
Setelah Kamaendra berhasil keluar dari dunia buatan yang sempat mengurung dirinya, kini Kamaendra kembali dikejutkan dengan sebuah pemandangan, dimana ratusan pintu berjejer di hadapannya.
Dari pintu yang perlahan terbuka itu, muncul segerombol iblis dengan rupa yang menakutkan.
Ada Iblis dengan badan tanpa kepala, ada pula Iblis yang berjalan sembari menggigiti tangannya, ada pula iblis yang menangis mengeluarkan darah, dan macam-macam iblis lain dengan rupa dan kelakuannya masing-masing.
Kamaendra yang melihat itu nampak bertambah kaget dan bersiap-siap untuk menyerang.
Iblis-iblis itu mulai berjalan pelan mendekati Kamaendra.
Kamaendra yang panik lantas melayangkan sebuah pukulan aura merah ke arah iblis-iblis itu.
Namun keanehan kembali terjadi, dimana tepat setelah pukulan Kamendra mengenai segerombolan iblis itu, nampak hal tersebut tak berefek apa-apa terhadap iblis-iblis itu.
Kemudian nampak salah satu iblis yang berjalan ngesot sembari menyeret salah satu kakinya yang putus, berjalan mendekat dan meraih tangan Kamaendra lalu berkata,
"Kau harus tetap disini bersama kami, kami temanmu dan duniamu adalah disini !!!"
Kamaendra yang mendengar itu lantas menepis tangan iblis itu lalu meloncat ke atas, dalam kepanikannya ia berusaha tenang dan mengeluarkan sebuah api yang menjalar di kedua tangannya lalu melakukan serangan bertubi-tubi ke arah iblis-iblis yang berada di bawahnya.
Namun serangan itu lagi-lagi tak berefek apapun kepada iblis-iblis itu.
Saat sudah berada di bawah, Kamaendra lalu mencoba untuk berlari, berusaha menghindar dari segerombolan iblis itu.
Namun lagi-lagi nampak usaha Kamaendra harus berakhir dengan sia-sia. Iblis-iblis itu malah nampak semakin mendekat, yang berarti Kamaendra seoalah hanya berlari di tempat saja dari tadi atau bisa disimpulkan bahwa ruangan itu terdapat penghalang agar tidak ada yang melarikan diri.
Dalam keadaan yang sangat genting ini, Kamaendra mencoba untuk tetap tenang dan berusaha mencari celah untuk bisa keluar dari situasi ini.
Kamaendra lalu mengeluarkan aura merah yang menyelimuti tubunya lalu berlari menerjang segerombolan iblis itu.
Kamaendra terus berusaha menjaga jarak dari para iblis itu dan nampak mengamati sekeliling.
Kamaendra mengamati setiap pintu yang menjadi asal iblis-iblis itu keluar dan semuanya terlihat dalam kondisi terbuka.
Namun dalam sekelebat,
Kamaendra melihat ada sebuah pintu yang masih dalam keadaan tertutup.
Ia lantas berusaha berlari menuju pintu itu, namun tiba-tiba ada salah satu Iblis yang menghadangnya lalu berteriak.
"DASAR ANAK HARAM!!!" Iblis itu menampar Kamaendra yang membuatnya terpental jatuh.
__ADS_1
Iblis-iblis lain pun berjalan makin mendekati Kamaendra yang baru saja tersungkur.
'Mungkin saja pintu itu adalah satu-satunya jalan keluar dari sini' batin Kamaendra.
Disaat Kamaendra baru saja berdiri, tiba-tiba tangannya di genggam oleh salah satu iblis dengan rupa seperti babi yang langsung melemparnya ke arah para segerombolan iblis di depannya.
Kamaednra terlempar dan ditangkap oleh segerombolan Iblis itu.
Kamaendra dicekik, dipukul, digigit dan disiksa habis-habisan oleh iblis-iblis itu.
"Aaaaarrrrgggggghhhhhhh" teriak Kamaendra meronta kesakitan.
Kamaendra nampaknya sudah mulai kehilangan kesadarannya, namun dia mencoba untuk tetap sadar dan berusaha melepaskan diri dari sekapan segerombolan iblis itu.
Kamaendra memusatkan aura merahnya di telapak kakinya lalu menjadikannya api untuk bisa meloncat terbang keatas.
Setelah berhasil meloncat terbang ke atas lagi-lagi Kamaendra diserang oleh iblis dengan berpakaian gaun putih yang kemudian mendekap Kamaendra dengan sangat kencang.
"Cuppp, cup, cupp, kamu akan aman bersama ibu anakku, hihihihi" ucap iblis itu.
