
"Nini.. kenapa kau menyalakan lampu sangat panas? ",tanyanya.
" Tidak biasanya lampu di matikan.. ", kata nenekku .
Udara kamar semakin dingin membuat bulu kuduk nenek berdiri semua, dan firasat sudah tidak enak, sehingga diam-diam merapal doa mengusir setan yang dia ingat.
Nenek komat kamit berdoa ajaran kakek sambil memandang wajah kakek dengan teliti , dan menemukan keanehan juga tangannya yang lurus tidak bisa di tekuk membuatnya semakin curiga bahwa yang bersamanya adalah Genderuwo yang sedang menyamar menjadi kakekku.
"Wooiii Mbah Kliwon jangan ganggu karena aku tahu kau bukan suamiku", seru nenek sambil mengingat hari pasaran sore itu..
Menyadari kalau aksinya ketauan Genderuwo itu kemudian langsung menghilang, sehingga nenekku selamat dari Genderuwo yang suka mesum itu.
Nenekku bernafas dengan lega dan menepuk dadanya.. untung dia mengingat ciri-ciri Genderuwo sehingga selamat dari nafsu setan itu karena sejak awal firasatnya sudah tidak enak.
Suka kegelapan, tangan tidak bisa di tekuk antara hidung dan bibir tidak ada cekungan, semua ciri Genderuwo ada semua sehingga nenek langsung sadar dan tidak terperdaya.
__ADS_1
Akhirnya malam itu setelah sholat malam, nenek tidur dengan lelap karena yakin setan itu tidak berani mengganggunya lagi setelah ketahuan oleh nenek.
Sementara itu Genderuwo yang belum puas mengincar mangsanya, kebetulan dia melewati rumah tetangga nenek yang suaminya baru saja keluar dari rumah dan melewati pohon bambu yang dia huni.
Genderuwo segera menyamar menjadi suami tetangga nenek yang bernama Astutik dan mengetok pintu, tidak berapa lama Astutik membuka pintu rumah dan terkejut melihat suaminya kembali lagi.
"Loh Bang.. kok balik tidak jadi pergi? ", tanyanya.
" Tidak jadi Dik.. Abang capek dan tidak enak badan", sahutnya langsung menuju kamar.
Dia segera menyusul rebahan namun langsung di sergap oleh suaminya, " minta jatah Dik.. ", bisiknya.
" Loh katanya lelah Bang...? ", tanyanya.
Namun suaminya tiba-tiba energik dan memeluk serta menciumnya dengan agak kasar beda seperti biasanya, namun Astutik menikmatinya karena pikirnya mungkin suaminya lagi tidak bisa menahan nafsunya.
__ADS_1
Di balik perlakuan dan cumbuan suaminya yang energik entah berapa ronde mereka bergumul, seakan tidak ada lelahnya dan membuatnya terkapar kelelahan keheranan dengan stamina suaminya.
Apa Abang jangan-jangan habis minum jamu sehingga dia kuat begitu.. pikirnya keheranan. Namun karena ngantuk dan capek dia pun tertidur lelap sampai pagi.
Bangun tidur tempat sebelahnya kosong dan heran tidak menemukan suaminya " tumben Abang tidak bangun siang", pikirnya aneh dengan tingkah laku suaminya.
"Abang di mana.. ", panggilnya .
Tetapi tidak ada sahutan dan berfikir mungkin lagi ke ladang memanen jagung yang sudah siap panen, sehingga dia pun menyiapkan sarapan buat suaminya tanpa memikirkan kejadian semalam.
Astutik tidak sadar bahwa yang meniduri nya dan bercumbu dengannya semalam adalah Genderuwo yang menyamar sebagai suaminya dan menikmati percintaan dengan setan itu.
Tanpa berfikir akibatnya suatu nanti mengandung anak Genderuwo tersebut, dia sudah melupakan peristiwa itu dan melanjutkan hari seperti biasa dan berlalu sampai sore hari.
Sewaktu suaminya pulang sore itu pun dia tidak heran , karena mengira suaminya mungkin dari ladang jagung padahal baru pulang dari acara dinas yang diikutinya.
__ADS_1