
Alam iblis terbagi menjadi lima bagian. Setiap bagian itu ditandai dengan sebuah pintu yang dapat menghubungkan antara alam manusia dan alam para iblis.
Pintu Kesatu akan menghubungkan kita dengan alam iblis yang disebut dengan alam KAMAYA, yang berisi iblis-iblis tingkat bawah yang kebanyakan dari mereka sering membuat onar dan menggoda manusia untuk berbuat kejahatan. Pintu ini penghubung antara iblis dan manusia yang menginginkan kekayaan dunia dan letak pintu ini tersebar banyak di seluruh penjuru dunia.
Pintu Kedua akan menghubungkan kita dengan alam iblis yang disebut dengan alam ANTIPATI. Pintu ini hanya bisa dijangkau oleh manusia yang mempunyai sifat seperti iblis. Iblis akan menganggapnya sebagai saudara dan dia akan membantunya menyelesaikan segala masalah, bahkan musuh yang sedang dihadapi.
Selanjutnya Pintu Ketiga hanya bisa dijangkau oleh manusia yang jiwa dan raganya sudah menjadi setengah iblis. Didalam pintu ini terdapat alam yang disebut dengan alam SATRAKALA. Berisi iblis-iblis kuat yang bahkan kekuatannya setara dengan 1000 Kesatria.
Pintu keempat akan menghubungkan kita ke alam iblis yang disebut alam LARTA. Hanya manusia yang jiwa dan raganya sudah bersatu dengan iblis lah yang bisa memasuki alam ini.
Pintu terakhir adalah sebuah alam iblis yang hanya bisa dimasuki oleh iblis yang benar-benar sejati, yang kekuatannya bisa menghancurkan sebuah negeri. Konon Raja dari semua iblis berada di pintu terakhir ini. Namun pintu ini sangat misterius keberadaannya. Bahkan seorang dewa pun mustahil untuk menemukannya.
Kembali lagi ke cerita dimana saat ini Kamaendra, Petruk dan Bagong sedang berhadapan dengan segerombolan iblis di alam Kamaya.
Iblis-iblis itu menyerang secara bersamaan, membuat Petruk harus menghadapi mereka dengan senjata andalannya.
Dengan kuda-kuda yang mapan, Petruk lalu melemparkan senjatanya ke arah segerombolan iblis itu.
"Clengg, cleenggg, cleng" satu persatu kepala dan badan iblis-iblis itu terpotong.
Petruk lalu melompat tinggi, dibarengi dengan senjata Kyai Pethelnya yang sudah kembali ke genggamannya.
"Crrriiinggggg" sinar yang terang muncul dibarengi dengan ayunan senjata Petruk yang menebas para iblis itu.
Disisi lain, Kamaendra dan Bagong saling menjaga dari serangan iblis-iblis yang menyerang mereka. Kamaendra memanah iblis-iblis itu dengan panahnya. Sedangkan Bagong berusaha sekuat tenaga, bertarung
dengan senjatanya, yang memiliki bentuk seperti celurit namun ujung pangkalnya besar.
Pertarungan mereka terus berlanjut, sampai pada akhirnya yang tersisa dari iblis-iblis itu, hanya seorang iblis dengan tanduk besar, yang mirip seperti tanduk domba. Dia lalu bertepuk tangan, lantas berkata.
"Inikah kehebatan dari seorang Pecruk Panyukilan" sembari iblis itu perlahan menghampiri mereka.
"Selamat datang di alam kami, alam yang tak seharusnya kalian para manusia berada disini dan nampaknya kehadiran kalian disini, karena terkena perangkap si Lirya" ujar Iblis itu.
Petruk dan yang lainnya hanya diam dan berjaga-jaga menunggu apabila iblis itu tiba-tiba menyerang.
"Perkenalkan namaku Gaiya. Iblis yang sebentar lagi akan menguasai alam ini" dengan tatapan yang tajam dia mengarahkan pedang besarnya kearah Petruk.
Iblis itu lantas berlari menyerang Petruk dengan Pedangnya.
"Dzziinggg" Petruk menahan serangan itu dengan senjata Kyai Pethelnya.
"Aku harus menumbangkanmu terlebih dahulu, sebelum merebut anak yang konon, memegang kontrak yang sangat berharga itu" ucap Iblis Gaiya.
__ADS_1
"Jangan berani kau menyentuh Ndoro bei ku. Kau hanya iblis kemarin sore, dan pelajaran pertama, jangan berharap kau mampu menandingiku".
Dengan kekuatan senjatanya, Petruk lantas menghempaskan Iblis Gaiya. Petruk lalu melemparkan senjata Kyai Pethelnya keatas, lalu berlari dan menendang Iblis itu. Iblis Gaiya yang sempat terpental, berusaha menangkis tendangan Petruk dengan pedangnya.
"Jeddyaaar" Namun karena tendangan Petruk yang terlalu kuat, lantas dia kembali terpental dan membentur sebuah batu besar.
Serangan Petruk tak berhenti disitu saja, disaat iblis itu mencoba untuk bangkit, tiba-tiba ada sebuah Kapak yang berputar kencang menuju kearahnya. Dia lantas menangkis serangan itu, dengan pedangnya.
"Dziiiinggg, zingg, ziingg"
Tangkisannya tak mampu membuat kapak itu berhenti berputar. Kapak itu nampak terus memberikan dorongan dan putaran yang semakinn cepat.
Disaat Iblis Gaiya sedang kesulitan menahan senjata itu, Petruk tiba-tiba muncul dari belakangnya. Hanya dengan pukulan, dia mampu menembus batu sebesar itu, dan lantas pukulannya menghantam badan Iblis Gaiya.
"Jedyaakkk," hantaman Petruk keras.
