MISTERI ALAS KEDAUNG

MISTERI ALAS KEDAUNG
kembali desa


__ADS_3

Setelah melewati perjalanan yang menegangkan akhirnya, kami sampai di desa dan beristirahat namun anak yang bersama kami rupanya masih penasaran dengan Alas Kedaung.


Teman Anto bernama Aris nekat membawa kamera, untuk membuat video cerita horror di Alas Kedaung untuk di pamerkan temennya ketika pulang kota nanti.


Dia lalu menyalakan kamera dan berusaha mendekati kabut yang nampak di depannya, penampakan kuntilanak tadi sangat jelas dan dia ingin merekamnya.


Bulu kuduk nya mulai berdiri begitu dia melewati kabut, namun dia hanya beranggapan udara dingin karena kabut dan hujan sehingga bulu kuduk nya berdiri.


Dia tidak menyadari kuntilanak sudah berdiri di belakangnya sambil menyeringai, dia senang mendapat mangsa buat menemani dirinya di Alas Kedaung ini.


"Hihihihi.. "suara cekikikan dibelakang nya membuat Aris menoleh.


"aaa



"Hiya ...ahhhh Aris menjerit ketakutan ketika melihat kebelakang dan matanya bentrok dengan mata kuntilanak yang sedang menatap dirinya di balik rambutnya yang panjang itu.


__ADS_1


Di bawah kakinya ada tangan yang ingin menangkapnya sambil ngesot, hantu itu mengejarnya yang sedang berlari ketakutan.



Di depannya juga ada hantu yang bermata putih dan menyeringai kepadanya, Aris sampai terkencing di celana tanpa sadar saking ketakutan nya melihat hantu.



Di dekat Alas Kedaung ada bangunan tidak terpakai , ketika dia ingin bersembunyi di sana ternyata hantu itu mengikuti dirinya sambil tangannya terjulur ke depan.




Sementara di depan nya juga menunggu kuntilanak yang terduduk menatap dirinya, walaupun rekaman videonya masih menyala dia sudah hampir mati karena takut.


Aris menyesal karena demi video horor dia menguji nyali di tempat ini, bagaimana kalau dia mati di sini bahkan jumlah penghasilan dari videonya tidak bisa membeli peti matinya.


"Aris...", teriak Anto .

__ADS_1


Suara Anto di kejauhan membuatnya lega seakan ada malaikat yang menyelamatkan nyawanya, dia segera menyahut dan keluar dari bangunan tua yang liar itu.


" Anto aku di sini ", balasnya.


Anto mendekati Aris dan hidungnya mencium bau pesing dari celana Aris, membuat dia langsung menutup hidung dengan jarinya.


" Kau ngompol Ris? ", tanyanya.


" Hehe iya.. ", jawab Aris sambil menggaruk kepalanya.


" Tadi aku bertemu kuntilanak dan hantu yang sangat banyak membuatku ketakutan sampai mau mati, bahkan mereka juga mengikuti aku sampai ke rumah ini" balasnya.


"Makanya Ris jangan keluar sendirian malam-malam, biasa penduduk desa ini selepas magrib sudah pada tidur ngapain loe malah kemari? ", tanya Anto.


" Untung tadi aku pergi kamarmu dan kau tidak di sana, aku khawatir jadi langsung mencarimu. Kau ini ada aja uji nyali sendirian lagi kalau ada apa-apa bagaimana nanti laporan sama orang tuamu ", kata Anto kesal.


" Ya aku sudah tidak berani lagi pengalaman tadi sudah cukup membuat aku ketakutan, dan tidak akan mengulanginya lagi cari mati namanya", balas Aris.


"Ya sudah ayo balik ganti baju dan mandi, jadikan hari ini pelajaran jangan menantang apalagi uji nyali sama hantu di sini nanti bisa-bisa kau jadi teman mereka di tempat ini", jawab Anto.

__ADS_1


Mereka berjalan menuju desa dengan membawa obor sebagai penerang, sementara di kegelapan malam kuntilanak memandang kepergian mereka sambil menyeringai tajam.


__ADS_2