
!!KABAR TERBARU!!
Telah ditemukan seorang mayat wanita ditengah hutan dengan keadaan tubuhnya yang sudah terpotong-potong, dan beberapa organnya hilang. Diduga kematian ini akibat pembunuhan! bagaimana kabar selengkapnya, silakan baca disini.
Akhir-akhir ini kota Wendlyn tengah dalam ancaman seorang pembunuh, sudah banyak orang yang menjadi korbannya, dan kebanyakan langsung tewas. Walaupun tak tewas mereka juga akan hilang ingatan saat ditanya ciri-ciri pembunuhnya.
Seluruh warga was-was akan hal tersebut, pemerintah sudah menerapkan sistem ketat untuk akses kehutan agar tak memakan korban lagi. Orang tuaku bahkan sangat waspada dan menjadi sangat ketat terhadap diriku. Bahkan aku ingin sekali mengungkap kasus pembunuhan berantai yang sama sekali masih belum memiliki titik terang. Apakah pembunuh itu juga seorang kanibal yang membuat beberapa organ dari korbannya hilang, atau karena... ia ingin menjual organ-organ tersebut? entahlah.
Saat korban di identifikasi sama sekali tak ada bekas sidik jari dari pelaku, atau ciri-ciri sama sekali. Benar-benar membuat polisi sulit untuk mencari titik terang dari pembunuhan tersebut. Mungkin memang cita-cita ku bukan menjadi seorang anggota forensik atau bahkan polisi, namun kasus ini sangat menarik perhatianku untuk ikut mencari tahu kebenarannya.
Wendlyn kota terpencil apakah menjadi target dari pembunuh itu agar dapat menguasai kota ini? entahlah, bisa ada kemungkinan yang seperti itu.
Sebelumnya perkenalkan nama ku Leonavyn Axvizer. Axvizer adalah nama keluarga ku. Kalian bisa memanggilku Leonavyn, harus lengkap. Aku sangat sebal jika ada seseorang yang menyebut namaku tak lengkap, seperti hanya Leo, atau Navyn. Aku memiliki 2 orang kakak laki-laki bernama Fraxinavezar Axvizer, Lexozarvoe Axvizer. Sejujurnya kami adalah seorang keluarga yang memiliki kekuatan masing-masing, tetapi aku merasa tidak memiliki keahlian yang seharusnya dimiliki oleh masing-masing anggota keluargaku, namun kata ibu ku mungkin saja aku tak bisa menggunakannya, atau memang belum bisa aktif untuk bisa digunakan.
Namun walau aku sedikit berbeda dari keluargaku, aku tak terlalu memperdulikan hal tersebut. Mungkin memang inilah diriku, lebih unik dari orang tuaku dan juga kakak laki-lakiku, bahkan banyak yang mengatakan bahwa bisa saja aku anak angkat mereka. Namun bagaimanapun itu aku yakin pasti keluarga ku adalah keluarga kandung ku, tidak akan mungkin nama ku terdapat nama Axvizer jika aku bukan anak mereka.
__ADS_1
...****************...
Kini aku terduduk dibangku kelasku seraya menulis sesuatu diatas lembaran kertas dari buku binder kesayangan ku. Aku datang terlalu pagi makanya dikelas masih sepi, baru 1 atau 2 anak saja yang ada disini, termasuk aku. Mereka asik mengobrol bersama, dan menggosipkan sesuatu, sedikit-sedikit terkadang aku juga menguping pembicaraan mereka.
Salah satu dari mereka tengah membahas seorang siswa baru yang akan bersekolah disekolah ku ini. Dan katanya laki-laki, mereka nampak antusias akan kedatangan siswa itu, terutama kaum hawa dikelas ku. Entahlah, aku sangat tak tertarik dengan hal-hal tersebut, bahkan aku sangat membenci yang namanya jatuh cinta, karena menurutku jatuh cinta dapat membuatku gila memikirkan seseorang yang aku cintai dan tak fokus dalam menjalani hari-hari ku dan waktu yang sangat berharga ini.
