
bruk
"Aahk badan gue sakit bangat cuman gara-gara ngasih makanan katak butuh satu hari emang katak nyusahin." Omel Dimas yang sekarang sedang berbaring di ranjangnya.
"kok gue kangen Irma yah." Batin Dimas.
Dimas bangkit dari ranjangnya dan mengambil handphonenya, "telfon apa nggak yah terus kalau di angkat aku harus ngomong apa kalau nggak di angkat mau di buang kemana wajahku."
Lama Dimas berfikir akhirnya memutuskan bahwa dirinya akan menelelfon Valen untuk meminta saran darinya.
"Halo valen ak--."
Belum juga Dimas menyelesaikan ucapannya sudah dipotong oleh Valen dengan nada ketus,sinis,dan dingin.
"Halo apaan buruan mau ngomong apa aku sibuk." Ucap Valen di sebarang sana dengan nada tak sedap di dengar.
Dimas yang mendengar nada yang tak sedap dari Valen pun mengkerut bingung, "kamu kenapa motong ucapan aku mana memakai nada yang tak sedap didengar lagi."
Dimas bisa mendengar kalau diseberang sana Valen menhela nafas dengan cepat dan kasar pertanda jika Valen saat ini sedang kesal.
"Ok barusan tadi aku minta maaf karena memotong ucapan kamu dan memakai nada yang tak enak di dengar tapi aku mau bilang sama kamu, apakah kamu lupa bahwa kamu adalah bos di perusahaan ini terus apa kamu nggak ingat jika banyak pekerjaan yang sedang menanti kehadiran mu, aku disini tidak bisa untuk terus menghandle pertemuan klien yang ingin bertatap muka denganmu apakah kamu tidak kasian dengan aku yang sudah dua hari tak tidur gara-gara mengerjakan tugasmu disini."
"Ayolah Dimas disini aku meminta sebagai sahabat kamu untuk meliburkan aku untuk satu hari saja buat tidur." Rengek Valen Kepada Dimas.
Sedangkan Dimas hanya melongo mendengar ucapan demi ucapan dari Valen apalagi barusan Valen merengek untuk meminta di liburkan.
Apakah se begitu menderitanya Valen saat dirinya tidak masuk selama 3 hari penuh, "tunggu aku di kantor, aku akan pergi ke kantor."
Disisi lain..
__ADS_1
Aura di dalam kantor saat ini sangat mencengkamkan karena pak Valen sedang dalam salah sedikit pekerjaan menhilang, sedari tadi pak Valen selalu marah-marah dengan wajah yang menakutkan.
"Kamu aja yang masuk aku takut ntar diamuk sama pak Valen." Ucap karyawan A dengan nada takut.
"lah kamu pikir saya nggak takut apa, kamu aja lah disini kan pangkat dan gaji kamu lebih besar dari aku." Ucap Karyawan B dengan nada lebih takut.
"lah gak ada hubungannya yah pangkat dan gaji aku disini." Ucap karyawan A dengan nada bingung
"Adalah masa nggak ada." Jawab karyawan B.
"terus hubungannya memang apa." tanya karyawan B
"hubungannya adalah jika nanti pak Valen ngamuk terus mecat kamu, kamu mungkin ruginya dikit kan gaji kamu besar tuh kan, terus kalau aku pikir-pikir gaji kamu selama kerja disini pasti udah numpuk dan mungking sekarang udah banyak."
"Jadi kalau kamu pengangguran untuk beberapa bulan juga nggak akan terjadi apa-apakan, terus kalau kamu mau nyari pekerjaan pasti cepat dapat. kan kamu dapat gelar mantan pekerja di perusahaan terkenal se-Indonesia apalagi kamu punya pangkat yang tinggi disini jadi perusahaan-perusahaan lain pasti mau nerima kamu tanpa banyak persyaratan." Ucap karyawan B dengan panjang lebar.
"Hei juleha aku kerja disini memang betul gaji dan pangkat aku besar tapi asal kamu tau yah aku itu banyak pengeluaran belum juga gaji aku terbagi untuk banyak hal mulai dari pertama untuk orang tua aku yang berada di kampung."
"yang kedua untuk adik aku sekolah dan juga aku perjelaskan lagi adik aku ada tiga dan belum juga duit untuk kehidupan aku sehari-hari dan duit bayar kos aku tiap bulan apa kamu pikir gaji aku nggak akan habis apa." Omel karyawan A.
Sedangkan karyawan B yang mendengar itu pun menganggukkan kepala mengerti, "aku minta maaf atas pemikiran aku yang sok tau tapi bisa nggak jangan ganti nama aku enak aja nama aku indah di ganti jadi juleha jauh bangat lagi."
Karyawan A hanya memutar bola matanya dengan malas untuk menanggapi ucapan dari karyawan B.
"Kalian dari tadi beradu argumen terus siapa yang mau ngantar berkas ini ke ruangan pak Valen." Tanya karyawan C yang sedari tadi menyimak.
"yah kamu lah." Ucap karyawan A.
"kamu lah." Ucap karywan B
__ADS_1
Sedangkan karyawan C terkejut saat mendengar karyawan Adan B kompak menunjuk dirinya.
"Yah nggak bisa dong apa kalian nggak kasian apa sama aku, aku baru aja kerja disini terus kalau aku di pecat harus nyari kerja lagi gitu mana aku belum pernah nerima gaji di perusahaan ini kan aku kerja disini baru seminggu." Rengek karyawan C.
"Kalian sedari tadi berisik di hadapan pintu ruangan saya ngapain." Tanya seseorang dengan dingin dan wajah yang menakutkan.
karyawan A,B dan C yang mendengar ucapan dingin pun langsung mundur tiga langkah untuk menjauhi seseorang yang sedang dalam aura mencengkamkan.
"mampus." Batin semua karyawan yang sedang mengintip.
"I-ini pa-pak saya m-mau ng-ngasih be-berkas di rua-ruangan pak t-tapi masi-."
"berbicara dengan jelas saya tak mengerti dengan bahasa yang terputus-putus seperti tadi." Ucap Valen dengan nada yang tertambah dingin.
Oh ayolah dirinya sekarang ini sedang menahan ngantuk dan ingin tidur sejam saja tapi karyawan ini berisik di hadapan pintu ruangannya bagaimana bisa dia tidur.
Dan saat di tanya bukannya di jawab dengan bahasa yang benar dan mudah di pahami malah memakai kosa kata yang terputus-putus dirinya ini sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja jadi bagaimana dirinya mengerti.
"begini pak kami kesini mau mengantarkan berkas ini keruangan pak Valen untuk menanyakan masalah yang berada pada berkas ini soalnya kami sudah memeriksa beberapa kali tapi kami tidak mendapatkan masalahnya." Ucap karyawan A dengan nada biasanya saja tapi berbeda dengan tubuhnya yang sekarang sedang bergemetar.
"Yah allah kau maha pelindung, lindungi saya dan pekerjaan saya." Batin karyawan A.
"Semoga besok kami masih bisa bekerja disini lagi." Batin Karyawan B.
"Tuhan Yesus tolong saya lindungi pekerjaan saya karena saya belum mendapatkan gaji dari perusahaan ini dan juga saya tidak mau mencari pekerjaan lagi." Batin karyawan C
Sedangkan karyawan lainnya hanya mengintip untuk melihat dan mendoakan untuk ketiga teman mereka.
tiba-tiba saja ada seseorang merebut berkas dari tangan karyawan itu, "kalian bisa pergi."
__ADS_1