"Siaaallll" Kamaendra mengeluarkan api dari tangannya lalu menghempaskan iblis itu, kemudian Kamaendra pun terjatuh.
"Anakkuuuuu" teriak iblis bergaun.
Kamaendra terjatuh dan kini nampak tubuhnya dipenuhi oleh luka.
Dalam keputusaannya, Kamaendra nampak sudah mulai pasrah akan apa yang dialaminya saat ini, tubuhnya penuh luka, kesadarannya mulai kabur.
Dalam benaknya tiba-tiba teringat kenangan indah bersama Petruk dan lainnya.
Berburu, saling melindungi, dan selalu bercanda bersama,
itulah sebuah kehidupan yang sangat indah yang ia jalani bersama paman-pamannya.
Namun Kamaendra sadar, bahwa saat ini ia sendirian, tanpa paman-pamannya yang selalu melindunginya.
"Aku tak boleh menyerah, aku pasti akan menyelamatkan kerjaan Adhinata dan aku akan kembali kepada Paman Petruk dan yang lainnya" ucap Kamaendra.
Kamaendra mencoba bangkit lalu berlari untuk menghindari serangan dari iblis-iblis itu.
Dia berlari sembari mencari pintu yang ia lihat sebelumnya.
"Disana" ucap Kamaendra sembari berlari ke arah pintu yang tertutup itu.
__ADS_1
Namun lagi-lagi dia dihadang iblis wanita yang menamparnya tadi.
"MATIIIIIII" Iblis wanita itu mencoba menampar Kamaendra.
Tetapi Kamaendra yang sudah memperkirakan hal itu, berhasil menghindar dan sedikit lagi bisa meraih gagang pintu itu.
Namun tiba-tiba badannya ditarik oleh Iblis wanita itu, yang membuatnya lagi-lagi harus terjatuh.
Kamaendra lantas berdiri namun, Iblis wanita itu melompat dan menghajar Kamaendra habis-habisan.
Kamaendra yang sudah kehilangan energinya berusaha untuk menangkis serangan itu, tetapi dari belakang dia kembali diserang oleh segerombolan iblis yang dari tadi memburunya lalu menahan badan Kamaendra.
"Mati, matii, matiii" teriak Iblis wanita itu sembari menampari muka Kamaendra.
Kamaendra yang sudah setengah sadar, nampak sudah tak bisa berbuat apa-apa selain menerima serangan dari Iblis-iblis itu.
Disisi lain kita bisa melihat Petruk yang sedang bertarung melawan Iblis Jira.
"Hahaha, Akhirnya aku mempunyai kesempatan untuk membunuhmu kali ini Pecruk" ucap Iblis Jira sembari mengayunkan tongkatnya menyerang Petruk.
"Sial dari sekian banyak Iblis kenapa harus bertemu denganmu lagi" Petruk menangkis serangan Iblis Jira lalu meloncat kebelakang.
"Hahaha, kau tidak akan bisa lari lagi, disini hanya ada satu jalan keluar, yaitu aku yang mati atau kau yang mati" Iblis Jira lalu menyerangnya dengan serangan naga api nya.
Petruk berusaha menghindar namun karena energinya sudah mulai habis, akhirnya Petruk harus sedikit terkena serangan naga api itu.
'Sial, sebenarnya sihir apa yang ia pakai, dari tadi aku merasakan kalau energiku perlahan disedot oleh sesuatu' batin Petruk.
Iblis Jira nampak tak mau menyia-nyiakan moment ini, dia berlari ke arah Petruk untuk
berusaha menghajar Petruk.
Namun dengan ketangkasannya Petruk berhasil menangkis serangan itu, lalu Petruk berbalik melayangkan sebuah serangan balasan ke arah Iblis Jira menggunakan senjata andalannya.
Iblis Jira yang menyadari itu nampak hanya terseyum dan menerima serangan Petruk itu dengan tangan kosong.
"Hahaha kau tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi Pecruk, energimu hampir terkuras habis dan malahan kini aku yang bertambah kuat, hahaha" ucap Iblis Jira.
Dalam keadaan genting seperti ini kedua Ksatria kita nampak sudah tidak ada harapan untuk selamat. Energi mereka sudah hampir terkuras habis.
Kamaendra yang masih berusaha menuju pintu keluar dan Petruk yang masih berusaha untuk mengalahkan Iblis Jira.
Akankah mereka selamat dan berhasil menyelamatkan kerajaan Adhinata?
__ADS_1
Dan mari kita lihat diepisode selanjutnya
bersambung.............