
Malam itu udara sangat dingin dan orang desa sudah banyak yang masuk rumah masing-masing, dan mulai beristirahat agar besok pagi bisa menjalankan aktivitasnya kembali.
Di luar gedung sekolahan yang tidak terawat , dan bangunan kosong yang rusak dan gelap nampak menyeramkan.
Keranda mayat yang di letakkan di halaman dekat dengan tong berisi air buat memandikan mayat, tiba-tiba bergerak terbang sendiri dan Aris yang kebetulan melihat arah jendela yang berhadapan langsung dengan keranda itu sangat terkejut.
Keranda itu melayang-layang di udara dan kembali lagi ke tempatnya, biasanya keranda terbang menandakan ada seorang yang memakainya sebentar lagi.
Dan benar tidak lama setelah itu terdengar bunyi kentongan , yang menandakan kalau ada yang meninggal yang ternyata pak Santo yang tinggal di belakang sekolahan itu.
Kabarnya kematian pak Santo sangat misterius karena tampak sehat dan tidak sakit bahkan segar bugar namun tiba-tiba malam memuntahkan darah segar dan langsung meninggal.
Ada dugaan kalau dia di santet musuhnya karena pak Santo ini, banyak yang memusuhi dirinya karena perlakuan dan kata-kata yang kasar kepada penduduk desa sekitar.
__ADS_1
Memang selama ini pak Santo di benci tetangganya, dia sangat pelit dan egois bahkan keluarga sendiri mengalami kesusahan dia tidak peduli sama sekali.
Bahkan bila ada yang mendatangi untuk pinjam tidak segan dia langsung mengusir dari rumahnya.
Bahkan ada cucunya yang meminta makan dia justru memukul sehingga menangis , membuat dia dibenci orang banyak dan salah satu diantara mereka adalah tetangga belakang rumahnya.
Masalahnya tetangganya ini mempunyai anak yang sedang sakit keras dan dia membutuhkan uang untuk berobat namun panen jagung belum sempat dia jual sehingga dia meminjam uang pak Santo tetapi justru di maki dan di ludahin.
Karena sakit hati dia mengambil ludah pak Santo dari atas tanah dan membawa ke dukun yang terkenal beraliran hitam dan suka menyantet orang.
" Asal semua syarat terpenuhi malam ini juga dia akan mati ", balas Mbah dukun.
" Syarat sudah lengkap mbah ini ludahnya yang kuambil dari tanah ", katanya.
__ADS_1
" Bagus", sahutnya.
Lalu mbah dukun mengambil ludah itu dan meletakkan diatas sesajen , yang sudah disiapkan di sertai dengan membakar kemenyan lalu mengambil paku dari bungkusan.
Malam itu mbah dukun beraksi dan dia komat kamit membaca mantra dan sesajen juga menyiapkan paku dan silet untuk media masuk dalam tubuh Pak Santo.
Setelah media di kirim pak Santo merasa tubuhnya kesakitan, paku dan silet menusuk organ dalam dan merusak tubuhnya sehingga dia memuntahkan darah segar di sertai gumpalan kehitaman.
Rasa sakit terus menyerang tubuhnya dia tidak tahan lagi, akhirnya merenggang nyawa sambil matanya melotot keatas karena tidak rela nyawanya di cabut.
Sementara itu Iksan yang pergi menambang pasir di pantai Laut ngliyep, di beritakan menghilang semua rekan ikut mencari namun tidak menemukannya dan ikhsan hilang begitu saja.
Mendengar itu istrinya langsung pingsan dan orang tuanya menangis sejadi-jadinya, anak kesayangan mereka menghilang dan tidak tahu hidup apa mati.
__ADS_1
Jenasah pak Santo keesokan harinya masuk dalam keranda setelah dimandikan dan mereka pun melakukan upacara penguburan jenasah pak Santo yang meninggal karena santet.