Menikahi Seorang CEO Dingin

Menikahi Seorang CEO Dingin
Pasien Rumah Sakit Jiwa


__ADS_3

"Ck hei katak Mengapa sedari tadi kamu tidak memakan makananmu." Ucap Dimas yang sudah kesal karena sedari tadi katak ini tidak mau memakan makanannya.


"Ayolah makan makananmu, kau tidak usah sok jual mahal begitu." Ucap Dimas Kepada katak tersebut sedangkan katak itu hanya memandang dimas dengan pandangan datar.


wrebek..wrebek


"Hah apa yang kau ucapkan aku tidak mengerti." Tanya Dimas yang sudah mulai gila sendiri.


"Hei pak tua bagaimana membuat katak ini makan sedari tadi dia tidak mau memakan makanannya." Tanya Dimas Kepada Dodi.


Sedangkan Dodi yang sedang duduk santai sambil meminum kopi nya pun mendengus pelan dan berdiri menhampiri calon mantunya yang saat ini sudah berantakan seperti gembel.


"jangan memanggil Letti dengan sebutan katak, Letti tidak menyukai itu" Ucap Dodi.


"Dasar katak nyusahin." Batin Dimas yang memandang Letti dengan tatapan malas dan kesal.


"Mengapa tidak boleh kan dia memang hewan yang berjenis katak." Tanya Dimas dengan malas.


Memang apa bedanya kan Letti itu adalah hewan yang berjenis katak lagian Dimas berfikir jika nama Letti itu terlalu indah dan bagus itu untuk sebuah hewan berjenis katak dengan muka datarnya itu apalagi katak itu sangat pemilih.


Dodi memandang Dimas dengan pandangan kesal dan sinis seenaknya aja congor calon mantunya ini.


(info Congor adalah mulut)


"Tapi Letti sudah memiliki nama jadi apapun yang terjadi kamu harus memanggil nya Letti." Ucap Dodi.


"Dan Letti tidak akan memakan makanannya sebelum di nyanyikan." Ucap Dodi


Dimas yang mendengar ucapan Dodipun menatap katak itu dengan pandangan tidak percaya apa menyanyi hahaha apa perlu Dimas membawa katak ini kedukun karena Dimas yakin jika katak ini adalah katak jadi-jadian

__ADS_1


"Terus siapa yang akan bernyanyi untuk Letti." Tanya Dimas dengan bingung.


"Tolong jangan aku, aku tidak pandai bernyanyi saat sekolah saja aku selalu bolos di mata pelajaran seni budaya karena dirinya selalu saja disuruh menyanyi." Batin Dimas berdoa.


"Yah siapa lagi, yah kamu lah yang harus bernyanyi." Jawab Dodi memandang Dimas dengan pandangan kesal karena mendapat pertanyaan seperti itu.


"Hei pak tua aku ini tidak pandai bernyanyi, tolong jangan hukum aku untuk bernyanyi." Ucap Dimas dengan frustasi.


Dodi yang mendengar itu pun memandang Dimas dengan pandangan malas huhh dodi jadi kasian dengan gembel di hadapannya ini opss maksudnya calon mantu.


"Untuk kali ini aku saja yang akan bernyanyi, tapi kamu harus memperhatikan." Ucap Dodi yang memutuskan untuk bernyanyi.


karena Dodi sudah kasihan dengan calon mantunya yang sudah tersiksa dari pagi dan juga alasan pertama nya Dodi tidak ingin membuat lLettinya menahan lapar lebih lama lagi.


Dimas yang mendengar ucapan calon mertua nya pun tersenyum kecil, "pasti nih pak tua kemasukan setan atau jin tumben amat nih baik tapi tak apalah, terimah kasih yah tuhan." Batin Dimas.


"aku yang tak membuat kesalahan saja selalu terbawa dasar manusia tak berprikejin." Ucap jin yang memadang Dimas dengan malas.


"perhatikan aku baik-baik untuk bernyanyi." Ucap Dodi yang sudah berhadapan dengan Letti.


sedangkan Dimas menganggukkan kepalanya dengan patuh.


Dodi menarik nafas dan menhembuskan dengan pelan dan wlebekkk..wlebekk..ohh..wlebekk


wlebekk..ohh..lalilo..wlebeek nyanyi Dodi sambil menggoyang badannya dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Dimas yang melihat itu sekali lagi di buat melongo tapi saat melihat dodi menggoyang badannya pun Dimas Langsung menutup mulutnya untuk tidak tertawa menurut Dimas goyangan dodi itu seperti cacing kepanasan.


"Astaga apakah calon mertua ku ini adalah pasien rumah sakit jiwa yang kabur dari habitat nya." Batin dimas.

__ADS_1


Wlebek..wlebek..lalilo..ohh..wlebek nyanyian Dodi masih saja berlangsung dan saat lagu terakhir Dodi memasang wajah yang di buat imut.


Dan itu membuat Dimas bergidik ngeri coba kalian bayangkan wajah yang sudah tua dan selalu saja datar sedang membuat wajah imut Hoho sudah pasti itu mengerikan.


"Nah dimas begitulah nyanyian dan tarian yang harus kamu lakukan saat akan memberikan Letti makan." Ucap dodi sambil memberikan cacing yang sudah tak bernyawa kepada Letti.


Dimas hanya menganggukkan kepala, "nggak akan kedua kalinya aku ikut kesini." Batin Dimas.


Dimas melihat kearah katak itu dan lagi-lagi dimas dibuat melongo ntah sudah berapa kali dimas melongo seharian ini.


Dimas melihat katak itu sedang memakan makanannya dengan rakus seperti tak makan 3 hari dan Dimas sudah menyakinkan jika katak itu adalah katak jadi-jadian.


"Dimas kamu tidak ingin bertanya Kenapa aku memelihara Letti." Ucap Dodi sambil memperhatikan betapa rakusnya Letti memakan makanannya.


Dimas yang mendengar itu hanya menhela nafas lelah sebenarnya sih Dimas tidak peduli dan tak ingin tahu karena pasti jawaban yang akan di berikan Dodi ppasti akan di luar nalar manusia.


Hewan peliharaan nya saja tidak seperti hewan biasa aja apalagi tuannya kan, "kenapa." akhirnya Dimas Bertanya.


Dodi melihat kearah Dimas sekilas, "aku memelihara Letti dengan tujuan aku ingin kuat." Jawab Dodi.


Dimas mengkerut bingung, "maksudnya." Tanya Dimas dengan pandangan bingung.


"Aku pernah menonton film anime naruto dan ada satu episode naruto melawan musuhnya dengan bantuan kataknya dan saat itu sangat terlihat jika katak itu kuat dan aku ingin seperti itu bersama Letti." Jawab Dodi.


Sedangkan Dimas hanya memicit keningnya karena lelah dengan pemikiran dodi di luar nalar manusia dan juga dimas sudah yakin jika Dodi ini adalah pasien rumah sakit jiwa.


...Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menunaikan 🙂 semangat buat puasanya dan semoga kita akan bertemu dengan bulan Ramadhan ini di tahun depan aminn...


...Tinggalkan vote dan likenya oke👌 (semoga suka cerita nya jangan bosan-bosan yah bacanya...

__ADS_1


__ADS_2