"Aaarrrghhhhh". Iblis Gaiya lalu memuntahkan darah berwarna hitam, lalu dalam keadaan terdesak dia mencoba meloncat ke atas "Wusssss".
Disaat Iblis Gaiya berhasil meloncat keatas, tiba-tiba Petruk sudah berada disampingnya. Dengan kaki yang kini mengeluarkan api, Petruk menendang Iblis Gaiya dengan keras.
"Jedyaaarrrrr" Iblis Gaiya terpental jatuh ke tanah. Dia nampak sudah tak mampu untuk berdiri. Separuh badannya pun kini terbakar.
Si Petruk lantas berdiri dihadapannya, dengan Senjata Kyai Pethel yang berada digenggamannya. Kamaendra dan Bagong, yang menyaksikan pertarungan itu, hanya bisa terdiam dan merasa kagum dengan kehebatan Petruk.
"Siiiaaallaaannnnnn" teriak Iblis Gaiya.
Yang satu perawakannya bersayap,bertanduk dan memegang sebuah tongkat yang diselimuti api. Yang satunya lagi Iblis perempuan dengan gigi yang bertaring, bermuka menyeramkan dengan sebuah tongkat sihir digenggamannya.
Kedua Iblis itupun kini menginjakan kaki mereka di tanah. Nampak sepintas dari penampilannya, iblis perempuan itu mirip dengan wanita penyihir yang menyeret mereka masuk kedalam alam Kamaya.
"Akhirnya kita berjumpa lagi Kamaendra, hahaha" ucap Iblis Lirya.
Sang iblis bersayap itu, melihat kearah Petruk kemudian berkata,
"Kau begitu ceroboh Gaiya, aku hanya menyuruhmu untuk mengawasi mereka, bukan menyerang mereka. Jelas saja kau kalah, karena kau bukan tandingannya "
Dia lantas mengangkat tangannya, membuka jari-jarinya dengan lebar, lalu, mengayunkan serangan ke arah Petruk. Ayunannya itu menghasilkan sebuah serangan angin yang sangat kuat.
"Wuuuusshhhh" Petruk menghindari serangan itu dengan meloncat mundur kebelakang.
"Hahaha, akhirnya, setelah sekian lama, kini aku bisa membalaskan dendamku. Kuharap, kau tak melupakan pertarungan kita dimasa lalu, Pecruk Panyukilan" ujar Iblis itu.
"Masa lalu maupun masa sekarang, hasilnya akan tetap sama. Jangan paksakan keberuntunganmu Jira" ucap Petruk dengan tegas.
"Hahaha, mendengar ucapanmu, aku jadi bersemangat. Bersiaplah dan aku harap gertakanmu itu bukan cuma omong kosong, hahahaha". timbal Iblis Jira.
__ADS_1
Ibliss Jira pun meraung kerass tanda dia siap untuk bertempur,
"Groaaarrr, aaarrrghhhhhhhhh"
Iblis Jira pun lalu mengangkat tongkatnya dan kemudian memutar-mutarnya. Didalam putaran dan kobaran api itu, keluar sebuah serangan naga api yang kini berhembus cepat menyerang kearah Petruk.
"Grooaaarrr".
"Wwwuuuusshhh".
Petruk menghadapi serangan itu dengan sebuah tebasan yang dia arahkan ke serangan naga api itu.
"Jedyaarrrr" Suara ledakan terdengar cukup keras.
"Gunakan perisaimu, lindungi ndoro bei kita Gong" perintah Petruk kepada Bagong.
Setelah mendengar perintah dari Petruk,Bagong lalu mengacungkan jari telunjuknya dan mulai membuat perisai yang mengelilingi dirinya dan Kamaendra.
Iblis Lirya yang melihat itu lantas terbang dan berusaha menyerang Kamaendra dan Bagong. Tapi tiba-tiba Petruk berada dihadapannya . Petruk mengepalkan tangannya berniat untuk menghajar muka Iblis Lirya. Tapi sebelum itu terjadi, tubuh Petruk terkena tendangan yang sangat keras dari Iblis Jira.
"Jedyaakkk" Petruk terpental.
Namun dia berusaha menjaga keseimbangannya, untuk tidak tersungkur ke tanah.
Iblis Jira tiba-tiba berdiri dihadapannya lalu berkata,
"Jangan alihkan perhatianmu, lawanmu adalah aku".
Petruk lantas berdiri tegak, setelah itu dia membuka telapak tangannya, menarik senjatanya yang terjatuh saat dia terhempas
.
"Zleebbbbb" dengan seketika senjata Kyai Pethel itu kini berada di genggaman tangan Petruk.
"Kalau kau sampai menyentuh Ndoro bei ku, kali ini aku takkan mengampunimu Jira" ancam Petruk.
"Hahaha, itukah ancamanmu? hanya karena seorang anak kecil, kini kau merasa hebat dan merasa mampu mengalahkanku" ucap Iblis Jira sembari mengangkat kedua tangannya.
"Crrriiingg" Petruk mengayunkan senjatanya.
"Jleebb" Iblis Jira menangkap serangan itu hanya dengan tangan kosong.
"Kau terlalu meremehkanku Pecruk. Aku sudah berbeda dari terakhir kali kita bertemu. Tubuhku ini sekarang, dipenuhi oleh jiwa-jiwa manusia yang menginginkan kekayaan dariku. Rasanya sangat lezat dan mampu membangkitkan kekuatanku" ujar Iblis itu dengan tatapan yang tajam.
Disaat keadaan mulai genting, tiba-tiba terdengar suara Pintu pembatas alam Manusia dan alam Iblis itu terbuka.
__ADS_1
"Creekk, creekkk"
Dan bersambung......