
Berita kecelakaan rombongan anak TK sempat masuk koran tribunnews dan berita televisi, mereka yang terluka juga sudah di rawat di RS dan yang sudah membaik pulang rumah masing-masing .
Sementara korban meninggal di makamkan dengan baik dan supir sudah di amankan yang berwajib, hari sudah berlalu dan di balik itu sebenarnya ada sesuatu yang terjadi yakni penghuni Alas Kedaung yaitu mba Genderuwo yang suka mengganggu orang melintas wilayah tanpa ijin.
Biasa menurut kepercayaan setempat bila melewati jalan itu wajib meminta ijin , dengan bunyikan klakson 3x atau semacam nya dan jangan berkendara di pagi sekali atau waktu jam 12 siang.
Namun bagi orang baru mungkin tidak mengerti aturan dan seenaknya berbuat, sehingga membuat penghuni Alas Kedaung marah sehingga terjadilah kecelakaan tersebut.
Emang di dunia ini ada mahluk kasat mata yang tidak kita lihat dan ada beberapa orang tidak mempercayainya, tetapi sebenarnya mereka ada dan kita yang mengalami sendiri baru percaya.
__ADS_1
Sama hal nya kata Lek Sis waktu itu sebelum terjadi kecelakaan, dia melihat seperti anak kecil menyebrang dan mustahil daerah Alas Kedaung ada anak kecil sendirian jadi bulu kuduk seketika meremang.
Namun Lek Sis hanya bisa berdoa agar tidak terjadi apa-apa, sementara itu banyak roh melihat dengan cekikikan ada manusia yang jadi korban menemani mereka di Alas Kedaung tersebut anak kecil itu akan menjadi penghuni bersama dengan mereka.
Malam hari aku menemani kakekku menjaga kebun jagung dan kacang, yang dekat dengan dengan sungai kecil dan turunan tajam kalo tidak hati-hati tergelincir terjun ke sungai.
Anak kecil yang mirip Tuyul itu cuma beda di atas tempurung kepalanya ada bara api buat panggang udang biasa di namakan Welthok kata kakekku, hantu kecil ini punya kebiasaan makan udang yang di bakar di atas kepalanya dan tidak mengganggu asal kita tidak mengganggu mereka.
Aku yang terbiasa melihat penampakan seperti itu sudah terbiasa karena sering ikut kakek malam hari, ada juga sejenis kuntilanak tetapi tidak membawa bayi biasa di sebut Matianak.
__ADS_1
Kalo Kuntilanak suka menculik anak kecil Matianak ini suka menggoda laki-laki yang lewat, penampakan berambut panjang dengan daster putih panjang sampai kaki.
Ada juga hantu Pocong yang terkenal itu suka melompat-lompat, di dekat rumah kakek juga ada sekolah lama yang di tinggalkan dengan pos yang berhantu dan sejak magrib orang malas lewat situ.
Sekolah itu di pakai memandikan mayat sehingga ada keranda mayat dan gentong buat air memandikan mayat, sering penampakan keranda mayat yang terbang atau bergerak sendiri sebagai pertanda besok ada yang meninggal biasa kakek menyebut Memedi Bandhoso.
Biasa yang melihat keranda bergerak bisa di pastikan besok keranda itu akan terpakai karena ada meninggal, jadi semacam pertanda bahwa akan ada seorang yang memakai keranda tersebut keesokan harinya.
Pernah suatu hari kakekku ijin pergi beberapa hari dan sorenya kakekku pulang langsung mengajak nenekku masuk kamar dan meniup api teplok, sehingga gelap gulita ruangan kamar tersebut dan nenekku yang curiga langsung menyalakan kembali api tersebut.
__ADS_1