang sedang tersenyum kepadanya.
Irma yang melihat itu membalas senyum Dimas dengan senyum manisnya dengan sedikit berani Irma mengangkat wajahnya dan memandang keluarganya.
Irma memegang tangan dimas dengan kuat dan erat, "maafkan Irma ayah, Irma melakukan hubungan itu tanpa adanya ikatan pernikahan tapi saat itu Irma terbawa nafsu dan melakukan hubungan terlarang itu dengan Dimas." Ucap Irma yang jelas-jelas berbohong.
Irma tidak berani mengatakan sejujurnya bahwa dirinya melampiaskan kesakitan hatinya di sebuah club saat kekasihnya selingkuh dan tanpa sengaja dirinya meminum obat perangsang dan akhir nya melakukan hubungan terlarang itu bersama Dimas.
...***Selamat berpuasa bagi yang menunaikan...
...Tinggal kan like dan vote kalian yah, karena 1 like dan 1 vote itu sangat berharga bagi penulis pemula seperti saya...
__ADS_1
...Tapi nggak maksa🙂***...