
Dipagi hari yang cerah, nampak keluarga itu baru selesai dengan sarapan pagi mereka. Hidangannya sederhana, hanya singkong yg direbus matang dan olahan sayur singkong dengan racikan bumbu yang pas oleh si Petruk.
Setelah mencuci tangan dan membereskan alat makan, mereka lalu berpamitan kepada romo mereka, meminta restu sekaligus doa agar pemburuan hari ini mendapatkan hasil dan terhindar dari bahaya. Tak terkecualipun anak kecil itu, dia mencium tangan semar selayaknya adap anak kepada orang tua.
Si Semar lalu mencium kening mereka satu persatu. Suatu kebiasaan yang sering dilakukannya saat putra-putra nya pamit pergi untuk mencari makan ke hutan.
Mereka mengambil peralatan berburu mereka masing-masing, kecuali si Gareng yang hari ini dia mendapatkan tugas mencari rumput untuk makanan kambing-kambing mereka.
Dengan iringan doa dan lambaian tangan si Semar mereka pun berangkat.
Diperjalanan, Bagong sepintas merasa ada yang memperhatikan mereka, dia lantas mempercepat jalannya agar tidak tertinggal.
"Truk-truk" panggil bagong.
"Iya ada apa gong?" jawab si petruk.
"Ini kita serius mau ke Goa yang dimaksud Gareng kemaren?" tanya bagong.
"Ya iya, kan tadi aku sudah jelasin. Ditambah, Raden juga yang meminta kita berburu kesana, iya kan Raden?" tanya Petruk.
"Iya paman Bagong, aku masih penasaran rusa sebesar apa yang diceritakan paman Gareng kemaren" jawab anak itu.
"Anuu, maaf Raden ndoro, hanya saja firasat saya ada yang memperhatikan kita dari tadi" ujar Bagong dengan ekspresi ketakutan.
"Sudah tenang, lagipula ada aku disini" ucap Petruk.
Sebelum sampai ke Goa yang mereka tuju, tiba-tiba nampak seekor rusa yang mereka cari berlari melewati mereka.
"Wahhh itu rusa nya raden" ujar petruk sembari menunjuk arah berlari rusa itu.
"Wahh sepertinya benar itu adalah rusa yang dimaksud paman Gareng kemaren" jawab anak itu.
"Sabar kita jangan gegabah mengejarnya, sekarang kita ikuti jejak kakinya dulu, kita lihat sampai mana dia nanti" perintah Petruk.
__ADS_1
Anak itu dan bagong mengangguk setuju. Mereka perlahan mengikuti jejak rusa tersebut, sampai pada akhirnya mereka menemukan Rusa yang dicari sedang meminum air dipinggir sungai dekat Goa.
Petruk memberi isyarat untuk bersiap.
Anak itu lalu mengangkat busur panahnya sembari mengambil anak panahnya.
"Ingat den, tenang, atur nafasmu dan mulailah membidik" perintah Petruk.
Anak itu segera melaksanakan apa yang diperintahkan Petruk padanya. Sedangkan si Bagong nampak tegang, dan takut lalu dia menutup kedua matanya dengan tangannya .
Rusa itu nampak sangat menikmati minumannya, dan disaat itulah anak itu melepaskan anak panahnya
"Wuuuuusssssss" segesit angin anak panah itu melesat.
Tapi kejadian aneh pun dimulai dari sini.
Anak panah itu terpental sebelum mengenai badan si Rusa, seolah ada penghalang yang melindungi Rusa tersebut. Mereka kaget bukan kepala melihat apa yang barusan terjadi, kecuali si Bagong yang masih dalam keadaan mata tertutup dia panik.
"Ada apaa truk, ada apa raden, duh demit jangan kau makan aku, aku hanya ikut-ikut si Petruk ini mit demit" teriak Bagong ketakutan, badannya gemetaran.
Karena teriakan bagong yang cukup keras Rusa itupun segera melihat kearah mereka.
