MISTERI ALAS KEDAUNG

MISTERI ALAS KEDAUNG
Muntah


__ADS_3

Melihat cacing dan ulat itu perutku langsung mual dan muntah- muntah, apalagi mereka yang makan langsung memuntahkan semua yang mereka makan sampai keringat bercucuran.


Lek Nina memberi minum lalu setelah mereka membaik langsung beristirahat sebentar lalu mulai mengambil jagung yang sudah siap di panen.


Daun jagung beserta tangkai dahan sudah diikat jadi satu untuk makanan sapi dan kambing, jagung muda sudah masuk keranjang ku dan jagung tua masuk keranjang buat di pikul suami Lek Nina.


Matahari sudah mulai muncul terang pagi menjelang, sudah mulai banyak orang berlalu lalang dan mulai terlihat kesibukan juga orang yang memanen jagung seperti kami.


Suami Lek Nina mengumpulkan ranting kering dan mulai membuat api unggun, lalu setelah api jadi mulai membakar jagung muda untuk kami makan bersama.


Jagung yang sudah matang rasanya manis sungguh berbeda dengan jagung yang dibeli di kota, tidak terlalu manis mungkin karena sudah tidak segar seperti baru panen dari tanah.


Kami makan jagung dengan lahap dan setelah kenyang, mulai mengambil kacang tanah yang ada di bawah tanaman jagung dan mengikat rapi lalu sebagian juga dibakar buat camilan dijalan.

__ADS_1


Kacang juga manis dan aku senang bisa bantu memanen juga menikmati langsung hasil panen yang jarang kegiatan ini di temui di kota ku karena kota padat penduduk dan udara penuh polusi.


Di sini udara sangat segar dan tidak perlu AC sudah dingin, kaki juga berjalan jadi seperti olahraga ringan tidak terasa pegal biar jalan lumayan jauh.


Kami mampir di sungai menyegarkan diri dan menangkap beberapa ikan yang berkeliaran di sekitar situ serta udang dan beberapa kepiting berhasil di tangkap dari balik batu.


Senangnya hidup di desa makanan tidak perlu pusing biar tidak punya uang, jagung bisa buat nasi lauk sayur tinggal petik dan ikan tinggal tangkap hehe..


Lek Nina memetik daun singkong, genjer kembang turi serta daun ubi dan kangkung, sementara suaminya memotong bambu mencari rebung. Biasa habis hujan banyak rebung bermunculan, dan suaminya sudah membawa lumayan banyak di tangannya.


" Nek ini mau di cuci? ", tanyaku sambil membersihkan sayuran buat di makan sama sambal nanti rencana jadi lalapan.


"Ya nduk .. ", balas nenekku.

__ADS_1


Lek Nina lagi membuat sambal dan memasak nasi jagung, sementara anaknya bantu potong dan bersihkan hasil tangkapan sungai tadi.


" Apa ada hal terjadi sewaktu lewat Alas tadi nduk? ", tanya nenek takut terjadi apa-apa pada cucunya.


" Aman nek .. ", kataku sambil bercerita peristiwa tadi lumayan seru itu tanpa rasa takut.


" Syukurlah ingat saja klo lewat minta ijin juga berdoa sama Gusti Allah pasti di lindungi", kata nenek.


"Ya nek.. ", sahutku.


Setelah kejadian tadi bisa jadi pelajaran bagi pemilik mobil agar tidak sembarangan percaya, kalau ada pasar di hutan apalagi membeli sesuatu.


Karena pasti tipuan setan yang menipu mata kita agar kita terperdaya hasutan mereka, dan menjadi pengikut mereka dan menemani mereka nanti di Alas Kedaung yang angker itu.

__ADS_1


Alas itu juga memakan banyak korban di daerah tersebut, karena mereka banyak tidak tahu penghuni di sana benar-benar ada dan mengintai korban mencari mangsa bisa mereka korbankan agar jadi teman mereka tinggal.


__ADS_2