
Setelah pemakaman pak Santo keranda yang membawa mayatnya, mulai diletakkan di tempat semula dan tong berisi air buat mandikan jenazah juga di tutup rapat.
Setelah 3 hari kepergian pak Santo keluarganya menggelar acara tahlilan, mengundang para tamu untuk yasinan dan berdoa bagi almarhum agar tenang di alamnya.
Namun ada kejadian aneh saat acara membaca surat yasin, sesosok hantu pocong terlihat di jendela memandang sedih keluarganya yang dia tinggalkan.
Karena meninggal secara tidak wajar arwah pak Santo menjadi hantu, karena tidak di terima di alamnya.
Dia menuntut balas orang yang menyantet dirinya dan ingin mereka seperti dirinya juga, menemani dirinya di alam ini menjadi hantu gentayangan karena tidak di terima oleh langit.
Hantu itu melayang pergi menuju rumah belakang tetangganya yang menyantet dirinya semasa hidup, nampak tetangganya itu senang karena orang yang dia benci meninggal pada akhirnya.
__ADS_1
Tetangga pak Santo itu asyik merokok di saat semua warga sedang membaca yasin , mendoakan arwah almarhum pak Santo yang meninggal 3 hari lalu.
Api rokok tiba-tiba padam dan udara dingin menusuk tulang, bulu kuduk berdiri dan tengkuknya terasa sakit seperti ada yang menekan bahunya.
Ketika terdengar suara tawa seram di balik tubuhnya dia menoleh ,dan melihat hantu pocong yang menyeringai dan mencekik lehernya pria itu tidak bisa bergerak dan hanya bisa pasrah melihat ajalnya menjemput.
Akhirnya tetangga itu mati dengan tidak wajar matanya melotot ,lidahnya menjulur, keesokan paginya semua kaget menemukan mayat pria itu serta bertanya-tanya siapa yang membunuhnya.
Namun dugaan mereka mati bunuh diri karena tidak ada tanda kerusakan, serta tangan pria itu berada dalam posisi mencekik leher sendiri mungkin dia putus asa sehingga mengambil jalan pintas.
Mereka semua tetangga dekat bergantian datang memberi bela sungkawa berupa beras, gula dan lainnya, keluarga ini termasuk tidak mampu sehingga para warga berusaha meringankan beban keluarga ini.
__ADS_1
Banyak yang datang membawa kebutuhan pokok dan keperluan sehari-hari seperti sabun, ada juga memberi uang dan para lelaki membantu menyiapkan tenda dan kursi sedang para wanita memasak buat tahlilan.
Mereka saling bekerjasama tanpa memandang miskin dan kaya, suasana di desa berbeda dengan di kota yang gotong royong tidak terlihat sama sekali.
Malam ini udara semakin dingin membuat bulu kuduk berdiri, hantu pak Santo kembali muncul dan mendatangi rumah dukun yang menyantet dirinya.
Pembalasan dendamnya masih berjalan semua tidak akan lepas sebelum selesai, mereka semua akan mengalami kematian yang mengerikan dan dia pun menampakkan diri depan dukun itu.
Dukun itu lagi menikmati kopi hitam dan makanan ketika dia melihat cacing dan ular di makanan yang dia makan, dia terkejut dan memuntahkan makanan yang dia makan.
Cacing itu merayap di kakinya, ular berbisa menggigit semua kaki dan pahanya, membuat dia berteriak namun tidak ada yang bisa mendengar teriakan dukun jahat itu.
__ADS_1
Akhirnya dia tewas mengenaskan dengan mata melotot tubuh membiru, karena racun ular dan lidah terjulur keluar.
Sehingga sekilas yang melihat dukun ini sudah dibunuh hantu yang dia lihat, atau berhalusinasi sehingga menjerat lehernya sendiri pikir mereka melihat kondisi dukun jahat itu.