Anak itu kaget melihat reaksi rusa itu, dan dia bergegas lari mengejarnya.
"Radennn jangan kesana" teriak Petruk.
"Gong ayo gong raden gong" sambil menepuk-nepuk pundak Bagong. Setelah bagong membuka mata nya Petruk menariknya lari mengejar ndoro bei mereka.
Di dalam gua terlihat nampak lilin-lilin menyala, seakan menunjukan jalan kepada anak itu. Semakin dalam dia melangkah, tanpa sadar lilin yang baru dilewatinya langsung padam, seakan mengisyaratkan, bahwa tidak ada jalan untuk kembali.
Sampai akhirnya anak itu sampai diujung goa yang nampak sebuah pintu yang sangat tinggi dan lebar. Di depannya terlihat seorang wanita cantik bergaun hitam dengan sebuah lilin yang dipegangnya. Anak itu pun menghampirinya dan tanpa sadar lilin yang menyala saat itu tersisa satu.
"Siapa kamu" tanya anak itu.
"Aku?" sambil membalikan badan wanita itu lanjut berkata.
__ADS_1
"Akulah orang yang akan menuntunmu untuk menjadi penguasa di dunia ini, wahai KAMAENDRA" jawab wanita itu sembari menunduk kan kepalanya didepan bocah itu.
"Bagaimana kamu bisa tau namaku?" tanya anak itu bingung.
"Sepuluh tahun yang lalu, ada seorang bayi lahir disaat sebuah kerajaan runtuh akibat menentang perintah untuk tunduk kepada sang MALAPETAKA, hahaha" ujar wanita itu sembari mengangkat satu tangan nya keatas.
"Bayi itu terlahir dengan sebuah kontrak yang akan dia bawa sampai ajalnya, hahahaha. Tapi sang Malapetaka yang malang, menjadi korban dari kontrak tersebut, hiikss, hiiikkss" wanita itu tiba-tiba menangis.
"Dan bayi itupun sekarang berada dihadapanku" sambil memegang gemas pipi Kamaendra.
"Sekarang, mana kontrakmu bocah kecil yang manis, aku berjanji tidak akan menyakitimu dan ini akan berlangsung dengan cepat tanpa rasa sakit sedikitpun" sambil menyium kening Kamaendra.
Kamaendra yang terganggu menepis tangan wanita itu dan mengarahkan panah nya kemuka wanita itu.
"Haa kamu marah? Aduh aduh aku tidak bermaksud membuatmu marah anak manis" sambil mengangkat kedua tangan nya seperti menyerah.
Kamaendra lalu melepaskan anak panahnya. Tapi keanehan terulang kembali, anak panahnya terpental sebelum menyentuh kulit wanita itu.
"Sialan ternyata kamu Rusa yang tadi" ujar Kamaendra kesal.
"Hahaha, aku bisa menjadi apapun yang aku mau dasar bocah, hahaha"
Wanita itu pun lalu berubah wujud menjadi seperti Rusa, lalu dia berubah lagi menjadi Gareng dan menirukan cara jalan gareng yang pincang. Setelah itu dia berubah lagi kewujud aslinya.
"Aku sudah tau semua tentang dirimu, bahkan tentang paman-pamanmu yang berada di hutan ini" ucap wanita itu mengancam.
"Jangan pernah kau menyentuh paman-pamanku" jawab Kamaendra.
"Ohh baiklah, kau sepertinya bukan tipe anak yang bisa kuajak hanya dengan ciuman di kening. Lihatlah dibelakang ku ini ada sebuah pintu besar yang akan membawa kita ke alam lain, kau akan ikut dengan ku dan menyerahkan kontrakmu, hahahaha"
Wanita itu lalu merapalkan sebuah mantra dan pintu itu pun terbuka dengan sendirinya.
Dia lalu memegang tangan Kamaendra lalu menyeretnya untuk masuk kedalamnya.
Tapi tiba tiba............
__ADS_1
"wWwuuuuussssss..........
Bersambung