
Aris yang sudah sampai desa bersama dengan Anto segera mandi untuk membersihkan dirinya, meskipun udara sangat dingin badannya sudah kotor dan bau karena ngompol tadi.
Dia cepat-cepat mandi lalu masuk kamar dan menarik selimut, menutup semua badannya yang menggigil kedinginan.
Dia masih teringat pandangan matanya ketika bertatapan dengan kuntilanak tadi, melihat matanya yang melotot dia bergidik dan teringat ketika memejamkan matanya membuat tidak bisa tidur.
Sementara itu di jendela terlihat ada sesosok putih melayang mendekati kamar itu, Aris yang masih melamun pikiran kosong langsung di rasuki sesosok putih dan tiba-tiba tertawa sendiri.
"Hihihihi. .... "
Suara cekikikan tawa yang terdengar dari kamar Aris membuat Anto merinding, dia segera memanggil abahnya untuk memeriksa keadaan Aris temennya itu.
"Tok.. tok... "
"Siapa? " tanya suara dari dalam kamar yang tertutup.
"Anto abah.. " jawab Anto.
"Masuk le.. " balas abahnya.
__ADS_1
" Kenapa cari abah malam -malam le bukane mau tidur? ", tanya abahnya heran.
" Abah Anto mendengar suara cekikikan aneh dari kamar Aris, Anto takut melihat sendiri jadi ingin abah menemani" jawab Anto.
"Ayo kita lihat apa yang sedang terjadi? " ajak abahnya mendengar cerita Anto.
Mereka berjalan menuju kamar Aris dan suara cekikikan makin jelas terdengar, abah Anto langsung membuka pintu kamar Aris dengan kunci cadangan.
"Siapa kau berani mengganggu tamu ku? " seru abah Anto.
"Dia sudah berani mengganggu wilayahku lebih dulu, jadi aku ingin menjadikan dia penghuni juga hihihi... " seru kuntilanak yang memasuki badan Aris.
"Tidak aku menyukai dirinya" kuntilanak itu sudah marah.
Tangannya berusaha mencakar abah Anto, abah Anto langsung membaca doa ayat suci dengan tenang.
Kuntilanak mulai kepanasan, dia berteriak memohon agar tidak melanjutkan doa lagi.
"Berhenti... hentikan... panas.. tidak... " teriaknya menutup telinga.
__ADS_1
Akhirnya Aris yang kerasukan terjatuh lemas di lantai, kuntilanak itu terbang melayang pergi meninggalkan kamar itu.
Anto meletakkan tubuh Aris ke atas tempat tidur, dan menyelimuti badannya yang sudah pingsan.
"Sudah lebih baik kau kembalilah ke kamarmu untuk beristirahat, biar abah yang menemani tidur di sini", kata abahnya.
" Baik abah" Anto mencium tangan abahnya dan pergi menuju kamarnya sendiri.
Setelah Anto pergi abahnya mendoakan Aris dari atas kepala sampai ujung kaki, lalu menyelimuti dan dia ikut tidur di sebelahnya.
Anto yang teringat Aris sewaktu kerasukan kuntilanak itu, melihat mata yang melotot dan ingin mencakar abahnya menutup matanya ketakutan dan membaca doa sebelum tidur.
Dia berdoa agar tidak kerasukan seperti Aris, yang diikuti kuntilanak sejak tadi ternyata untung Anto peka dan memanggil abahnya kalau tidak entah bagaimana nasib Aris.
Makanya Ris jangan berbuat aneh-aneh demi followers hantu di rekam, sekarang nyawa terancam lebih bahaya dari pada hasil konten yang dibuat.
Dia menggelengkan kepalanya teringat Aris yang nekat, untung dia mencarinya dan masih memikirkan Aris kalau tidak mungkin hantu itu sudah membawanya pergi dari kamar untuk menjadikan dia tumbal penunggu Alas Kedaung yang baru.
Anto harus memperingatkan teman yang lain agar belajar dari kasus Aris dan tidak sembarangan bertindak yang akan mencelakai diri sendiri ataupun orang lain nantinya.
__ADS_1
Anto akhirnya bisa tertidur lelap menjelang dini hari dan dia bangun dengan kondisi mengantuk karena tidur sudah larut malam menjelang pagi.