Waktu berjalan cukup cepat, tak terasa murid-murid sudah mulai banyak yang berdatangan kesekolah untuk menempuh pendidikan. Jujur saja rasanya aku engap dengan keramaian yang ada dikelas ini, terdapat 30 siswa yang sama sekali tak bisa diam, membuatku ingin membunuh mereka satu persatu, mencabik-cabik mereka hingga dapat ku berikan ke anjing kesayanganku yang bernama Hego.
Seorang laki-laki yang menurutku sangat asing dimata ku pun datang dengan lagaknya yang nampak tak enak dipandang. Ia duduk disamping ku tanpa permisi. Apakah dia tak pernah diajarkan tatakrama oleh orangtuanya? ah! sungguh menyebalkan.
aku menghela nafas, lalu memberhentikan aktivitas ku. Mengalihkan fokus ku kepadanya untuk mengajaknya bersosialisasi dengan anak-anak kelasku. Jika bukan aku yang ditunjuk sebagai ketua kelas aku juga tak akan mau melakukan hal ini. Bersosialisasi dan mengakrabkan diri dengan seseorang yang lagaknya sangat membuatku sebal.
"Halo, perkenalkan aku Leonavyn Axvizer. Aku ketua kelas, kelas ini. Kamu siswa baru?" tanyaku selembut mungkin agar bisa memberikan first impression yang baik kepada laki-laki itu.
"Xavier Abrahams" singkat padat dan menyakitkan. Walaupun ia membalas jabatan tanganku namun jawabannya sangat menusuk hati dan tak enak untuk didengar. Kenapa harus ada seseorang yang seperti ini? maksudku hargailah sedikit orang yang mengajaknya bicara!
__ADS_1
Tatapanku sudah berbeda dengan dirinya, dan feeling ku juga tak enak dengannya. Seperti ada sesuatu rahasia yang di umpatkannya. Hawa yang tak enak sangat terasa tajam di diriku.
Tak lama dari situ bel berbunyi dan guru-guru mulai masuk ke dalam kelasnya masing-masing. Bu Ves adalah wali kelas, kelasku. Cantik, baik hati, dan murah nilai, dimata pelajarannya kita selalu mendapatkan tinggi, tak hanya kepada anak murid kelasnya namun ke anak murid lainnya pun juga.
Bu Ves kini berdiri didepan papan tulis, dengan tersenyum menandakan dirinya siap menjalani hari-harinya bersama kami semua dengan bahagia. "Selamat pagi anak-anak, bagaimana kabar kalian setelah hampir 3 Minggu kalian liburan? ibu harap baik-baik saja. Sebelumnya kita kedatangan murid siswa baru. Silakan maju dan perkenalkan dirimu, Xavier" ucap Bu Ves yang kini tatapannya berfokus pada laki-laki yang berdiri di sampingku.
Xavier pun beranjak dari bangkunya untuk maju kedepan. Laki-laki itu berdeham sebelum akhirnya mulai memperkenalkan dirinya dihadapan murid kelasku. "Halo semuanya, perkenalkan aku Xavier Abrahams, kalian bisa panggil aku Xavier, terimakasih" lagi-lagi singkat padat dan tak jelas, bahkan asalnya saja tak ditunjukkan.
"Sudah itu saja? Asal kamu tidak?" tanya Bu Ves.
"Pribadi." jawabnya singkat. Ya tak apa sih, namun sedikit ada yang janggal saja di diriku.
"yasudah, silakan balik ke kursi kamu, ibu akan memulai hari Senin di semester dua ini dengan sebuah kejutan kecil untuk kalian semua"
Disaat siswi-siswi lain berfokus dengan wajahnya yang menurut mereka sangat tampan, aku hanya berfokus dengan cara jalannya yang kata ku sedikit unik.
__ADS_1
Laki-laki itu kembali duduk di bangkunya lalu fokus kembali dengan kesibukan sebelumnya. Apakah memang dia tipe seseorang yang pendiam atau memang dia irit bicara?